
Hari Minggu dilalui Muti dengan santai di rumah karena dia harus mempersiapkan untuk UAS besok di hari Senin setelah membantu ibu Muti kembali ke kamar Sedangkan Adit siap-siap karena hari ini dia akan latihan basket dan Paskibra sama teman-temannya Muti mempelajari pelajaran yang pernah ia pelajari di sekolah namun terhenti karena suara dering ponselnya tertera nama sayang ku
"treeeeeet treeeeeet Halo assalamualaikum kak" "mana wajah cantiknya sih gak kelihatan"
"Ihhhhj malu lah kak aku belum mandi"
"Biarin aja emang mau ke mana Cuman teleponan doang"
"Kakak baru bangun tidur ya"
"iya kamu lagi apa"
"lagi belajar Kak buat UAS besok"
"nanti aku nyontek ya"
"ya nggak bisa gitu lah Kak"
"belajar dong"
"kan kita pacaran yang"
"Ya nggak gitu konsepnya Kak, Emang kalau misalnya pacaran harus saling nyontek ya"
"Ya iyalah kan selama sekata"
"nggak gitu Kak tetap aja kita tuh Harus bersaing secara sehat, Oh ya Kak aku mau ngucapin banyak-banyak terima kasih ya Kakak udah kasih aku ponsel bagus terus Adit juga dikasih ponsel baru bagus lagi tapi Masih bagusan punya aku sih
"Iya dong aku tuh mau kasih yang terbaik buat pacar aku"
"sekali lagi Makasih ya Kak heee..he...he"
"cuman Makasih doang niih"
"terus maunya apa"
"untuk sekarang Sun jauh dulu aja duhh jadi kangen Aku ke rumah ya kita belajar bareng" "Enggak ah nanti akunya nggak konsen kalau deket kakak"
ya udah kalau gitu kamu belajar dulu aku mau sarapan dulu Nanti aku telepon lagi bye love you mmmuuuaaa
"iya udah Assalamualaikum love you too"Muti pun melanjutkan belajarnya tak terasa hampir jam 11.00 Ia pun keluar kamar menghampiri ibunya yang ada diwarung
"bu aku siapkan makan siang yaxkata Muti
"nggak usah kamu tunggu warung aja ibu yang akan siapin"
"ya udah kalau gitu" jawab Muti pas duduk sambil baca buku datang pembeli yang bernama Robi
"Hai Mut"
"eh Bang Robi mau beli apa Bang"
"beli rokok sebungkus"
"ya udah sebentar, nih Bang rokoknya"
"nih uangnya Mut"
"kamu gak kemana-mana Mut ini kan hari libur"
"enggak bang lagi persiapan buat UAS"
"oh terus sekarang kamu kok ada di warung nggak belajar"
"ini bang sambil belajar"
"ada waktu gak kita jalan yuk ke warung bakso pinggir Gang sana"
"boleh deh sekalian aku juga pusing nih dari tadi belajar nggak masuk-masuk"
"Ya udah yuk"
"Bentar Bang izin dulu sama Ibu"
"Ya udah sana izin dulu boleh"
__ADS_1
"bu Muti boleh gak ke warung bakso pinggir Gang sama ka robi"Muti meminta izin
"bukannya mau makan"
"iya sih tapi pengen yang pedes-pedes biar gak mumet bu"
"ya udah sana"
"tapi Siapa yang jagain warung bu"
"Biarin aja nggak ada pembeli ini ibu juga sebentar lagi"
"ya udah kalau gitu Muti ambil uang ke kamar dulu, bBu Muti pergi ya"
"yuk Bang aku udah izin kok sama ibu"
Robi dan Muti pun memesan bakso
"denger-denger kamu loncat kelas lagi ya pertanyaan Robi mengawali percakapan mereka "alhamdulillah Iya Bang" abis buru-buru Pengen lulus sekolah biar cepet kerja Bang bantuin Ibu kasihan"
"kirain mau nikah"
"nggak lah Abang pengennya Nanti aja kalau misalnya udah punya kerja tetap"
tak lama pesanan bakso pun datang "ini Neng mas baksonya"
"Makasih ya Mas" saat Muti mengambil sambel dikejutkan dengan suara yang sangat ia kenal "jangan banyak-banyak yang sambelnya nanti sakit perut"Muti terkejut langsung menoleh
"lagi ngapain Kakak di sini" tanya Muti
"lagi buntutin pacarnya takut ada yang nyolong" "emang situ siapa"timpa Robi
"kenalin Aku pacarnya" jawab Rangga
"lah tanya aja"
"emang bener Mut dia pacar kamu" tanya Robi
"iya Bang" jawab Muti
"biarin apa urusannya sama lo"Rangga pun mulai terbawa emosi
"ya nggak cuman takut ngeganggu pendidikan nya aja" Jawab Robi tak mau kalah
"udah kak gak enak nanti banyak yang liat"
"suapin yang" peringatan Rangga "Mas es jeruk 1" es jeruk pun datang
"Jadi berapa semua Mas"
"40.000"
"nih" Rangga mengeluarkan uang Rp50.000 kembaliannya ambil aja"ucap Rangga
"bakso Muti sama gue nih biar gue bayar sendiri" ucap Robi sambil menyimpan uang seratus ribu dia pikir Rangga bukan orang kaya padahal Rangga punya semua pasilitas dari mobil motor sampai kartu kredit.
"gak usah abil lagi aja duit lo, yang pulang yu" ajak Rangga
"tapi kan belum habis kak" jawab Muti dengan polos
"udah nanti aja lagi, Sorry ya gue balik duluan" ucap Rangga
Muti dan Rangga pun berlalu tapi mereka tidak pulang ke rumah Muti melainkan ke taman "ngapain kamu jalan berdua sama cowok lain" tanya Rangga
"tadi itu aku pusing pengen makan Yang pedes-pedes supaya bisa konsen lagi belajar eh ada Bang Robi mau ke sini ngajakin lagi ya udah sekalian aja" jawab Muti dengan kepolosan nya
"Lain kali kalau misalnya mau ke mana pun atau mau apapun telepon aku aku pasti langsung datang aku nggak suka ya cewek aku jalan ngobrol ketawa-ketiwi sama cowok lain" penjelasan Rangga
"iya maaf kak ya udah yuk pulang"
"kenapa nggak mau jalan sama aku"
"bukan gitu Kak aku tuh izin sama Ibu sebentar cuman beli bakso doang"
"Ya udah ayo cepetan" mereka pun pulang ke rumah tapi sebelumnya belok dulu ke warung bakso yang tadi buat beli bakso "Assalamu'alaikum'' salam Rangga dan Muti "Wa'alaikumsalam lah bukannya tadi bareng Bang Robi" tanya ibu
__ADS_1
"Iya Bu tapi tadi di jalan ketemu Kak Rangga trus Bang Robi nya pulang duluan" jawab Muti
"Oh ya udah masuk gih" perintah ibu
"sekalian Bu ini kak Rangga beliin bakso"ucap Muti
"kenapa mesti beli bakso kan ibu bisa siapin makan"
"gak papa Bu sekali-kali" timpa Rangga
"ya udah kalau gitu nggak enak kalau dingin"
"loh kak ini banyak banget baksonya"
"ya kan Ibu 1 aku 1Kamu 1Adit 1"
"Kan aku tadi udah"
"gak papa makan lagi aja kan tadi cumadikit"
mereka pun akhirnya makan bakso "Assalamu'alaikum Adit anak paling ganteng pulang" suara keras Adit menggelegar
"Dih narsis dia mah" Muti mencibir
"wow benar-benar rezeki anak soleh Aku Kebagian nggak nih nggak" Adit yang slonong boy
"Nggak" ucap Muti
"gak mungkin lah kalau ibu sama kak Rangga tuh orangnya baik nggak kayak kakak pelit"goda Adit
"dasar item" balas Muti
"dasar cebol" Adit pun membalas
"Bu Adit" keluh Muti Rangga haya tersenyum dia merasakan senang berada di tengah tengah keluarga Muti
"ihhh aku nggak cebol ya" jelas Muti tak Terima
"dia nya aja kayak jelangkung" tambah Muti
"Dih aku tuh sama Kak Rangga tinggi siapa coba tinggi Kak Rangga lah, Tapi Kakak lihat aku sama kakak tinggian aku padal yang lahir duluan itu kan kakak" jawab Adit
"Biarin kecil juga cabe rawit banyak keunggulan nya cantik imut lagi" Rangga pun tak mau kalah "iya deh iya eeehh mentang-mentang ada yang belain" ucap Adit pura pura mengalah
"udah cepetan nih makan baksonya Ibu udah siapin" ucap Ibu adalah aji pamungkas perdebatan
"Makasih ibu ku sayang" ucap Adit dengan manja
Mereka pun makan bakso dengan lahap setelah selesai Ibu dan Muti membereskan meja makan Adit dan Rangga pergi ke kamar Adit
"Dit di kamar kamu kok gak ada apa-apa sih" ucap Rangga
"emang harus ada apa Kak" jawab Adit soal nya persaan kamarnya hampir sama dengan teman teman nya
"Ya ada PS gitu" ucap Rangga
"ya mana kebeli Kak yang kayak gitu aku tuh udah untung bisa makan bisa jajan itu pun kerja keras ibu kalau aku cuma minta doang Kasihan kalau aku mintanya yang neko-neko" jawab Adit pasrah "kalau aku beliin mau nggak"ucap Rangga
"Nggak ah kak makasih bukannya nolak Bukannya nggak mau cuman aku tuh lagi ngejar prestasi buat kalahin kak Muti supaya bisa cepat lulus terus cepat kerja bahagiain Ibu deh setelah itu baru aku bisa beli apapun yang aku mau tapi tentunya yang aku butuhin" jawab Adit dengan semangat
"kamu tuh hampir sama ya kaya Muti" timpa Rangga
"ya iya lah kak aku sama kak Muti itu satu pabrik Kak cetakannya sama ya pasti hasilnya juga hampir sama cuman bedanya tuh kamu di versi cewek aku versi cowok"jawab Adit
"tok....tok....tok..Dit ada temen kamu tuh" panggil ibu
"iya Bu bentar"Adit dan Rangga pun keluar kamar " "yang kayaknya udah sore nih aku pulang dulu ya jangan keluar sama cowok lain Apalagi gak kasih tau aku" ucap Rangga posesif
"iya kak Ya udah pamit ke ibu dulu gih" jawab Muti
Mereka pun menghampiri ibu di warung
"Bu aku pamit pulang dulu ya takut kemalaman sampai rumah" izin Rangga
"ya udah hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut" jawab ibu
__ADS_1
"iya Bu Assalamu'alaikum" pamit Rangga "Wa'alaikumsalam" Rangga Pun pulang ke rumah setelah Rangga pulang Muti Adit Ibu Pun melakukan rutinitasnya kembali