TakdirTakPernahSalah

TakdirTakPernahSalah
Menjelang Pernikahan


__ADS_3

** pagi hari


Aisyah yang sejak shubuh setelah selesai sholat langsung membantu bik ani memasak di dapur.  Hingga pukul 7 pagi semua sarapan sudah selesai di meja makan. Tak lama dinda pun keluar .


Dinda : " Hmmm Bagusss jika kamu tau diri . Emang kamu seharusnya jadi pembantu dirumah ini bukan jadi anak nyonya besar ."


Aisyah : " Saya melakukan ini hanya semata semata menjalankan tugas saya sebagai perempuan yang harus tahu dapur ."


Dinda : " Kamu nyindir saya ? " Teriak dinda sambil mendorong tubuh Aisyah


Adam : " ada apa ini ? Pagi - pagi sudah pada ribut ."


Dinda : " anak kamu ini mas , dia berbicara tidak sopan pada ku seperti nya ia masih belum terima jika aku akan menjadi mama baru nya ."


Adam : " apa itu benar Aisyah ? Sudah papa bilang  bahwa kamu harus hormat kepada tante dinda karna sebentar lagi ia akan menjadi mama kamu ."

__ADS_1


Aisyah : " Tapi paa , Aisyah tidak ada bicara seperti itu ."


Adam : " Haaa sudahlah tidak usah banyak alasan saya mau sarapan dan tidak mau ada keributan lagi ."


Aisyah pun menunduk dan langsung menarik kursi di meja makan setelah itu pun mereka sarapan bersama .


Setelah selesai sarapan adam dan Aisyah pun pergi ke butik untuk fitting baju pengantin mereka yang akan di laksanakan besok .


Aisyah pun setelah selesai sarapan langsung membereskan makanan dan mencuci piring - piring itu . Dan membantu bik ani melakukan pekerjaan lain .


Aisyah : " Bik apakah tante dinda tidak memiliki keluarga ?"


Bik ani : " Setahu saya ada nona namun di luar negeri mereka bahkan belum pernah kesini non ."


Aisyah : " Benarkah ? Lalu bagaimana mereka akan menikah sedang kan ayah nya tante dinda saja tidak hadir ?"

__ADS_1


Bik ani : " saya tidak tahu non , sebaiknya non Aisyah jangan ikut campur karna non dinda sangat lah kejam ia tidak segan-segan melukai non Aisyah jika sesuatu yang di inginkan nya gagal ."


Aisyah : " Emm baiklah bik saya mengerti ."


Setelah sholat isya Aisyah pun langsung masuk kamar nya ia tidak memperdulikan para wo yang telah sibuk di rumah itu .


Setelah Aisyah sholat Isya , ia mengambil foto ibu nya .


Aisyah : " Maa , Maafkan papa karna tidak bisa menjaga cinta kalian berdua . Aisyah juga tidak tahu mengapa papa seperti itu . Tapi Aisyah yakin papa pasti lebih mencintai mama daripada tante dinda . Aisyah juga tidak tahu apakah Aisyah bisa menerima tante dinda sebagai mama Aisyah . Rasanya ini terlalu cepat untuk itu Ma ."


Setelah berbicara kepada foto mama nya ia pun memeluk foto itu hingga ketiduran .


Tak lama kemudian Papa nya pulang dan mengintip Aisyah.


Adam : " Maafkan papa nak , Papa lakukan ini semua karna kamu . Demi kehidupan kamu ke depan nya , papa tidak ingin kamu menderita karena papa . Cukup mama mu saja lah yang mengalami nya dulu kamu jangan . Papa yakin kelak kamu akan bisa mendapatkan suami yang bisa menjaga mu tidak seperti Papa mu ini nak ." Ucap adam sambil menangis

__ADS_1


Kemudian Ia pun menutup pintu Aisyah kembali dan pergi ke kamar nya .


__ADS_2