Tak Mau Bersamanya

Tak Mau Bersamanya
Di Rumah Sakit


__ADS_3

***Kamu... kamu lagi... kenapa Kiara bisa ada sama kamu...???


**Kiara... nama anak ini Kiara... kenapa Pak Hadi bisa sangat marah ya....??? [ dalam benak ku ]


***Maaf Pak.. tadi saya melihat Kiara menangis tidak henti hentinya.... makanya saya menghampiri nya dan menggendong nya...


***Kamu... harusnya kamu yang menjaga anak saya... saya menggaji kamu untuk merawat nya....


***Maaf Pak Hadi.... [ kata beby sitter itu terlihat wajah nya ketakutan ]


***Kasih pelajaran aja Pak... itu baby sitter nya... tadi itu Kiara dibiarkan menangis dan dia asyik main handphone... [ sekalian aja aku kerjain tuh baby sitter biar tahu rasa ]


Mendengar perkataan ku baby sitter nya Kiara semakin ketakukan dan cepat cepat masukkan ponsel nya ke dalam saku nya.


***Apa.... yang dikatakan oleh nya itu benar.... [ tanya Pak Hadi kepada baby sitter itu lalu menunjuk ke arah ku ]


***Maaf kan saya Pak... saya mohon maaf kan saya saya salah Pak Hadi... [ baby sitter itu meringis kesakitan karena lengannya dicengkram oleh Pak Hadi ]


***Banyak uang yang saya keluarkan untuk mu supaya kamu menjaga anak saya dengan baik... tapi apa yang kamu lakukan hah....


***Maaf Pak Hadi... saya khilaf... ini tidak akan terjadi lagi Pak Hadi mohon maafkanlah saya....


***Kamu....kamu saya pecat hari ini lagi... saya tidak membutuhkan seseorang yang tidak becus dalam mengurus Kiara....


***Pak... saya mohon beri saya kesempatan sekali lagi Pak.. mohon Pak Hadi jangan pecat saya....


***Pergi dari sini....!!!! sekarang juga saya tidak mau melihat wajah mu lagi di hadapan saya.. pergi...!!!


**Untung saja aku kembali lebih awal ke hotel... seandainya tidak... aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Kiara...


***Jika sesuatu terjadi pada Kiara.... awas saja kamu tidak akan saya lepaskan [ Pak Hadi melihat ke arah baby sitter yang masih berdiri tegak belum juga pergi meskipun sudah di usir oleh Pak Hadi ]


Aku yang melihat Pak Hadi sampai sebegitu marah nya aku menjadi takut terhadapnya. Kenapa yang bersangkutan dengan Kiara Pak Hadi bisa begitu marahnya dan parahnya Pak Hadi tidak bisa bersikap lembut bahkan meskipun kepada seorang wanita.


Kiara. ya Kiara masih menangis di dalam gendongan ku. aku mencoba untuk menenangkannya dan mencoba untuk melerai ketegangan yang sedang terjadi.

__ADS_1


***Pak Hadi... lebih baik Kiara dibawa ke rumah sakit


secepatnya... Kiara demam... badannya panas banget...


***Apa.....!!!! Kiara demam...???


Pak Hadi begitu kaget dan panik mendengar kalo Kiara demam Pak Hadi langsung melepas cengkraman tangan nya pada beby sitter itu.


Pak Hadi pun dengan cepat mau mengambil Kaira dari gendongan ku tetapi Kaira dengan sangat erat memeluk ku dan tidak mau lepas alhasil Pak Hadi menarik tangan ku untuk ikut masuk ke dalam mobil dan menemani Kaira ke rumah sakit.


________________________________________


Di rumah sakit


Pak Hadi terlihat sangat khawatir melihat Kiara yang masih saja rewel belum bisa berhenti menangis dan saat aku memeluknya dengan lembut Kiara mulai tenang tetapi demam nya masih aku rasakan.


Saat kami sudah sampai di rumah sakit aku dan juga Pak Hadi langsung masuk ke ruang UGD.


Dokter yang bertugas langsung memeriksakan keadaan Kiara. Dokter meletakkan termometer pada ketiak Kiana dan saat sudah waktunya diambil dokter mengatakan bahwa pansnya Kiara Samapi 39°©.


Melihat kondisi Kiara yang masih kecil dokter menyarankan supaya Kiara di rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari ini supaya proses penyembuhannya bisa dengan cepat.


Saat dokter selesai dengan pemeriksaan Kiara kemudian dokter bertanya pada ku yang membuat ku terkejut mendengar nya.


***maaf Bu .... apa ibu masih memberikan Kiara Asi...???


**Apa....???! menyusui....? menikah dan punyak anak saja belum... bagaimana bisa aku menyusui...[ aku membatin dengan perasaan kaget ]


***Hhhmm... Dokter.. maaf dia bukan ibu nya Kiara...[ Pak Hadi mewakili ku berbicara ]


***Saya mengira kalian orang tua Kiara.. kalian terlihat sangat serasi... lalu ibu nya Kiara di mana... kenapa Bapak bersama wanita ini...? [ kata Dokter yang seperti nya kepo terhadap urusan pribadi Pak Hadi ]


***Ibu nya Kiara sudah tidak ada... sudah sejak Kiara mengenal dunia..


***Sayang sekali... jika boleh saya tahu ken... [ kalimat dokter yang kepo itu terputus karena Pak Hadi menyelanya ]

__ADS_1


***Maaf Dokter... itu privasi saya... Anda tidak bisa ikut campur... dan iya wanita ini hanyalah seorang pegawai di hotel saya... [ begitu menusuk kata kata Pak Hadi ]


***heheh... maaf... tadinya saya mengira kalian pasangan suami istri soalnya kalian terlihat serasi.


Aku mendengar penuturan dokter itu pun beralih pandang ke arah Pak Hadi ternyata Pak Hadi juga melirik ke arah ku dan untuk beberapa saat mata ku dan mata milik Pak Hadi bertemu tidak lama masing masing kami membuang muka ke lain arah.


**oooh pantas saja ada baby sitter yang tidak becus itu tadi di sana.. ternyata ibu nya Kiara sudah pergi... tapi pergi kemana.. ehhh... kenapa jadi aku yang pusingin mereka ya... [ batin ku ]


***Baiklah kalo begitu... sebaiknya Kiara dirawat dulu di rumah sakit takut nya Kiara step nanti karena demamnya terlalu tinggi dan juga supaya proses pemulihannya cepat... [ kata dokter ]


***Baik dokter lakukan apapun asalkan Kiara cepat sehat lagi... [ kata Pak Hadi ke pada dokter ]


***Iya pak... kami akan melakukan yang terbaik... [ jawab dokter ]


Dengan persetujuan Pak Hadi bahwa Kiara di rawat inap di rumah sakit akhirnya Kiara diberikan infuse dan dipindahkan ke ruangan VIP di rumah sakit itu...


Saat Kiara sudah berada di ruanagn VIP dan dokter sudah pergi Pak Hadi membuatku terkejut karena tidak biasanya Pak Hadi bersikap lembut, berteima kasih lagi kepada ku.


***Terima kasih ya... sudah membantu ku menjaga Kiara... [ kata Pak Hadi ]


***iya pak sama sama... dan tadi itu saya tidak sengaja pak melihat Kiara menangis... lalu saya menghampiri nya... saya tidak tega melihatnya pak.. [ jawab ku ]


***Baiklah kalo begitu... sebaiknya kamu kembali ke hotel ini masih jam kerja...


***Baik Pak... [ jawab ku ]


Ketika aku hendak pergi tiba tiba handphone nya Pak Hadi bergetar di saku celananya.


*Ada apa Pak... Pak Hadi kenapa...????


***Tidak apa apa...sebaiknya kamu ke hotel...


***hhhmm... bagaimana jika saya yang menjaga Kiara.. Pak Hadi yang balik ke hotel... biar rapatnya Pak Hadi tidak ketinggalan...


***Tunggu...? bagaiman kamu tahu jika saya mempunyai metting penting sekarang..?

__ADS_1


***iya kali pak...orang tadi speaker handphone Pak Hadi itu hidup jadinya saya tidak sengaja bisa dengan jelas mendengar percakapan pak Hadi.... [ aku melebarkan kedua ujung sudut bibir ku yang tipis ]


Pak Hadi tidak sadar kalo aku masih di sini. Pak Hadi terlihat gelisah antara pergi meeting atau tinggal di rumah sakit menemani Kiara.


__ADS_2