
"Panji benar saat mereka datang ke kantor ku ,Al seperti nya Sangat bahagia apa benar Al masih menghadapi mereka"batin Lia
"kau suruh saja orang mengawasi Al dan juga ardyna,sama Juan luis kita ga boleh lengah pan"kata Lia
"baik Bu"jawab Panji
mereka kembali terdiam hingga pintu lift terbuka,Alia dan Panji keluar bersama.hingga ke ruang Alia
"pagi Jenni "sapa Lia
"pagi Bu"jawab Jenni yang dag dig dug saat melihat Panji
Amel yang melihat tingkah Jenni dan Panji yang curi-curi pandang.
"hemm-hemm, seperti nya ada yang kasmaran ni"kata Alia sambil tersenyum
"hemm,Jenni apa saja jadwal Bu Alia?ujar Panji mengalihkan perhatian Alia
"oh i-i-ini ada pertemuan dengan perusahaan Alvarez dan lanjut dengan PT Sinarmas"jawab Alia
Panji melihat Alia saat mendengar perusahaan Alvarez mengajak perusahaan nya kerja sama.
"Panji kau saja yang pergi dengan jenni,biar saya sendiri yang bertemu dengan PT Sinarmas"kata Alia
__ADS_1
"baik Bu"jawab mereka berdua
setelah berbincang dengan Panji dan Jenni Alia pun masuk keruangan dan duduk di kursi nya.
skip__________________________________________
raya yang melihat Bagas sering melamun selama sebulan ini sejak Al menerima perusahaan papa nya kembali malah berubah.
Bagas pun jadi sering kepikiran akan sifat Al yang berubah hanya karena harta.pikir nya
"ada apa koq sering melamun akhir-akhir ini
apa ada yang menggangu pikiran mu"tanya raya
"kita lihat saja dulu,sampai di mana dia berubah dan jika dia menyakiti Amel kita akan mengguling perusahaan itu,papa Alvarez pun ga akan marah"sahut raya
"kau benar Ray,tapi yang aku takut kan mba Alia akan tersakiti lagi dan lagi"sambung Bagas
"sudah jangan di pikiran,biara kan saja Al melakukan apapun,yang penting jangan menyakiti alia.udaj ayo kita ke rumah sakit yuk melihat Beby nya lusin yang udah lahir"kata raya
"apa kau ga lelah Ray kau pun juga lagi hamil"sahut Bagas
"ini baru empat bulan jalan ,tenang lah dia kuat seperti papa nya"jawab raya
__ADS_1
"baik-baik ,ayo kita pergi "putus Bagas jadi nya
"yeeee, terimakasih sayang ku,tetap lah seperti ini jangan berubah "?kata raya
"bantu dan selalu ingat kan aku jika menjauh atau lupa ya, agar rumah tangga kita harmonis"!ucap Bagas
"ok👍"?jawab raya
mereka pun akhri nya berangkat menuju rumah sakit tempat di mana Lusi lahiran.
"ruanga apa sayang "tanya Bagas ke raya sudah sampai di rumah sakit
"di kamar melati 02mas "jawab kara
akhirnya untuk mereka berjalan sambil gandengan tangan,hingga banyak orang melihat nya iri.
cek-le pintu ruangan lusi terbuka dan muncul lah raya dan bagas.
"hai kau Tampan kalah papa mu yang sok narsis itu"kata raya
"Lo kalau ngomong tuh ya,mulut nya lemes Benar"ujar jo kesal ke raya
Bagas dan Lusi hanya tertawa melihat mereka yang selalu bertengkar jika ketemu.
__ADS_1
"ga sabar nunggu anak ku lahir,pasti senang banget rasa nya"batin Bagas yang melihatnya