
"pagi Jeni Reina"sapaku
"pagi"jawab mereka
"Vin apa kau sudah dengar tentang keluarga wijaya?"tanya Jeni yang sudah siap untuk bergosip,astaga ada apa ini!
"keluarga Wijaya?"tanyaku,aku pura-pura tidak tahu saja kalau tidak ntah apa yang akan terjadi,
"iya keluarga Wijaya apa kau tidak tahu?"tanya Jeni lagi
"aku tau tapi kenapa dengan keluarga Wijaya?"tanyaku penasaran...
"ternyata gio anak dari keluarga Wijaya"kata Reina,"oh gio yasudah"responku biasa saja karena aku sudah tahu,"ada apa dengan wajahmu itu?"kata Jeni
"emang mukaku seperti apa?"tanyaku
"kau tidak kaget?"tanya Reina
"untuk apa aku kaget,yasudah biarkan saja"jawabku
"kau ini"saat Jeni ingin melanjutkan percakapannya guru masuk kelas,
"anak-anak hari ini kalian di free kan karena guru-guru akan rapat"seketika kelas menjadi ricuh karena jarang sekali kami free kelas seharian...
"okay lanjutkan yang tadi tertunda"kata Jeni,baru saja jeni ingin melanjutkan yang tadi Brian memanggilku"oi singa betina kemari"panggilnya dari depan pintu,
"kenapa?"tanyaku
__ADS_1
"mari ke kantin"ajaknya dengan senyuman khas dirinya
"t-tapi"
"ayolah tidak ada penolakan,Jeni dan Reina ayo kalian juga ikut"Brian mengajakku ke kantin dengan tertawa dia sepertinya kelihatan senang hari ini dan tidak biasanya dia mengajakku ke kantin."ingin makan apa?"tanyanya antusias
"samakan saja denganmu"jawabku,aku merasa aneh dengan sifat brian hari ini mudah-mudahan saja dia tidak ada niat terselubung dibalik sifatnya ini batinku,"ini makanannya princess, selamat menikmati"hah?dia memanggilku dengan princess?astaga aku bermimpi apa tadi malam?.
"kau lupa hari ini hari apa?"tanya Brian
"emang ini hari apa?ini ya pasti hari rabu dong"jawabku
"astaga kau tidak mengingatnya?"Brian mendengus kesal
"emang ini hari apa?"bisikku pada celvin yang duduk disebelah ku
"sudahlah kau merusak mood ku"dia berdiri dan meletakkan uang 100 ribu diatas meja makan lalu pergi meninggalkan kami,"astaga sekarang bagaimana?"panik ku,aku tau bahwa kalau Brian sudah seperti itu dia mau mendiamkan ku selama beberapa bulan, cobaan apa lagi ini ya tuhan?.
"hei Vin"sapa gio yang langsung duduk di depanku
"hm hai"jawabku
"pulang sekolah denganku ya"ajaknya dengan senyuman nya,"sepertinya gk bisa gio"jawabku yang merasa bersalah, bukannya aku tidak mau tapi jika dilihat oleh Brian bisa gawat.
"aku mohon"puppy eyes
"iya-iya baiklah aku pulang denganmu"jawabku yang pasrah melihat sikap gio yang sekarang...
__ADS_1
"ini helm"gio mengasih helm kepadaku
mudah-mudahan saja Brian tidak melihat ini semua batinku
"hei Vina kenapa kau melamun?"tanya gio
"eh tidak-tidak aku tidak ada melamun"
"kalau begitu ayo naik"
baru saja aku ingin naik Brian,celvin,Fino melihat ku dengan gio dan Brian yang melihat itu langsung membuang muka dan masuk kedalam mobil,astaga masalahku nambah...
"makasih sudah dianterin sampai rumah"
"sama-sama kalau gitu aku pulang dulu assalamu'alaikum"
"hati-hati, wa'alaikum salam"segera aku masuk kerumah,saat aku melewati ruang tamu ternyata ada Brian dan Vito lalu aku menghampiri mereka"lagi apa?"tanyaku
"mengerjakan tugas kantor"kata Vito
"ingin kubuatkan sesuatu?"aku menanyakan seperti itu mungkin Brian akan memaklumi perbuatan ku tadi,"buatkan aku kopi seperti biasa ya Vin"kata Vito,"baiklah,kalau Brian ingin kubuatkan sesuatu?"tanyaku
"Vito gw balik dulu soalnya ada urusan mendadak"dia langsung pergi,Vito yang menyadari itu pun langsung bertanya
"lagi berantem?"tanya Vito
"gk kok,sebentar ya akan kubuatkan kopimu"
__ADS_1
pasti dia lagi berantem sama si Brian batin Vito...