
waktu menunjukkan pukul 3 Muti segera keluar kamar untuk membantu ibu nya itu lah rutinitas Muti setelah pulang sekolah ia akan sholat istirahat dan mengulas kembali pelajaran yang di pelajari di sekolah kemudian selebihnya nya membantu ibu
"bu... bu... kemana ibu diwarung tidak ada di dapur juga ga ada di kamar mandi juga ga ada" Muti kembali ke depan rumah menuju warung nya "ibu dari mana kok warung di tinggal" Muti bertanya pada ibu nya yang baru datang dari sebelah barat rumah mereka
"ibu tadi liat lasmi dia ga sadarkan diri karena minum obat buat penggugur kandungan gitu jdi dia dibawa ke rumah sakit" ujar ibu
"kasih orang tua nya pasti shock melihat anak seperti itu" tambah ibu aku mengangguk anggukan kepala ku
"bu apa Adit udah pulang? Muti merasa ada yang kurang kalau tidak ada adik nya
" belum mungkin dia ikut lagi ekstrakurikuler dia kan paling aktif" jawab ibu "tuh baru aja di omongin udah nongol" tunjuk ibu
"assalamu'alaikum ibu dan kakak ku yang cantik Adit yang paling ganteng pulang mau langsung ke kamar buat ganti baju, permisi" ucap Adit yang baru datang sekolah langsung mencium tangan ibu dan kakak nya dan berlalu pergi ke dalam kamar nya setelah mengganti pakaian nya Adit duduk di karpet depan TV bersama kakak nya
"ganteng dari mana item gitu" cibir Muti sambil melirik adik nya yg baru duduk menemani nya
"tapi disekolah dirumah dan di madrasah Adit dikejar-kejar cewek lo Kak" jawab Adit
"klo disekolah kamu dikejar-kejar cewek pasti nakal gangguin cewek atau ngintipin cewek di wc" ha.... ha.... ha ..... ha
"klo di madrasah paling Ibu-ibu pengajian" tambah Muti Adit pun langsung cemberut melihat ibu nya duduk Adit langsung manja
__ADS_1
"bu kakak jahat banget sih masa adik nya yang ganteng imut dan manis ini di bilang item mana dikatain tukang ngintip truss fans nya Ibu-ibu" adu Adit "ya engga lah, anak ibu yang ini memang agak hitam tapi hitam si buah manggis yang terkenal sampai setasiun kereta api "kata ibu menjeda ucapan "ya walaupun agak hitam tapi terlihat manis dan banyak anak gadis yang ngantri" ucap Ibu sambil tersenyum
"tuh kan weee weee" Adit menggoda kakaknya
"ya gak bisa gitu bu item ya item aja" bela Muti "dari pada kakak kurcaci masa anak pertama tapi badan nya gak tumbuh-tumbuh pendek" balas Adit "ibuuuuuuu" Muti langsung mengejar Adit aksi kejar-kejaran dan perdebatan berlangsung lama sebelum Ibu yang melerai mereka berdua memang seperti tom and Jerry
"sudah ayo kak bantu ibu didapur kita siapa kan makan kamu Adit jaga warung
"siap laksanakan" ucap kedua nya serempak
setelah makan Adit langsung ke madrasah setelah adzan maghrib berkumandang aku dan ibu menunaikan kewajiban kami sebagai muslim Adit pulang setelah sholat maghrib trus kami belajar setelah itu baru membantu ibu menyiapkan perlengkapan untuk dagang besok itu lah rutinitas keluarga Muti dan biasa setelah semua selesai mereka tidur dan berdoa juga berharap esok akan lebih baik dari hari ini
begitu matahari dengan malu- malu naik keatas dan menunjukan diri seperti biasa ibu ,Muti dan Adit melakukan tugas masing-masing setelah selesai mereka sarapan dan meminta uang saku juga bekal makanan mereka menunggu jemputan lumayan abodemen gratis memang keluarga Muti bukan keluarga kaya raya mereka hanya keluarga sederhana
"makasih pak " Ucap Muti pada pak Kardi yang selalu mengantarkan nya
"iya sekolah yang pintar supaya bisa bahagia ibu mu nak" aku tersenyum mendengar jawaban pak Kardi
"Muti" panggil Livia "itu bokap lo" tanya Livia
"bukan tapi dia tetangga yang baik hati yang peduli pada orang di sekitar nya" jawab Muti mereka berjalan menuju kelas dikelas sudah ada sella yang duduk manis
__ADS_1
"Hai la kamu lagi apa " tanya Livia pada sella
"aku tuh lagi siapin rapat kelompok kita soalnya minggu ini kan tugas mingguan kita kelompok karena ada anggota baru jadi kita harus kasih tau yang lain nya dooong" jawab sela
"oke deh kalau gitu "Livia duduk disebelah sella dan aku ke belakang samping bangku mereka.
bel telah berbunyi tapi pelajaran belum di mulai 15menit kemudian ada yang memberi tahu kan bahwa jam pelajaran pertama kosong dan itu di manfaat sella untuk musyawarah tentang kelompok kami dan disepakati setiap hari Kamis kami akan belajar kelompok hari demi hari pun kelompok kami semakin akrab tapi ya gitu ada satu orang yang dingin banget siapa lagi kalau bukan Rangga Wijaya ya anggota kelompok belajar Muti ada 6 murid terdiri dari
Rangga Wijaya
Tio kusuma
Riza maulana
sella marselina
Livia agustin dan
Mutiara nursyamsiti
tapi mereka tetap kompak dalam mengerjakan tugas dari guru mereka malah mereka selalu dapat nilai bagus
__ADS_1