
***Hei...hati hati kalo jalan... punya mata itu dipakai!.
Seseorang berteriak kepadaku yang terpental dilantai karena terjatuh.
***Heh.... kamu yang menabrakku... tidak lihat apa aku terjatuh karenamu yang tidak melihat kedepan saat jalan... malah menyalahkan aku lagi...
***Kamu.... berani berani....
Belum selesai laki laki yang membuatku terjatuh itu dengan kata katanya aku memotong kalimatnya dan seseorang menengahi kami yang sedang ribut
***Kenapa....???
***maaf pak... di ruang rapat semua sudah siap dan rapat akan segera dimulai...bapak dipersilahkan masuk.
Aku yang mendengar laki laki ini dipanggil dengan nada sopan Aku menjadi bingung dalam benakku bertanya siapa gerangan orang ini.
*Dia dipanggila apa tadi 'Pak' dengan sopan...[ Aku berkata dalam hati ]
Laki laki ini berkata kepada orang yang memanggilnya tadi untuk membereskan ku yang berarti ini alamatnya tidak baik.
***Kamu....bereskan perempuan ini...!
***Baik Pak...
Laki laki itu kemudian meninggalkanku menuju ruang rapat yang dikatakan orang yang memanggilnya barusan dan setwlah laki laki itu pergi dia mendekatiku.
***Hanaaa...kamu kenapa membuat masalah dengan Pak Hadi sih....
***Pak Hadi...memang kenapa...dia siapa emang...
***Duh...Hana...kamu benar benar cari masalah...cari mati kamu ya...
***Dia yang cari masalah....bukan aku...orang dia yang membuatku jatuh tadi...kamu juga lihat kan...?
__ADS_1
***Hana.....Pak Hadi itu pemilik hotel tempat kamu dan aku bekerja...Pak Hadi itu adalah BOS nya kamu juga aku...tahu kamu...?
***Apa.....?! BOS.... wahhhh...mati aku...
***Iya...Pak Hadi adalah Bos kita...
Syok....iya aku kagetlah mendengar perkataannya kalo Pak Hadi yang disebut tadi adalah Pemilik Hotel tempat aku bekerja. Kalo seperti ini aku pasti dipecat nanti. Aku harus mencari cara supaya aku tidak dipecat dari kerjaanku.
Aku harus tetap bekerja di hotel ini. Aku harus membuktikan sama papa juga mama kalo aku bisa hidup mandiri tanpa harus selalu bergantung pada orang lain. Iya aku harus bisa buktikan itu pada mereka.
Semenjak papa dan mama mengusirku dari rumah. Bukan sepenuhnya mengusir sih sebenarnya papa menghukum ku karena sifat ku yang terlalu manja kepada mereka. Bekerja di hotel ini adalah tempat aku bekerja yang ke tujuh. Bayangkan setiap perusahaan ataupun instansi tempat aku bekerja selalu tidak tahan dengan sifat yang aku bawa yang ujung ujungnya aku tidak diterima lagi dilingkungan kerjaku.
Di hotel ini adalah tempat aku bekerja yang bisa dibilang lumayan lama dibandingkan dengan tempat aku bekerja sebelumnya. Tentulah aku tidak mau dipecat gara gara tadi ada kecelakaan yang tidak disengaja. Pokoknya aku harus mencari cara supaya aku masih bisa tetap bekerja di hotel ini dan tentunya aku bisa buktikan sama papa dan mama bahwa aku bukanlah anak manja yang bisanya hanya merengek pada orang tua.
Pokoknya aku harus semangat.'Hana...Semangat'.
***Matiiiii aku sekarang.... ya udah kalo gitu mba... aku permisi dulu...
Aku pergi meninggalkan orang yang tadi...dia staf hotel juga sih...hanya saja aku tidak begitu mengenalnya. Setelah aku pergi dia pun melanjutkan pekerjaannya.
Saat diperjalanan menuju ruang istirahat yang letaknya satu arah dengan ruang rapat aku tidak sengaja bertemu dengan Pak Hadi.
Aku ada rasa takut pada diriku karena tadi aku sempat ribut dengannya dan parahnya lagi aku tidak sopan dan tidak hormat padanya. Tapi keberanian pada diriku datang entah dari mana aku juga tidak tahu saat Pak Hadi hendak melewati ku aku mencegatnya.
***Pak Hadi...mohon maaf kan saya...???!!!
Pak Hadi tetap berjalan acuh tak acuh melewatiku Pak Hadi tidak ada melihat ke arahku. Akupun dengan cepat berjalan ke arah depannya dan meminta maaf berkali kali dengan membungkukkan badanku berkali kali juga.
***Pak....mohon maafkan saya...saya tidak sengaja....saya salah...maafkan saya...Pak saya mohon maafkan saya...
Pak Hadi masih mengacuhkan ku dan aku tidak tidak boleh putus asa karena aku tidak mau dipecat dari pekerjaan ku ini.
***Pak Hadi...saya mohon maafkan saya....saya salah...saya tidak sopan tadi itu sama Pak Hadi...saya mohon Pak maafkan saya...jangan pecat saya...saya sangat membutuhkan pekerjaan ini...saya mohon pak...
__ADS_1
Pak Hadi masih cuek terhadapku karena tidak mengetahui kalo aku adalah staf di hotel miliknya.
Setelah Pak Hadi mendengar kalimatku yang memohon untuk jangan dipecat ternyata pak Pak Hadi berpikiran yang bertolak belakang dengan keinginan ku.
*Ternyata dia bekerja di sini...ingin rasanya aku tendang dia dari hadapanku...[ kata Pak Hadi dalam Hati ]
***Pak Hadi....!!!!
*Apaan sih aku sudah meminta maaf memohon malah... tapi tidak ada respon apapun yang diberikan nya padaku... awas saja ya nanti aku buat kamu bertekuk lutut di hadapanku [ Aku membatin ]
***kamu minta maaf padaku....?!... Hotelku ini tidak membutuhkan karyawan wanita seperti kamu.. sebaiknya kamu di pecat saja... iya kamu saya pecat hari ini juga....
***Apa....!!! tidak Pak Hadi...saya mohon beri saya kesempatan sekali lagi...saya janji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi...saya mohon pak jangan pecat saya... saya masih sangat membutuhkan pekerjaan ini...saya mohon Pak Hadi jangan pecat saya...
Aku terus memohon bahkan keberanian dari mana aku juga tidak tahu... aku meraih tangan Pak Hadi dan menggenggam nya dengan erat...
***Wanita ini tidak mau menyerah...gigih sekali..[ batin Pak Hadi ]
Pak Hadi akhirnya luluh dengan sikap yang aku tunjukkan padanya.
***Ok....kamu saya maafkan dan saya beri kamu kesempatan sekali lagi untuk bekerja di hotel ku...tapi ingat jangan ada lagi kejadian seperti tadi terulang lagi.... ini peringatan terakhir untuk mu..karena saya...saya tidak suka dengan karyawan yang kelakuan nya sepertimu... [ kata pak Hadi dengan nada angkuh dan sombong ]
***Baik...baik...Pak Hadi...saya janji tidak akan ada kejadian ini terulang lagi..
**Apaan sih..sombong sekali sikapnya untung saja wajahnya ganteng kalo jelek sudah aku injak injak [ kataku dengan suara yang pelan ]
Suaraku yang memaki terdengar oleh Pak Hadi dan otomatis lah Pak Hadi berbalik ke arahku.
***Coba kamu ulangi tadi...apa katamu...
***Kenapa Pak Hadi balik...ada yang bisa saya bantu pak...? [ tanyaku pura pura tidak tahu maksudnya kembali ]
***Aku bilang ulangi ucapanmu yang tadi....[ kata Pak Hadi mengulangi pertanyaan sebelum nya ]
__ADS_1
***Ha....tidak ada pak... saya tidak ada mengucapkan kata apapun pak... dan tidak ada yang berbicara kok pak...[ kataku meyakinkan ]
Akhirnya Pak Hadi Pergi dan percaya padaku. sebenarnya sih Pak Hadi mendengar apa yang aku ucapkan tetapi Pak Hadi lebih memilih meninggalkan ku ketimbang akan terjadi keributan lagi.