
Ruangan bu Mirna
tok tok tok
"silakan masuk" kata seorang wanita paruh baya yang kira kira umurya berumur 40an
" permisi bu, ini saya Selin mau ngantar teman saya mau lamar kerja sebagai OB juga" kata selin berbohong mengatakan Lia adalah temangya dengan alasan supaya Lia di terima kerja di perusaan itu
bu mirna menurunkan kacamata hitamnya dan menatap Lia dengan terpesona melihat aura kecantikan dari Lia, ia tak percaya gadis secantik itu melamar kerja jadi OB
"astaga cantik sekali gadis ini, kok mau jadi OB ya? pasti perwatannya mahal, mukanya mulus trus kulitnya sangat putih bersih" batin bu mirna
Selin bergegas meninggalkan Lia di ruangan bu Mirna mengingat sebelum Selin disuruh mengantarkan Lia dia sedang membersikan Lobi
" bu kalo begitu saya permisi dulu" kata Selin membuyar lamunan bu Mirna
"oh iyiy" jawab bu Mirna
bu Mirna berdehem untuk memulai perbincangan..
"apa benar kamu mau melamar kerja disini?"tanya bu Mirna
"iya bu"
"kamu kok cantik2 mau jadi OB? jarang jarang loh ada anak muda seperti kamu jadi OB, emang kamu gak malu?" tanya bu Mirna
Lia sdah menduga pasti ibu Mirna akan mengatakan hal serupa seperti dikatakan oleh Pak satpam, dan juga selin padahal dalam hatinya dia tidak cantik biasa biasa saja.
__ADS_1
" saya rela bekerja apa saja asalkan itu halal" jelas lia
"ok kalau begitu mana berkas2 kamu, saya mau lihat"
" ini bu" sambil memberikan berkas berkasnya Lia sangat tenggang takut di tolak..
setelah melihat berkas berkas yang lia siapakan, semua memenuhi syarat akhirnya Lia diterima kerja
"ok mulai hari ini kamu diterima dan sudah boleh bekerja, selamat bekerja"
"terimah kasih bu" kata lia dengan senang dan langsung menjabat tangan bu mirna
"pekerjaan kamu membuat minuman kepada semua karyawan tapi tenang saja ada OB lainya yang akan membantumu, dan kamu harus membersihkan ruangan CEO karna besok Bos akan pulang dari London dan terus kekantor usahakan jangan membuat saya kecewa" kata buMirna dengan tegas
" baik bu"
saat Lia sedang membagikan kopi kepada karyawan ada sepasang mata yang tidak senang melihat lia karena dianggap ganjen karena sudah menjadi pusat perhatian para karyawan laki2 siapa lagi kalo buka Fina yang tidak senang ad perempuan yang lebih cantik darinya.
" ini bu minumnya"kata Lia pada saat dia ingin menaruh kopi panas di meja fina tiba2 fina menyenggol tangan lia sehinggah kopi panas itu terkenah tangan lia
"Auw"pekik lia
"maaf maaf aku gak sengaja" bohong fina padahal dia memang sengaja menyenggol lia karena sakit hati karena lia sedari tadi sudah menarik perhatian semua karyawan laki2 dan perempuan karena kagum akan kecantikan Lia..
"gpp bu" kata lia ingin sekali ia menangis bukan karena dia taw fina sengaja menyenggolnya tapi kopi itu sangat panas
saat lia sedang menahan panas dari kopi itu lia tiba2 ditarik oleh seorang laki2 putih tampan yang berbadan kekar
__ADS_1
"ikut aku"kata lelaki itu
mata semua karyawan yang ad disitu terbelalak melihat adegan itu, termasuk Fina yang lebih kaget ia sengaja melakukan hal itu agar supaya lia malu tapi bukan malu tapi lia berhasil mendapat keuntungan bisa menarik perhatian seorang Vano sahabat Rein.. vano hanya mampir di perusahaan Rein pada saat vano mau naik lift Vano melihat kejadian yang merugikan, vano melihat fina dengan sengaja menyenggol lia, dan melihat lia yang kesakitan. vano merasa kasiahan lalu vano langsung menarik tangan lia menuju kamar mandi umum..
"lepasin ..." kata lia
karena lia takut vano akan macam macam padanya, tapi vano acuh tak acuh tidak mendengarkan lia yang sedang mencoba melepaskan tangannya.
vano langsung menyiram air dingin di tangan lia setelah selesai. vano langsung memperkenalkan dirinya.
"namaku vano viets nama kamu siapa?.. kok kamu diam saja pas perempuan itu sengaja nyenggol kamu??" tanya vano
"gpp mungkin karena aku bawahan mereka aku diperlakukan seperti in" jelas lia sambil manahan air matanya lia langsung bergegas pergi meninggalkan vano..
" eh tunggu gadis bodoh siapa nama kamu"
lia tidak peduli dengan pertanyaan vano lia langsung berlari meninggalkan laki2 itu
"gadis bodoh, sudah taw dirinya sudah dilukai masi saja berpura2 bodoh. tapi kok aku baru taw yah kalo di kantor Rein Playboy ada malaikat cantik? aku merasa harus melindungi gadis itu" batin vano dan tersenyum seperti orang gila
..
"aku harus membersihakan Tuan CEO dulu" batin Lia
Saat lia masuk ke ruangan Ceo itu mata lia terbelalak kagum akan ruangan itu yang luas, bercat putih tulang didalam ruangan itu terdapat meja kerja, ruang tamu yang ditaruh sofa yang sangat nyaman untuk di duduki, taman mini, yg di isi dengan tanaman hidup, kolam mini yang berisikan ikan2 hias, dan terdapat ruangan tempat untuk beristrirahat didalamnya terdapat tempat tidur dan TV.
setelah selesai memberisikan Ruangan CEO Lia langsung bergegas untuk pulang.
__ADS_1
..