
pagi yang cerah untuk mengawali hari yang baru. tapi tidak dengan lia yang bangun dengan merutuki dirinya sendiri, pagi itu adalah hari lia akan memutuskan pergi ketempat kerjanya untuk Resign. lia tidak mau satu atap atau lebih tepatnya tidak mau bekerja di tempat itu lagi karena lia tidak sanggup menatap baj**** yang sudah merenggut mahkotanya. Lia sudah memikirkan matang2 untuk berhent bekerja.
dengan malasnya lia langsung kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena semalam lia tidak langsung mandi, sesampai dikontrakannya lia menangis sampai tertidur.
"Ya Tuhan aku tidak percaya ini semua terjadi begitu tak terduga, diumurku yang masih remaja aku kehilangan keperawananku lebih tepatnya aku diperkosa, apa yang akan aku katakan pada suamiku kelak jika aku menikah nanti? apakah dia akan menerimaku? tidak pasti aku akan di anggap perempuan m**ahan karena sudah membiarkan mahkota ku di ambil...
...Ayah ibu maafkan lia, lia sudah melakukan dosa, lia gak menyangka hal ini terjadi pada lia" batin lia dengan menangis dikamar mandinya
selesai membersihan dirinya lia langsung pergi ke perusahaan untuk mengajukan pengunduran diri.
..
Ditempat lain...
"aduh kepalaku sakit sekali" kata Rein
saat Rein beranjak bangun dari tempat tidur Rein melihat bercak darah di sprey. Rein taw pergulatan semalam adalah pengalaman pertama untuk lia.
wajah Rein tidak menampakan rasa bersalah karena sudah merebut mahkota lia, Rein hanya tertawa kecil saat melihat bercak darah milik lia itu.
__ADS_1
Rein langsung menelpon Asistennya yang bernama Alex
"Hallo Alex, kamu dimana? kamu cepat ke kantor ganti sprey di ruangan tempatku beristirahat dan jangan lupa bawakan baju untukku" perintah Rein pada asistennya di Tlp.
...
rasanya Lia tidak ingin masuk kedalam gedung yang menjulang tinggi itu, walaupun hanya mengatarkan surat pengunduran dirinya.
"aku harus kuat, aku harus masuk kedalam mengantarkan surat ini.. tidak apa2 aku akan baik baik saja"batin lia
"selamat pagi neng" salam sapa pak satpam
"oh iy apa aku suru ajah ya pak satpam buat ngasih surat aku ke bu mirna??"batin lia
...tapi kan gak sopan kalo aku nyuruh pak satpam"
setelah berpikir lia memutuskan untuk membawa surat itu kepada bu mirna.
pada saat lia menuju ruangan bu mirna lagi lagi lia melihat vano yang berjalan kearahnya, dengan langkah cepat cepat lia lari tiba2 tanpa sengaja lia menabrak dada bidang milik Rein. Alex asisten Rein kaget melihat lia menabrak tuannyà Rein yang melihat lia langsung menarik tangan lia dan membawanya ke ruangan Rein yang di anggap Lia adalah tempat neraka.
__ADS_1
"lepaskan aku tuan, atau tidak saya akan berteriak" ancam lia
tapi Rein tidak menghiraukan perkataan lia. Rein terus melangkahkan kakinya
lia terus memukul Rein tapi Rein tidak merasa kesakitan sama sekali..
setelah sampai diruangan itu, Rein langsung menyuruh aAlex asistennya untuk mengambil cek.
"tulislah disitu terserah kamu mau minta uang berapa banyak, aku tidak masalah. anggaplah itu uang konpensasi telah mengambil perawanmu" jelas Rein dengan angkuhnya
Lia seakan tidak percaya apa yang dikataan Rein, Rein menganggap bahwa lia adalah wanita murahan yang menjual tubuhnya untuk uang.
"simpan saja uangmu itu tuan, berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan, aku tidak membutuhkan dan lebih tepatnya tidak sudi menerima uang sepeserpun darimu.. tenanglah tuan saya tidak akan membuka mulut, saya juga kesini bukan untuk meminta pertanggung jawaban anda, saya kesini akan mengudurkan diri" bentak lia dengan sangat marah
mata Rein seakan tak terbacakan, dalam hati Rein sangat marah karena ada orang yang berani membentaknya
"ok, baiklah kalau itu maumu.. saya tidak berlelah mengeluarkan uang " kata Rein dingin.
"saya permisi tuan"kata lia beranjak keluar dari ruangan Rein
__ADS_1
lia dengan langkah yang cepat meninggalkan ruangan itu dengan hati yang hancur, menangis, rasanya dunia seakan berhenti, lia tidak menyangka Rein tidak merasa bersalah