
di sebuah kamar yang luas bernuansa modern dengan cat hitam putih seorang pemuda sedang melihat layar ponselnya berkali-kali menatap sebuah nama seorang gadis yang baru saja ia kenal.
" Dina.... senyuman itu " sekelebat bayangan seorang gadis muncul tengah tersenyum begitu manis kepadanya.
" akhhh " semakin ia mencoba mengingat kembali siapa gadis yang ada di banyangannya maka semakin sakit kepalanya.
ceklekkk.....pintu kamar terbuka dari luar munculah wanita paruh baya yang berjalan kearah pemuda itu dengan raut wajah yang begitu khawatir.
" kamu gak papa Rey.... tadi bunda denger kamu teriak " wanita itu duduk di sebelah Rey
" Rey gak papa bunda....tapi tadi kepala Rey agak sakit saat ada bayangan seorang gadis sepertinya Rey mengenalnya "
apa mungkin itu dina.batin bunda
" bun, apa Rey punya temen perempuan selain Arini "
" gak sayang.....cuma Arini yang ada saat kamu koma " dengan raut wajah yang sulit diartikan bunda mengatakan itu membuat Rey berpikir apa ada yang di sembunyikan oleh bundanya.
__ADS_1
" udah....kamu gak usah pikirin sekarang kamu istirahat, bunda mau masak dulu buat makan siang " setelah mengatakan itu bunda Rey langsung beranjak keluar dari kamar Rey.
aku gak boleh biarin Rey sampai ketemu Dina anak pembawa masalah itu. batin bunda Rey
sementara itu di sebuah ruangan ada seorang gadis tengah melamun memikirkan apa yang baru saja ia alami pagi tadi, ia masih tak percaya jika orang yang selama ini ia tunggu ternyata tak mengingatkannya sama sekali.
ada apa sebenarnya dengan Eza.batinnya
" mbak....." menepuk pundak gadis itu membuat si empunya terkejut
" astagfirullah....Sari sejak kapan kamu di sini "
" oh maaf....ada apa "
" saya ke sini cuma mau bilang bahan yang mba minta buat bikin menu baru sudah siap...apa mba mau bikin sekarang atau...."
" sekarang aja saya gak papa kok " Dina tersenyum pada Sari ia tau sahabat sekaligus orang yang membantunya di cafe yang ia kelola saat ini sangat mengkhawatirkan keadaanya.
__ADS_1
" taraaaa.....udah jadi puding mangga segar " setelah beberapa menit berkutat di dapur akhirnya menu baru yang di buat Dina selesai puding mangga dengan Fla dan irisan mangga segar diatasnya.
" wah mba seger banget....enak ini pas buat cuaca yang lagi panas seperti sekarang " ucap Sari yang mencicipi puding buatan Dina.
" iya donk buatan siapa dulu " ucap Dina bangga.
" tapi mba ini beneran enak banget....pasti mba buatnya pake cinta ya " ledek Sari
" kamu ini bisa aja " Dina tersenyum lalu beranjak dari hadapan Sari yang sedang makan pudingnya.
saat ini Dina memilih duduk di antara bunga-bunga di sekilingnya, ia menatap bunga lavender kesukaan seseorang yang sangat ia sayangi pandangannya membawa ia pada beberapa tahun yang lalu.
*hai Dina....ini buat kamu.menyerahkan bunga lavender kesayangannya
ini beneran buat Dina....ini kan bunga kesayangannya kamu
iya....karna Dina orang yang spesial tapi sebagai gantinya Dina harus buatin Eza puding mangga ya.
__ADS_1
oke....kebetulan Dina juga bawa puding yang di minta Eza..... mengambil puding dari keranjang pikniknya
wahhh.....makasih ya Dina tau yang Eza mau....ia memakannya dengan sangat lahap*