Tak Disangka Istriku Orang Hebat

Tak Disangka Istriku Orang Hebat
Eps 3 (Memulai Bekerja 2)


__ADS_3

Pagi pun tiba. Reni bangun dari tidurnya dan Terasa sangat Lapar sehingga ia bergegas Mandi lalu menyiapkan Peralatan yang harus dibawa ke kantor kerjanya. Reni pun turun menuju meja makan. Di bawah semua menyambut dan menunduk kepada Reni.


"Pagi Non". Ucap semua Pelayan


"Pagi Semua". Reni sambil menarik kursi lalu duduk.


Semua makanan telah disiapkan. Reni lalu makan dengan lahapnya mengingat ia semalam tidak makan. Setelah Reni selesai makan. Ia berangkat menuju kantor kerjanya. Disana Reni membantu Dina mengecek berita untuk diterbitkan. Setelah semuanya selesai Mereka sejenak beristirahat. Sambil mengecek ia melihat berita Tentang seorang Pria yang tak asing ialah Musuh dari Ayahnya dulu. Diberita dituliskan bahwa Orang itu akan mengadakan Lelang besar -besaran di Kota A. Reni pun diam -diam Memfoto berita itu. Lalu ia permisi menuju Toilet. Didalam Toilet Reni menghubungi Orang kepercayaannya.


"Saya telah mengirimkan Foto. Selidiki apa tujuan dia mengadakan Lelang itu". Ujar Reni tegas


"Baik. Saya dan Team akan mencari tau". Ucap orang dibalik telepon tersebut.


Reni pun mematikan telepon nya. Ia keluar seperti tidak terjadi apa-apa. Ia memasuki kembali ruangan itu.


"Dari mana Ren, kok lama?". Dina sedang merapikan Beberapa berkas di mejanya


"Dari Toilet, tadi kebelet". Reni menjawab lalu duduk.


"Oh begitu. Ya sudah. Kita Makan siang yuk". Dina sambil melihat jam di dinding ruangan itu.


"Ayo Din. Kebetulan saya juga lapar". Reni sambil memegang perutnya yang kroncongan.


Mereka berdua keluar untuk makan siang. Setelah memesan lalu beberapa menit kemudian makanan yang dipesan Telah dihidangkan pelayan.


"Din". Reni sambil mengambil piring nya


"Iya. Ada apa?". Dina pun mengambil piringnya


"Mau tanya Din, sudah berapa lama kamu menjadi wartawan di tempat kerja sekarang?". Ujarnya sambil mengambil beberapa lauk di depannya.


"Sudah lumayan lama Ren. Sekitar 10 tahun". Ucapnya sambil memakan makanan nya.


Setelah itu mereka diam lalu makan tanpa ada suara selain suara hantaman sendok garpu terkena Piring. Setelah mereka selesai makan. Barulah percakapan dilanjutkan.


"Oh iya kenapa kamu tadi tanya perihal saya kerja?". Ucap dina penasaran.


"Oh. Nggak ada apa-apa sih. Penasaran aja". Reni Sambil tersenyum manis


"Oh iya Ren". Ucap dina membalas senyum Reni.


Setelah mereka makan mereka ditugaskan untuk datang ke perusahaan Berlian Jaya dimana mereka harus mewawancarai seorang Pria pemilik perusahaan tersebut.


"Ren, ini ada tugas Wawancara pertama kamu dari Manager". Ujar Dina memberi tahu kan Reni.


"Iya Din. Ini saya juga di chat Pak Manager". Ujarnya menunjukkan Chat manager nya.


"Ayo kesana nanti kita terkena Macet. Apalagi sulit menemui pemilik perusahaan itu". Dina menarik tangan Reni


"Iya. Ayo". Reni mengikuti Dina


Mereka memesan Taksi untuk menuju ke perusahaan tersebut.


Tak lama kemudian sekitar 35 Menit mereka sampai ke Perusahaan tujuannya. Mereka turun lalu memberikan beberapa lembar uang kepada Pemilik taksi itu. Mereka bergegas ke Resepsionis lalu menanyakan apakah Presiden Direktur ada di ruangan.


"Mbak, saya mau bertanya. Apakah Pak Presiden Direktur ada?". Ucap Dina Jelas.


"Sebentar saya hubungi Staf diatas. Silahkan tunggu diruang tunggu". Ucap Resepsionis

__ADS_1


Resepsionis lalu menghubungi staf diatas untuk menanyakan apakah Presiden Direktur bisa menerima tamu.


"Tolong beritahu Presiden Direktur bahwa dibawah ada orang yang mau bertemu dengan nya". Ujar resepsionis kepada staf lantai 3


"Baik. Sebentar". Staf diatas lalu mengetuk pintu lalu memberi tahu Presiden Direktur.


Setelah memberitahu Presiden Direktur lalu memberi tahukan ke Resepsionis.


"Silahkan Masuk. Presiden direktur telah menunggu di Ruangan nya". Ujar Staf diatas


"Baik. Terimakasih". Ujar Resepsionis


Resepsionis memberi tahukan info itu kepada Reni dan Dina.


Resepsionis memanggil Reni dan Dina yang duduk di ruang tunggu.


"Nona Reni dan Dina. Silahkan ke lantai 3. Pak Presiden Direktur telah menunggu di Ruangan nya". Ujar Resepsionis


"Terimakasih". Ucap Dina


Reni dan Dina langsung menuju Lift dan menuju ruang Presiden Direktur lalu mengetuk pintu nya.


Tok tok tok


"Silahkan Masuk". Ujar Presiden Direktur


"Terimakasih". Ujar Reni & Dina


"Perkenalkan Nama Saya Dina dan ini Reni. Kami ditugaskan untuk mewawancarai Pak Presiden Direktur mengenai Keberhasilan Perusahaan Anda".


Pak Presiden Direktur melihat Keberadaan Reni saat masuk ke Ruangan nya. Presiden Direktur menatap Reni tanpa berkedip karena kecantikan Reni yang membuat siapapun akan kagum. Begitu pun Reni menatap Pak Presiden Direktur tanpa berkedip. Memang ketampanan Presiden Direktur membuat siapapun akan terpanah.


Batuk


"Ehem..... ". Dina menegur keduanya dengan sedikit senyum


Mereka berdua tersadar dari tatapan matanya. Reni yang melihat Dina seperti itu lalu Malu.


"Eh iya. Apa yang bisa saya Jawab?". Ujar Pak Presiden Direktur


"Gini Pak. Apa strategi yang Bapak lakukan sehingga bisa sesukses ini?. Ujar Reni mengajukan Pertanyaan dan menyodorkan Handphone untuk merekam pembicaraan Pak Presiden Direktur.


Presiden Direktur lalu menjawab semua pertanyaan yang diajukan.


"Baik. Semua Pertanyaan telah dijawab oleh Bapak. Untuk itu terimakasih atas kerjasama nya Pak Presiden Direktur". Ujar Reni


"Tidak perlu sungkan untuk bertanya lagi. Eh iya panggil saja saya Miko jangan Bapak". Ujar Miko


"Baik pak eh Miko". Ujar Reni


"Eh iya Miko. Bisa kita Minta No Pak Miko jika nanti data yang kurang bisa menghubungi Pak Miko". Ujar Reni Menambahkan


"Baik. 0815*******. Coba Hubungi". Ujar Miko Sambil menggenggam Handphone nya


Handphone Miko pun berbunyi.


"Itu no saya. Jika perlu informasi tambahan silahkan hubungi saya". Ucapnya sambil tersenyum manis

__ADS_1


"Terimakasih Pak. Kita berdua Pamit pulang. Permisi". Ucap Dina lalu Mereka berdua meninggalkan Ruangan dan menuju kantornya.


Sesampainya mereka di kantor. Mereka langsung membuat berita dari semua pertanyaan yang mereka ajukan tadi.


Tak berapa lama mereka selesai membuat berita dan Langsung di upload ke Media Online Beritanews.


Setelah itu saatnya mereka pulang. Mereka pulang seperti biasanya. Diperjalanan Reni teringat selalu dengan Miko. Reni merasa tidak asing dengan Miko. Reni merasakan ada sebuah ikatan dengan Miko.


"Sepertinya saya tidak asing dengan Miko. Tapi siapa dia". Ucapnya dalam batin sambil membayangkan wajah tampan Miko lalu ia tersenyum manis.


Di Tempat Kediaman Miko


Saat Miko istirahat di Kamar setelah lelah seharian kerja di kantor. Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Ntah kenapa ia teringat Reni. Teman masa kecilnya sekaligus Cinta Pertamanya. Sayangnya, ia terpisah karena harus Sekolah di Luar Negeri. Sambil melihat Foto Miko dan Reni masa kecilnya. Tiba-tiba air matanya mengalir dengan sendirinya.


"Reni engkau dimana? Aku terus mencari keberadaan mu". Ucapnya dalam hati sambil mengelap air mata yang menetes.


Tiba-tiba ia teringat dengan Reni yang mewawancarai dia siang tadi.


"Reni apakah tadi benar-benar engkau? Atau orang tadi orang lain?. Tapi Tidak mungkin itu engkau. Yang saya tau keluarga mu bangkrut dan hilang Jejak. Tapi mungkin saja itu benar-benar kamu". Ucap Miko yang berdebat dengan dirinya sendiri dalam hati.


Tidak berapa lama mata Miko terlelap tidur.


Di tempat Reni


Reni masuk Ke dalam rumah. Duduk di Meja makan lalu ada bik Ijah menyamperin Reni.


"Non. Tadi siang ada seseorang yang slalu melihat ke Rumah ini". Ujar Bik Ijah cemas


"Siapa Bik? Ucapnya kaget


"Tidak tau Non. Tapi sebenarnya bukan hari ini saja. Orang itu sudah beberapa hari terakhir mengintai Rumah ini. Namun bibik tidak berani memberi tahukan Non. Ketika bibik mau memberi tahukan Non kemaren malam. Non telah tidur di kamar. Bibik tidak tega membangunkan Non". Ucap bik Ijah takut sambil menunduk


"Baik bik. Terimakasih infonya". Ujar Reni sambil bergegas menuju lantai atas.


Reni yang mendengar berita itu langsung menuju sebuah ruangan Rahasia. Diruangan itu terdapat CCTV. Reni memutar video dari CCTV itu. Semua dilihatnya tidak percaya. Ada 1 orang yang tidak sengaja Menggunakan sebuah tanda pengenal di bajunya. Sebuah Pin kecil. Jika di Perbesar terlihat gambar Singa Berwarna Merah. Reni Teringat bahwa Singa Merah itu adalah sebuah Geng dimana itu musuh Papa nya dulu. Papanya memiliki Geng Naga Putih. Yang slalu tidak Damai dengan Geng Singa Merah.


"Apa ada kaitannya Geng Singa Merah dengan kematian Ayah?". Ucapnya Kesal dan mengepal erat tangannya.


Ia lalu melihat foto kedua orang tuanya


"Papa, Ibu. Sebentar lagi Reni dapat membalaskan dendam Papa Ibu". Ucapnya Bergelora.


Reni langsung menelpon Orang kepercayaannya.


"Cari informasi tentang siapa orang yang ada di dalam Video yang telah saya kirim". Ucapnya tegas


"Baik. Langsung kita selidiki". Balasnya Cepat.


Reni langsung mematikan Handphone nya.


Reni kembali ke kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur. Tidak sengaja dia teringat masa kecil dengan sahabatnya.


Flashback on


Miko dan Reni adalah Tetanggaan. Ia slalu bermain bersama. Hingga Reni jatuh dari ayunan. Miko pun menolong dan memberikan Obat untuk membersihkan luka lalu dibalut nya dengan perban agar darah dari lututnya tidak keluar lagi. Disitu Miko berjanji akan slalu menjaga Reni. Sampai suatu ketika orang tua Miko menyekolahkan Miko ke Luar Negeri. Miko Reni langsung berpelukan dan sedih. Saat perpisahan inilah Miko mengungkapkan Rasa suka dan Cinta nya. Lalu ia berjanji ketika ia kembali ke Tanah air akan menemui Reni.


Flashback off

__ADS_1


Reni yang membayangkan masa kecilnya Hingga ia tertidur lelap sambil memeluk foto Miko dengan dirinya.


__ADS_2