
Hari ini sendiri di taman...
Walaupun berlima...
Walaupun taman ini ramai tapi ntah kenapa aku merasa bahwa aku disini sendiri...
Aku disini lagi sendiri duduk di kursi setengah lingkaran menikmati angin dan suasana sepi taman yg tidak begitu luas sambil mendengarkan lagu To my youth lagunya nyaman sekali kalau dengarkan di tempat sepi seperti ini tanpa terasa air mata terjatuh hahaha aku menangis ternyata maaf untuk diri ini karena aku terlalu rapuh dan selalu membawa mu ke titik paling menyakitkan maaf ya...
Ntah apa yang aku bayangkan disini sampai aku menangis kalau aku menghilang suatu saat nanti apa kau mau menungguku sampai aku kembali?Aku ingin pergi ke suatu tempat yang bisa menunjukkan aku kesedihan orang" dan kebahagiaan orang" dan aku berada ditengah tempat itu satu sisiku merasa bahagia dan satu lagi merasa sedih perasaan ap ini?Fantasi?Tidak ini bukan tempat yang penuh fantasi,tempat ini penuh dengan kenyataan...
Matahari sore sudah muncul sekarang begitu indah tapi tak seindah kisah hidupku ini,aku hanya lah seorang puitis dan penulis amatiran yang merasakan pahitnya hidup dan aku menulisnya dalam buku ini,kau tau di saat matahari menunjukkan sinarnya aku merasa bahagia dan juga sedih,aku bahagia karena sinar matahari menerangi hidupku setidaknya 12 jam kedepan sedangkan sedihnya karena orang yang ku kenal dari teman sampai keluarga tidak ada yang menjadi matahariku...
Matahari itu sebenarnya jauh disana tapi dengan sinarnya dia bisa menerangi semua tempat, sedangkan teman dan keluarga ku dekat tapi mereka menjadi bulan bukan matahariku,menjadi es yang membuatku takut untuk bertanya dan bicara...
Di ketinggian ini aku ingin jatuh karena aku ingin merasakan suatu keajaiban yaitu tanpa memiliki rasa...
Mau itu rasa cinta rasa senang atau apapun itu aku ingin merasakannya seperti patung yang dibuat oleh manusia tidak ada rasa empati jika rusak dan pecahannya mengenai orang lain dan bisa rusak kapan saja yg diinginkan sang pemilik bisa digantikan jika pemiliknya sudah bosan betapa bahagianya hidupku seperti itu tidak memiliki hati...
Hati ku sudah menjadi batu sekarang,aku mengenal seseorang yang katanya tidak memiliki hati tapi aku rasa dia masih memilikinya walaupun tidak sepenuhnya,dia seorang yang gampang berubah seperti cuaca yang saat ini tadi terang dan sekarang gelap mungkin ingin hujan...
**tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras orang-orang pada berlarian mencari tempat untuk berteduh dari hujan yang deras...
sedangkan aku?aku hanya duduk diam dikursi setengah lingkaran itu menikmati air hujan...
*beberapa orang membicarakan aku
__ADS_1
"apa yang dia lakukan ditengah hujan deras seperti ini?"
"apa dia sedang patah hati?"
"dia sudah gila"
ya aku gila!batinku
ada seorang yang menghampiriku dia memegang payung agar aku tidak terkena hujan...
aku melihat ke atas dan dia tersenyum...
"kenapa kau disini?,kenapa tidak berteduh?"tanya nya kepadaku...
"kenapa kau memperdulikan aku?kenapa tidak seperti manusia-manusia yang hanya bisa berbicara seperti mereka(tidak punya rasa empati)"tanya ku kepadanya...
"hahaha aku tau apa yang kau rasakan jadi tenang saja aku tak seperti manusia yang kau bilang itu"dia menjawabnya dengan tertawa...
"terserah mu**"aku menjawab dengan ketus...
"sedang patah hati?"tanyanya...
"kau dari tadi bertanya terus,kau membuatku jengkel"kau menjawabnya dengan nada kesal...
kalian bayangkan ditengah hujan yang deras itu ada orang yang bertanya terus dan sok tau apa kalian tidak merasa jengkel?...
__ADS_1
"apa dia tak bisa diam?"batinku
"hehehe maaf,oh ya siapa namamu?"dia bertanya lagi...
aku hanya memutar bola mataku(malas)...
"perkenalkan namaku Gio"katanya...
"dasar laki-laki aneh"batinku...
"kau tidak mau mengasih tau namamu?"dia bertanya...
"Vina"jawabku sekenanya
"nama yang bagus,tapi tak sebagus namaku"jawabnya dengan PD
"mari berteduh!"ajaknya
"ya"jawabku dengan malas*
title: seorang laki-laki aneh
(1-November-2020)
Lubuk Pakam, Sumatera Utara
__ADS_1