
...
Beberapa minggu kemudian
" ah sayang malu nanti ada orang yang masuk trus lihat gimana??" kata Liza
" ini kantorku sayang, siapa yang akan berani memarahiku?" kata Rein.
lia berjalan menuju ruangan CEO untuk bersih-bersih mengingat kata bu marni ruangan bos harus di bersikan 2 harus sekali.
saat menuju Ruangan Bos lia melihat Vano, lelaki yang menolongnya waktu itu pada saat fina sengaja menyenggolnya dan terkena air panas..
"gadis itu" batin vano melihat lia
lia melihat vano menuju kearahnya, lia menghidar bertemu dengan vano karena lia malu menangis didepan vano.
"itukan vano lelaki yang membantuku sekaligus mengatai aku gadis bodoh..aku harus cepat cepat kabur" batin lia dengan tergesa gesa berjalan menuju ruangan Bos..
"hey tunggu gadis bodoh, siapa nama kamu?" teriak vano tapi tidak dihiraukan oleh lia
"gadis yang menarik" batin vano sambil tertawa kecil
lia masuk begitu saja lia lupa mengetuk pintu karena seperti biasa saat lia masuk keruangan itu untuk bersih2 tidak ada orang sama sekali..
KREK
pintu terbuka gadis itu kaget melihat kedua pasangan itu sedang bercumbu..
__ADS_1
"Maaf, maaf saya tidak mengetuk pintunya dulu, maaf sudah mengganggu kesenangan bos dan tunangan bos" kata lia merasa bersalah
"Duh kenapa tadi aku gak ngetuk pintunya dulu ya, pasti habis ini aku dipecat, dasar bodoh" batin lia merutuki kesalahannya
Liza kaget lalu Liza cepat cepat turun dari pangkuan Rein, Liza sangat malu. tapi berbeda dengan Rein CEO muda tampan itu menatap dingin Lia seakan menelanjangi Lia dengan tatapan tajamnya seperti elang..
"Cantik,putih,mulus,manis, memiliki 2 lesung pipi di kanan dan kiri" batin Rein
"gpp lain kali kalau masuk ketuk pintu dulu mbak" kata Liza membuyar lamunan Rein
Rein hanya diam menatap Lia yang sedang membersihkan ruangannya .
"yang aku pergi dulu yah, hari ini aku ada pemotretan majalah" kata Liza ingin berpamitan pergi
"oh iyiy yang hati hati dijalan" kata Rein
"nama kamu siapa??" tanya Rein kepada lia
"saya pak?"lia berbalik tanya
"saya tidak suka pertanyaam saya di ulang" tegas Rein
" nama saya Thalia pak biasa di panggil Lia" kata Lia
"Umur??" tanya Rein Lagu dengan begitu dingin
"17 tahun pak"
__ADS_1
setelah selesai membersikan ruangan itu Lia bergegas keluar karena menurutnya berada satu ruangan bersama Bosnya sangat menakutkan, apalagi kata selin bosnya suka membayar lalu memakai wanita2 malam takutnya diperkosa bosnya..Xixixiš..
trutt
Hp Rein berdering tanda Notif dari WA entah pengirimnya siapa tapi Rein tidak peduli siapa yang mengirimnya, yang jelas isinya membuat Rein Kaget..
"Dasar wanita murahan, sudah beruntung aku mau tunangan denganmu tapi kau malah asyik selingkuh dibelakangku, kita lihat saja nanti" bagin Rein
yah didalam Pesan itu entah siapa yang mengirimnya tapi isi dari WA itu berisi sebuah Video Liza sedang bergandengan tangan bersama musuh Rein yang tak lain adalah Aldo sahabat Rein dulu pada saat SMA..
Flashback..
Aldo dan Rein Dulunya berteman begitu dekat, Rein mempunyai pacar bernama ira. Rein sangat mencintai Ira tapi pada saat Rein pergi ke Bioskop bersama andi Rein melihat Ira menggandeng tangan Aldo dengan mesranya dan dengan tidak malunya berciuman di depan umum..
"brengsek kau Aldo" kata Rein dengan marahnya
buk..
Rein meninju wajah Aldo sampai babak belur memukulnya tanpa ampun. Ira kaget lalu meminta pertolongan tapi tidak ada yang berani menolong..
"brengsek kau Aldo, kau sudah tahu Ira adalah pacarku tapi dengan bahagianya kau bersama perempuanku. dan kau Ira betapa murahnya dirimu. setelah aku mencicipi mu tapi kau ingin di cicipi sahabatku lebih tepatnya mantan sahabatku apakah punyaku tidak membuat dirimu puas?..
ambilah dia aldo aku sudah tidak membutuhkan gadis bekas ku ini" kata Rein kepada Aldo
"ngomong2 makasih untuk perawannya dan semua pelayanan service yang kamu berikan selama kita pacaran, aku juga sudah tidak sudi mencipi gadis yang sudah di cicipih laki2 lain.. cuihh" lanjut Rein kepada Ira dan pergi meninggalkan mereka berdua.
..
__ADS_1