Takdir Janda Idiot

Takdir Janda Idiot
Episode 3. Sebuah penghargaan


__ADS_3

Karena Bella memaksanya akhirnya Doni pun menuruti keinginannya dan mengantarkan Bella ke kantor polisi, sesampainya disana Bella diminati keterangan dan di periksa sidik jarinya, setelah diperiksa, sidik jarinya ternyata sama dengan sidik jari yang ada di bekas luka buronan itu, kemudian Bella diajak menemui buronan itu untuk memastikannya, ketika buronan itu melihat Bella, buronan itu langsung marah.


"Hey kau gadis bugil sialan, beraninya kau memukulku, dan itu bajuku, cepat kembalikan padaku..!"


"Aku tidak mau! karena aku tidak mempunyai baju selain baju yang kupakai ini."


Setelah dipastikan akhirnya polisi pun percaya bahwa Bella yang telah menangkap buronan itu, namun Doni masih tidak percaya, tapi memang itulah faktanya.


Kemudian Bella mendapatkan sebuah penghargaan karena telah membantu menangkap buronan yang sedang dicari-cari oleh polisi.


Di saat Bella menerima penghargaan itu Bella dikelilingi begitu banyak wartawan, dan akhirnya berita tentang orang yang telah menangkap buronan itu menyebar di mana-mana, para warga di desa Legok melihat berita itu sangat terkejut, karena orang yang telah menangkap buronan itu adalah Bella, namun para warga masih belum percaya bahwa itu adalah Bella, karena Bella yang mereka tahu adalah seorang gadis idiot, cupu, dan tidak pernah merawat dirinya.


"Hei bukankah itu Bella.?" ujar salah satu warga di desa Legok


"Aku rasa bukan, dia hanya orang yang mirip dengan Bella, dan coba kalian perhatikan.! orang itu berambut merah dan teratur selain itu sifatnya juga berbeda, tidak seperti anak idiot."


"Ya benar.! Bella itu adalah anak yang idiot dan dia juga sudah mati kan..?"


Semu warga di desa Legok itu membicarakan tentang Bella, dan mereka masih tidak percaya walaupun gadis itu sudah memberitahu bahwa namanya adalah Bella.


Kemudian Bella keluar dari kantor polisi dan Bella bingung dengan penghargaan yang dia terima yaitu berupa uang sebesar 10 juta rupiah.


"Doni menurutmu uang ini bisa untuk apa saja.?" tanya Bella meminta pendapat dari Doni.


"Menurutku kamu lebih baik menyimpannya, dan menggunakannya saat kamu membutuhkannya."


"Baiklah kalau begitu aku ingin membeli baju untuk mengganti baju tetanggaku yang sudah aku pinjam."


"Baiklah kalau begitu ayo aku antarkan kamu ke toko baju di pasar."


Kemudian Bella dan Doni pergi ke pasar untuk membeli baju, sesampainya di toko baju Bella melihat pakaian yang menurutnya sangat bagus dan cocok untuknya.


karena begitu banyak pilihan baju-baju yang bagus, Bella pun kebingungan, dan akhirnya Bella membeli beberapa baju di sana untuk mengganti baju yang dia pinjam dan untuk dirinya sendiri.


"Ada yang mau kamu beli lagi Bella, selagi kita masih di pasar.?"


"Oh iya aku lapar, Aku ingin membeli makanan, apa kamu juga lapar Doni.?"


"Aku tidak begitu lapar Bella, tapi kalau kamu mau beli makanan, aku akan menemanimu."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ayo kita makan bersama saja."


Kemudian mereka berdua makan bersama disebuah warung bakso.


Setelah mereka makan kemudian mereka kembali ke rumah Doni, lalu Bella meminta izin kepada Doni untuk kembali ke desanya sebentar, dan Doni pun mengizinkannya.


Kemudian Bella pulang ke desanya dengan membawa motor yang dia dapat dari buronan itu, kemudian Bella mendatangi rumah orang yang sudah dipinjami bajunya.


"Permisi Bu,, saya mau mengembalikan baju ibu yang saya pinjam, tapi karena baju itu rusak saya menggantinya dengan yang baru."


Bella pun mengganti bajunya dengan baju yang baru dan baju itu juga harganya lebih mahal dari baju yang Bella pinjam, orang itu pun merasa senang, namun dia masih belum percaya dan bertanya-tanya apakah memang benar itu adalah Bella.?


"Baju sudah saya kembalikan saya izin pamit ya Bu."


"Tunggu dulu.! aku masih penasaran denganmu, dan apa benar kamu adalah Bella.?"


Bella pun tidak menjawabnya dan kemudian melangkah pergi, karena jika dijawab pun dia tidak akan percaya.


"Tunggu..! Aku akan menunjukkan di mana kuburan keluargamu berada."


Bella mendengarnya pun merasa senang, dan kemudian meminta orang itu untuk menunjukkannya.


Kemudian orang itu pun mengajak Bella melihat kuburan keluarganya, setelah sampai di kuburan itu Bella pun menangis sejadi-jadinya karena dia tidak melihat saat-saat terakhir keluarganya meninggal.


Setelah melihatnya orang itu pun kemudian percaya bahwa dia adalah Bella, namun yang menjadi pertanyaannya mengapa Bella bisa berubah seperti itu, dari segi penampilan, tutur kata, dan sifatnya semuanya berubah, kemudian orang itu pun bertanya kepada Bella,


"Bella mengapa kau bisa berubah secepat itu, apa yang kau lakukan dengan dirimu.?"


Bella pun tidak menjawabnya, namun Bella menunjukkan sesuatu kepadanya, dan Bella menunjukkan kekuatan yang dia miliki, Bella mengeluarkan api dari tangannya di hadapan orang itu, orang itu pun sontak terkejut dan tidak percaya.


"Apa maksudnya ini siapa kamu sebenarnya.?"


Orang itu melihat Bella mengeluarkan api dari tangannya, sontak ketakutan dan kemudian menjauh darinya.


Setelah Bella melihat kuburan keluarganya Bella pun merasa lega, dan kemudian Bella kembali ke rumah Doni.


"Hai Bella kamu sudah kembali.? tapi kenapa kau menangis, apa yang terjadi denganmu.?"


"Aku habis melihat kuburan keluargaku" ujar Bella seraya dirinya menangis dan bersedih.

__ADS_1


Doni pun mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk menenangkan pikirannya, kemudian malam pun tiba.


Setelah tahu bahwa Bella telah mendapatkan sebuah penghargaan, orang tua Doni menyuruhnya untuk menginap di kontrakan saja, karena dia sudah mendapatkan uang tentunya dia bisa membayarnya, kemudian orang tua Doni mengajak Bella ke kontrakan yang masih kosong, dan menyuruhnya untuk menginap di situ saja.


Hari demi hari pun berlalu, dan kini Bella sudah mendapatkan tempat tinggal, pakaian, dan kendaraan, meskipun kendaraan itu hasil rampasan.


Pada suatu hari Bella sedang bermain di rumah Doni, Dan Bella melihat sebuah acara di TV, Bella melihat sebuah berita yang di mana berita itu menayangkan sebuah insiden perampokan di sebuah Bank, Bella pun sangat ingin membantu meringkus para perampok bank tersebut, dan akhirnya Bella memutuskan untuk menuju ke sana.


Di TKP terlihat banyak sekali polisi yang sedang mengepung para perampok di sana, dan para perampok itu sedang menyandera beberapa orang di dalamnya, kemudian Bella pun datang dan tanpa ragu Bella langsung maju dan melawan para perampok itu, para perampok melancarkan tembakannya untuk menghentikan Bella, namun dengan sangat gesit Bella dapat menghindari semua peluru-peluru yang dilancarkan oleh para perampok itu dan kemudian Bella meringkus dan melumpuhkan mereka.


Para polisi yang melihatnya pun kaget dengan melihat seorang gadis yang masih muda dapat meringkus para perampok di bank tersebut.


Di sana juga ada wartawan yang sedang meliputnya, dan sekali lagi berita tentang Bella pun tersebar di mana-mana.


Setelah semuanya selesai Bella diajak ke sebuah studio untuk diwawancarai bersama dengan para polisi di sana.


Semua orang kagum padanya, karena di usianya yang masih muda dia dapat membantu para polisi untuk melawan kejahatan, dan sekali lagi Bella mendapatkan sebuah penghargaan dari aparat kepolisian.


Setelah itu Bella pun kembali ke kontrakannya, karena Bella sudah menyadari kekuatannya dan dapat membantu orang banyak, kemudian Bella memutuskan untuk melatih dirinya supaya Bella dapat menggunakan kekuatannya dengan baik dan menjadi OP.


Hari-hari pun berlalu, dan Bella terus melatih dirinya dengan kekuatannya, Bella berlatih di tempat yang sangat sepi dan jauh dari desa, namun Doni yang penasaran dengan apa yang sedang Bella lakukan, karena di setiap Doni ingin bertemu, Bella selalu menghindar, Dan suatu saat ketika Bella pergi untuk berlatih, Doni pun mengikutinya karena penasaran.


Setelah sesampainya Bella di tempat latihannya, Doni mengintipnya dari belakang semak-semak, kemudian di situ Doni melihat Bella membuka bajunya hingga telanjang bulat, Doni berpikir bahwa Bella akan melakukan hal yang tidak senonoh, namun ketika Doni memperhatikannya, di situ Bella mengeluarkan api dari tubuhnya dan mulai berlatih.


Doni yang melihat hal itu sontak terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dan di dalam hatinya bertanya-tanya, siapa dia, makhluk apa dia, mengapa dia bisa mengeluarkan api dari seluruh tubuhnya, apakah ini sebuah mimpi..?


Karena Doni merasa ketakutan ketika itu, Doni pun memutuskan untuk menjauh saja dan melupakan Bella, namun ketika Doni melangkah, tanpa sengaja Doni menginjak kotoran binatang sehingga membuat Doni bersuara.


"Waduh apaan nih?" ujar Don ketika dia menginjak kotoran hewan itu, dan kemudian suara Doni pun terdengar oleh Bella.


"Hei siapa di sana.?" ujar Bella dan langsung memakai bajunya.


Doni pun merasa takut dan segera lari, namun seketika itu Bella langsung berada di depannya, Doni pun kaget bukan kepala dan meminta ampun kepada Bella untuk tidak membunuhnya.


"Ampun,, jangan bunuh aku, aku tidak sengaja melihatnya." ujar Don seraya dirinya ketakutan


"Haaah..! Doni.! kamu..!!"


******

__ADS_1


__ADS_2