
" assalamualaikum " wanita paruh baya itu masuk kedalam rumah yang nampak sepi dengan beberapa belanjaan ditangannya di bantu anak muda yang tak sengaja bertemu dengannya di jalan tadi.
" waalaikumsalam..." Dina keluar kamar menghampiri mamanya yang duduk dengan seorang pemuda yang ia kenal menyalami ibunya.
" eh kak....kok di sini "
" iya tadi w ketemu mama Lo di jalan....ya udah sekalian aja w anterin ke sini lagian emang w mau kesini juga " jawab pemuda itu
" Tante ke belakang dulu ya Ga....Din kamu temenin nak Angga ngobrol " mama Dina pun masuk kedalam.
" oh ya kata kak Angga tadi mau kesini emang ada perlu apa ya "
" w mau ngajak Lo bareng ke pestanya si Sofya...itu juga klo Lo mau tapi w gak mau Lo nolak "
" ih...itu ma bukan ngajak tapi pemakasaan namanya "
" ya biarin Lo tau kan klo sahabat Lo Mya itu gak mau sama w makanya w ngajak Lo aja pokoknya Lo harus mau nanti malem w jemput jam tujuh ok....dah w pamit dulu jangan lupa nanti malem " pemuda bernama Angga itu pun pergi dari rumah Dina tanpa menunggu jawaban dari Dina
__ADS_1
" selalu begitu.... pemaksaan " gerutu Dina melihat kepergian Angga.
Angga Kusuma adalah pemuda yang tampan memiliki wajah yang rupawan alis tebal bibir seksi merah karena ia laki-laki tak merokok, pertemuan pertama dengan Dina saat ia sedang terlibat perkelahian dengan keta Genk motor musuhnya dan dengan beraninya Dina melerainya, mulai saat itu lah mereka dekat tapi tidak ada perasaan apapun diantara mereka hanya sekedar teman dan pertemanan mereka sudah seperti kakak dan adik tak lebih karena Angga tau kalau hati Dina sudah di isi oleh orang yang tak kan pernah tergantikan posisi nya.
malam hari pun tiba Dina sudah siap dengan dres tangan panjang untuk menutupi bekas lukanya dan panjangnya sebatas lutut berwana paduan antara hijau botol dengan hitam, ia terlihat sangat cantik dengan tambahan kalung berlian kesayangannya yang di berikan oleh orang tersayang nya.
begitu Angga sampai mereka pun langsung berangkat ke pesta temannya itu tentunya setelah mereka berpamitan dengan mama Dina sebelumnya. sampai disana ternyata sudah ramai tamu berdatangan.
" selamat ulang tahun ya Sofya " ucap Angga
" makasih " pandangannya beralih kepada wanita sebelah Angga sebenarnya ia tak suka kepada Dina karena terlalu dekat dengan Angga.
" makasih ya Dina.....silahkan nikmati pestanya w kesana dulu ya nemuin yang lain "
Angga dan Dina berdiri di dekat meja prasmanan menikmati minumanya Selian mengobrol dengan temannya yang lain tanpa Dina sadari ada seorang pemuda yang memperhatikannya dari kejauhan dengan tatapan sulit diartikan.
kenapa aura tuh cewek beda banget ya dari yang lain.... auranya keluar dia cantik banget kalo tertawa gitu
__ADS_1
" Rey....Lo liatin apa sih dari tadi w lagi ngomong Lo " ia pun melihat kearah yang dilihat Rey tapi tak menemukan apapun.
" ah...gak w gak liatin apa-apa " cuek Rey
kini tibalah saatnya berdansa dengan pasangan masing-masing Dina dan Angga berdansa layaknya kekasih hingga membuat pemuda yang sedari tadi melihatnya tak suka jika Dina bersama laki-laki itu. ia pun pamit kepada pasangan dansanya untuk ke toilet.
click.... tiba-tiba ruang menjadi gelap karena lampu di ruangan itu padam semua orang menghentikan dansanya begitu pun Dina melepaskan tangannya dari Angga, ia terkejut tangannya di tarik oleh seseorang saat ia akan berteriak mulutnya di bekap orang itu.
sampai di sebuah ruangan agak jauh dari tempat ia berkumpul tadi orang itu melepaskan Dina dan betapa terkejutnya Dina melihat siapa yang menarik nya.
" Lo.... ngapain Lo narik tangan w "
" w juga gak tau " cuek pemuda itu Dina pun bingung dengan jawaban yang ia dengar
" w gak tau kenapa w gak sula liat Lo...Deket sama cowo lain ada rasa yang aneh gitu di diri w tapi w gak tau..." bingung pemuda itu
sebenernya Lo itu kenapa sih za....Lo beneran gak inget sama w. batin Dina melihat raut kebingungan pemuda di depannya
__ADS_1
" emang Lo gak kenal sama w " lirih Dina
" w gak tau....tapi semenjak ketemu Lo tadi siang selalu ada bayangan gadis yang melintas di pikiran w....w gak tau apa yang terjadi sama w semenjak kecelakaan itu seperti ada yang hilang di diri w " secara tak langsung pemuda itu menceritakan apa yang dialaminya membuat Dina terkejut berarti dugaan nya benar jika pemuda dihadapan nya ini lupa ingatan.