
**Alhamdulillah.....untung saja pergi... jika tidak bisa abis aku...[ kataku setelah Pak Hadi pergi ]
**Pak Hadi dingin banget sih... kayak es batu yang ada di dalam freezer... senyum kek sedikit... ini mah datar kayak tembok yang lurus gak ada lekukan nya.. [ sambung ku ]
Aku terus aja berceloteh di sepanjang perjalananku menuju ruang istirahat staf karyawan hotel. Aku tidak henti hentinya berkomentar yang sedikit miring tentang Pak Hadi dan pastinya aku hanya sendirian jika tidak aku pasti habis kalo ada yang sampai mendengar ku membicarakan Pak Hadi tak jelas seperti ini.
Sebentar lagi shift ku berhenti dan sebentar lagi aku akan pulang tentu nya aku bersiap siap supaya aku cepat sampai rumahnya.
___________________________________________
Di rumah
Aku sampai di rumah. Sebenarnya rumah ini bukan rumaku aku numpang sama Bibi yang dulu pernah bekerja di rumahku. Bibi tidak lagi bekerja di rumahku Bibi dipecat karena suatu kesalahan yang aku tidak tahu apa yang diperbuat oleh Bibi sehingga papa bisa memecat nya padahal setahuku Bibi orang nya tidak pernah neko neko dan lagi Bibi itu sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga sama mama itu semenjak aku masih dalam kandungan mama.
***Bi... Aku pulang... Assalamu'alaikum... [ kataku saat masuk rumah ]
***Wa'alaikumsalam.... iya Non...Bibi disini.. [ jawab Bibi suaranya dari arah dapur ]
***Bi... Aku langsung ke kamar ya... Aku lelah banget.. [ kataku pada Bibi lalu meninggalkan nya di dapur ]
Aku masuk kamar dan langsung merebahkan badanku di kasur yang ukurannya pas pasan dibandingkan dengan ranjangku dulu di rumah papa.
**Hhhhhhhhhhhaah.....[ aku pejamkan mataku untuk mengistirahatkan nya sejenak ]
Bibi masuk membawakan aku wedang hangat dan menghampiri ku yang masih terlentang di atas kasur.
***Ada apa Non....? Kenapa wajahnya kok murung begitu...? [ tanya Bibi yang sudah duduk didekat ku ]
***Bi...sudah berapa kali aku katakan jangan panggil aku Non lagi.... panggil saja aku Hana bi jangan panggil Non lagi [ kataku pada bibi ]
***Iya....Nak Hana kenapa sejak pulang tadi Bibi lihat wajahnya ditekuk... apa ada masalah dengan pekerjaan Nak Hana...[ tanya Bibi lagi padaku ]
***Iya Bi... tadi di hotel Hana ada masalah dengan Pak Hadi untung aja dia Bos nya Hana yang ganteng dan keren kalo tidak pasti udah aku cincang Bi... [ tutur ku ]
Aku bercerita kepada Bibi tentang kejadian tadi di hotel dengan gayaku yang selalu nyerocos tanpa bisa mengerem kata kata yang keluar dari mulutku.
***Iya..... kenapa dengan Bosnya Nak Hana di hotel...? [ tanya bibi lagi ]
__ADS_1
***Bi... Pak Hadi yang sudah jelas jelas nabrak aku hingga terjatuh harusnya Pak Hadi yang meminta maaf padaku tapi ini malah aku yang dituntut untuk meminta maaf. Aku kan kesel Bi. Tapi kerena Pak Hadi adalah Bos jadinya aku terpaksa meminta maaf agar aku tidak dipecat di hotel itu secara kan Bi aku mau membuktikan sama papa juga mama aku itu bisa hidup mandiri Bi...[ tutur ku ]
***Bahkan Bi... meminta maafpun aku harus mengemis darah dulu baru Pak Hadi menanggapi ku... aku makin kesel lah Bi... tapi harus sabar...karena aku tidak mau dipecat... [ lanjut ku ]
Aku bercerita panjang lebar kepada Bibi dengan masih memasang wajah yang kesal dan ditekuk dimuka.
***Memohon....? Sejak kapan Nak Hana bisa seperti itu..? [ Bibi mengerutkan keningnya yang memang sudah mulai ada kerutan nya ]
Iya.... pantas saja Bibi heran... karena aku SEORANG HANA KURNIAWAN tidak akan pernah mau dikalahkan oleh siapapun tapi saat ini adalah pengecualian bagiku.
***Iya Bi....soalnya ini sudah pekerjaan Aku yang ketujuh Bi... Aku tidak mau dipecat... Aku mau buktikan sama Papa dan Mama...Bi...[ kataku meyakinkan ]
***Jadinya Nak Hana masih akan bertahan kerja di hotel itu..? [ tanya Bibi padaku ]
***Iya Bi...Aku juga sudah bisa menyesuaikan pekerjaan ku dan tidak banyak melakukan kesal lah... lagi pula banyak yang suka kok sama Aku tidak seperti di tempat Aku sebelum nya... hanya saja tadi itu jika Aku tidak bertemu dengan Bos yang sok tahunya benar sendiri aja Bi....Aku jadinya kesel banget... [ lanjut ku ]
***Aku sudah betah juga bekerja di hotel Bi dan lagi Aku mau buktikan sama Papa dan Mama kalo Aku bisa mandiri. Ohiya Bi... tadi di dapur Bibi masak apa... Aku lapar... tadi tidak sempat makan di hotel... [ kataku lagi ]
***Bibi masak Opor sama goreng tahu tempe tadi... ya udah ayo... Bibi temani Non Hana makan di luar... [ ajak Bibi padaku ]
***Bi... Aku minta tolong boleh ya... antarkan makanan nya ke kamar Aku... aku lelah banget Bi hari ini...[ pinta ku pada Bibi ]
***Iya Bi... Bibi terima kasih ya.... [ kataku ]
Aku pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan kan badan ku supaya segar seperti sarannya Bibi tadi. Aku mandi tidak memakan waktu yang lama saat aku keluar kamar mandi Bibi pun masuk ke kamar ku membawa kan makanan yang tadi di masaknya.
***Permisi Nak Hana ini makanannya...Nak Hana sudah ya mandinya... [ tanya Bibi heran ]
***Iya Bi.... Aku sudah selesai... [ jawabku singkat ]
***Cepat sekali.... [ Bibi masih heran ]
***Iya Bi...tidak apa apa... Ohya..Bi.. mana makannya..[ tanyaku ]
***Itu... makanan nya sudah Bibi taruh di atas meja samping ranjangnya Nak Hana... kalo begitu Bibi keluar ya... [ kata Bibi ]
***Bi.... tidak usah keluar ya... temani Aku makan... [ pintaku ]
__ADS_1
***Baiklah...
Akhirnya Bibi tidak jadi keluar dan diam dikamar ku untuk menemani ku makan saat sedang makan Bibi mengatakan sesuatu kepadaku.
***Nak Hana....
***Iya Bi....???
***Nak Hana harus mulai belajar memasak mulai sekarang...
***Loh... Bibi mau kemana memangnya...???
***Bibi kemarin mendapat kan telpon dari kampung.... kalau saudara Bibi sakit dan Bibi harus pulang kampung untuk menjenguk nya...
***Oooh....ya sudah tidak apa apa Bi... Aku akan mulai belajar masak... dan semoga saudara Bibi cepat sembuh ya....
***Iya... terima kasih doa nya Non....
***Tuh...kan Bi.... Non lagi....
***Iya...iya....Nak Hana... baik baik di sini ya selama Bibi di kampung jaga kesehatan
***Iya Bi.... dan terima kasih ya Bi.... selama ini Bibi sudah mau menerima dan menemani Aku semenjak Papa meminta ku untuk pergi dari rumah...
***Iya... tidak apa apa Nak Hana... itu sudah menjadi kewajiban Bibi untuk menjaga dan menemani Nak Hana...
***Iya sih Bi....itu kan dulu... kalo sekarang kan Bibi sudah tidak bekerja sama Papa lagi... jadinya Aku merepotkan Bibi... terima kasih Bibi sudah mau di repotkan sama Aku...
***Iya...iya...loh... kenapa Nak Hana menangis....?
***Tidak kok Bi....Aku tidak apa apa....
***Ya sudah... kalo gitu... sini piring nya Bibi bawa keluar biar Bibi bersih kan... piringnya sudah tidak ada isi makanan...
***Hehehe.... sampai tidak kerasa kalo makannya sudah ludes...
***Iya...Nak Hana lapar sekali ya... ya sudah Bibi keluar dulu...
__ADS_1
Bibi keluar dari kamar ku membawa piring kotor bekas Aku makan tadi dan Aku....??!.. ya Aku merebahkan lagi badanku di atas kasur padahal baru selesai makan loh.
**Hhhhhhhhhhaah....