Takdir Janda Idiot

Takdir Janda Idiot
Episode 2. Belajar berkendara.


__ADS_3

Keesokan harinya Bella sedang berjalan-jalan di desa, sambil memainkan jari-jarinya dan mengeluarkan api dari tangannya.


Bella juga membutuhkan pekerjaan agar dia makan dengan hasil kerja sendiri dan tidak meminta kepada orang lain..


"Hmm hm hm,, hmm hm hm,,"


"Permisi bu, apa disini ada lowongan kerja buat saya.?"


"Kamu bisa apa??"


"Saya bisa apa saja bu, saya bisa nyuci, ngepel, beli makanan, dan saya mau disuruh apa saja bu."


"Ohh,, maaf, saya sedang mencari yang bisa masak"


"Oh, yasudah bu, terimakasih"


Bella pun berjalan lagi dan mencari pekerjaan yang lain.


"Hmm hm hm, hmm hm hm... Permisi bu, apa ada kerjaan buat saya.?"


"Oh, ada mbak, tapi mbak bisa bawa motor nggak.?"


"Tidak bu,"


"Waduh sayang sekali, karena saya sedang mencari orang yang bisa bawa motor untuk antar jemput anak saya."


"Ohh, yasudah bu, terimakasih."


Kemudian Bella berjalan lagi dan mencari pekerjaan yang lain lagi, namun disaat Bella hendak menyeberang jalan, tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang hampir menabrak Bella.


"Hei kalau jalan lihat-lihat dong, gimana si, mau mati lu ya.?"


Bella pun hanya diam sambil berfikir, sepertinya Bella pernah melihat orang itu, kemudian Bella teringat saat melihat berita di TV, dan ternyata itu adalah buronan yang sedang dicari oleh polisi.


Setelah menyadarinya Bella pun mengejar orang itu, orang itu mengendarai motornya sangat kencang, Bella pun tidak dapat mengejarnya, kemudian di tempat yang sepi, Bella bermain dengan apinya lagi dan sekali lagi api itu keluar dari seluruh tubuhnya dan semakin besar, karena terlalu besar, api itu membuat Bella melayang di udara, Bella pun menyadari itu dan kemudian Bella membuat api itu semakin besar sehingga Bella melayang sangat tinggi, kemudian Bella memposisikan badannya seperti tengkurap di langit, lalu Bella memperbesar apinya lagi dan membuat dorongan sehingga Bella dapat melaju kencang di udara, dan Bella pun akhirnya bisa terbang bebas.


Kemudian Bella mencari buronan itu dari udara, dan kemudian Bella melihat buronan itu sedang melaju di jalan yang kanan kirinya terdapat sawah yang luas.


Lalu Bella pun terbang menuju buronan itu, Bella terbang dengan sangat cepat, dan seketika langsung sampai di atas buronan itu, namun karena Bella belum bisa mengontrol apinya denga baik, Bella tidak dapat berhenti tepat di hadapan buronan itu dan kemudian Bella jatuh ke sawah, buronan itu pun berhenti karena kaget dan kemudian turun untuk melihatnya, lalu Bella bangun dan berdiri, baju yang di pakai Bella juga terbakar habis, kemudian Bella melihat buronan itu dan langsung menghajarnya dan melumpuhkannya, orang-orang yang berada di sawah melihat kejadian itu dan kemudian menghampirinya, karena Bella dalam keadaan telanjang, Bella secepat mungkin menelanjangi buronan itu dan mengambil pakaiannya untuk dipakai oleh Bella.


Orang-orang pun tiba disana dan melihat buronan itu, dan orang-orang disitu pun tahu bahwa itu adalah buronan yang sedang dicari oleh polisi, kemudian Orang-orang itu membawa buronan itu ke kantor polisi, dan meninggalkan Bella dan motor buronan itu.


Bella pun ditinggal sendirian, dan terus memandangi motor itu, karena penasaran, Bella pun mencoba untuk mengendarainya.


Disaat Bella menaiki motor itu, Bella kebingungan, bagaimana cara menyalakannya.? Kemudian Bella melihat tombol-tombol yang ada di setang motor dan menekannya satu persatu, Bella menekan tombol klakson, sontak Bella pun kaget mendengar bunyi klakson yang kencang, kemudian Bella menekan tombol lainnya dan akhirnya Bella menekan tombol starter, akhirnya Bella berhasil menyalahkan motornya, namun Bella belum tahu cara menjalankannya, Bella memegang setang gas dan memutar-mutar gasnya sehingga motor itu berbunyi sangat kencang, kemudian tanpa sengaja Bella menginjak persneling gigi, dan karena Bella tidak menekan koplingnya, motor itu pun langsung berjalan sangat cepat, dan Bella pun panik tidak bisa menghentikannya, akhirnya Bella terjungkal ke sawah.


"Aaaww, sakit sekali punggung ku, ternyata susah sekali mengendarai motor."


Kemudian Bella pun kembali berdiri, dan karena Bella takut terjatuh lagi, Bella pun mendorong motornya, namu karena giginya tidak dinetralkan, Bella sangat kesulitan mendorongnya, lalu Bella menggunakan kekuatannya untuk mendorong motornya, namun karena giginya belum netral rodanya pun berputar sehingga membuat mesinnya menyala, dan Bella juga menarik gasnya sehingga motornya melaju kencang, namun Bella tidak melepaskannya dan kemudian Bella menaikinya, Bella mencoba mengontrol arahnya agar tidak terjatuh kedalam sawah lagi, namun didepan ada orang yang sedang nongkrong di sebuah jembatan kecil, ada yang sedang pacaran dan ada juga yang jomblo.


Bella terus melaju ke arah mereka, dan Bella tidak dapat menghentikannya..


"Awasss..!! Minggir jangan disitu, aku tidak bisa menghentikannya, awass..!!"


"Woy, woy apa-apaan cewek itu, hei berhenti..!"

__ADS_1


Bella pun hampir menabrak mereka namun mereka dapat menghentikan motornya, akhirnya Bella pun merasa lega karena motornya sudah berhenti,


"Huhh,, akhirnya berhenti juga, terimakasih ya mas.."


"Hei, kamu kalau tidak bisa bawa motor mending tidak usah neik motor.!"


"Maaf mas saya baru belajar, dan saya belum tahu cara mengendarai motor, apa mas mau mengajari saya..?"


Pemuda yang mempunyai pacar sebenarnya ingin mengajarinya namun dilarang oleh pacarnya, tapi pemuda yang masih jomblo ternyata mau untuk mengajarinya.


"Emm, bagaimana kalau aku yang mengajarimu, apa kamu mau.?"


"Iya mas saya mau."


Bella pun merasa senang karena ada yang mau mengajarinya cara mengendarai motor, mereka pun pergi ke sebuah lapangan terdekat,


"Oh iya namamu siapa.??"


"Nama saya Bella mas, nama mas siapa.?


"Namaku Doni."


"Oh iya mas Doni"


"Doni aja gak usah pake mas.!"


"Baiklah Doni"


Setelah mereka berkenalan kemudian Doni memberi tahu cara-cara mengendarai motor, setelah Doni memberi tahu caranya, kemudian Bella mencoba mempraktekkannya, namun Bella belum bisa mengontrol gasnya sehingga Bella berkali-kali terjatuh dan jumping, kemudian Doni mengajarinya dengan ikut naik dibelakang Bella.


"Siapa namamu.?"


"Nama saya Bella pak"


"Kamu siapanya Doni?"


"Saya temannya Doni pak"


"Terus kamu orang mana?"


"Saya dari desa Legok pak"


"Ohh, desa yang di tengah hutan itu ya?"


"Iya pak"


"Saya dengar di desa itu ada sebuah meteor jatuh dan menimpa salah satu rumah warga, apa itu benar.?"


"Benar pak dan itu rumah saya"


"Oalah itu rumah kamu, lalu bagaimana dengan keluagamu.?"


"Keluarga saya meninggal semua pak hanya saya yang selamat dari kejadian itu"


"Yaa,, saya turut berdukacita atas kepergian orang tua kamu ya,"

__ADS_1


"Anak saya juga ikut meninggal bersama mereka pak."


"Ohh jadi kamu sudah punya anak?"


Doni yang mendengarnya sedikit terpukul, karena sebenarnya Doni suka kepada Bella.


"Lalu dimana suamimu.?"


"Suami saya sudah meninggalkan saya sejak lama pak."


"Ohh, jadi kamu seorang janda.?"


"Iya pak"


"Lalu kalau boleh tau sudah berapa tahun usia anakmu?"


"Anak saya meninggal di usia 1 tahun pak,"


"Ohh jadi kamu belum lama menikah ya"


"Saya menikah baru 2 tahun pak."


"Ohh gitu,,, lalu kamu tinggal dimana sekarang.?"


"Saya belum punya tempat tinggal pak, selama ini saya tidur di emperan toko, atau di pos ronda pak."


"Oalah kasihan sekali kamu, kalau begitu malam ini kamu boleh tidur di sini yah, nanti saya akan bicara kepada pak RT."


"Terimakasih banyak pak"


Akhirnya Bella diijinkan untuk tidur di rumahnya Doni, Doni yang tadinya terpukul karena mendengar Bella sudah punya anak, sekarang merasa sedikit lega, karena ternyata Bella adalah seorang janda, dan Doni pun masih ingin mendekatinya, karena Bella gadis yang cantik dan baik.


Setelah dua hari kemudian, akhirnya Bella pun sudah bisa mengendarai motor, kemudian Bella mendatangi orang yang kemarin menawarkan pekerjaan antar jemput, dengan membawa motornya.


"Permisi bu, apa aku sudah bisa diterima bekerja di tempat ibu.? Saya sudah bisa mengendarai motor bu."


"Ohh kamu yang kemarin ya, maaf ibu sudah mendapatkan pekerja lain."


"Ohh begitu ya bu, yasudahlah aku permisi ya bu"


Bella pun belum mendapatkan pekerjaan, dan akhirnya Bella pun pulang ke rumah Doni, karena disitulah Bella merasa nyaman dan orang tua Doni pun sudah mengizinkannya.


Disaat Bella berada di rumah Doni dan bersama Doni, Bella melihat sudah berita di TV dan berita itu menyiarkan bahwa para polisi sedang mencari orang yang sudah menangkap buronan yang mereka cari, karena dari bekas luka yang diterima oleh buronan itu tidak ada yang sama dengan orang-orang yang mengantarkan buronan itu ke kantor polisi, dan kemudian Bella merasa bahwa dirinya yang telah menangkap buronan itu, kemudian Bella ingin sekali kesana dan memberi tahu bahwa Bella lah yang telah menangkapnya, karena mereka bilang dia akan diberi imbalan yang banyak.


"Hei itukan orang yang kemarin aku pukul" ujar Bella yang melihat wajah buronan itu di TV


"hahh maksudmu kamu yang menangkap buronan itu Bella.?"


"Iya Doni, itu aku yang menangkapnya, baju ini yang aku pakai juga baju orang itu dan motor itu juga"


"Hah, yang benar saja kamu.?"


"Doni, bisakah kau mengantarku kesana..?"


Doni pun kebingungan dan tidak percaya kalau Bella yang sudah menangkap buronan itu, namun Bella terus memaksa Doni untuk mengantarkannya ke kantor polisi itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2