Teman Masa Depan

Teman Masa Depan
mode ogeb on


__ADS_3

aku melamun di bangku ku sambil melihat luar jendela menikmati angin yang masuk dari jendela yang terbuka, menikmati udara pagi sambil memikirkan Brian,dia menjemput ku pagi ini sepanjang jalan kami hanya diam saja tanpa berbicara,kenapa perasaanku tidak enak ini,


"Vin"panggil reina,aku tidak menyahut karena aku masih memikirkan yang tadi,


"rein coba kau pukul si Vina"ujar Jeni


"ide bagus mari kita coba"rein memukulku sangat kuat,


"apasih mukul-mukul gaje banget sumpah"ucapku kesal, enak-enak melamun malah dipukul batinku


"kau ini kenapa masih pagi sudah melamun"kata jeni


"gapapa"jawabku singkat


"masih berantem dengan brian?"kata Reina


"ya mungkin"jawabku,aku tidak tahu pasti aku masih berantem dengan dia atau tidak karena tadi dia menjemput ku.


"sudah-sudah nanti kita lanjut guru killer masuk"kata Jeni, pelajaran pun dimulai....


"katanya si Gilang anak baru disini?"kata Reina membuka pembicaraan


"ya dia kelas 11 B"jawabku


"kenapa harus anak B"jawab Jeni


"kenapa rphmbya?"(kenapa rupanya)penuh dengan makanan,tanya Reina


"habiskan dulu makananmu rein"kata ku


"kepo kau rein"jawab Jeni


"karena jeni menyukai Gilang" jawabku,astaga aku keceplosan batinku,"UPS, keceplosan Jen"

__ADS_1


"uhuk uhuk uhuk"Reina tersedak mendengar ucapan ku


"minum-minum ini rein"aku menyodorkan jus kepadanya


"yang benar saja?"tanya rein masih tidak percaya


"iya aku menyukainya"jawab Jeni yang dengan muka merah namun kesal karena aku keceplosan,


"siapa yang kau sukai jen?"tanya Gilang,astaga si Gilang ini sama saja seperti kakaknya suka muncul tiba-tiba


"t-tidak ada gilang"jawab Jeni dengan muka merah dan gugup


"kau demam Jen kenapa mukamu memerah?"kata Gilang sambil menempelkan tangannya ke kening jeni,fiks si Gilang udah gede mana dia ganteng lagi batin rein


"g-gw gapapa kok"elak Jeni


"ekhem Vin kita disini ngapai ya?"tanya Reina kepadaku karena kami berdua seperti nyamuk sekarang,


"haish kalian ini membuatku jengkel"kata Jeni kesal


"calon masa depan?"tanya Gilang heran


"iya calon"masih ingin melanjutkan dengan Reina aku segera menutup mulutnya,


"calon apa?"tanya Gilang lagi yang masih belum mengerti


"sudah jangan dipikirkan Lang si reina suka ngehalu"jawabku


"enak aj gw suka ngehalu,Lo yang suka ngehalu"jawab rein yang kesal


"kok jadi kalian yang debat sih"marah Jeni


"heboh"jawabku

__ADS_1


"tangan lu bau ****"rein menoyor kepalaku


"enak aja tangan gw wangi ya"jawabku sedikit tinggi


"yang kenapa ribut sama nenek lampir sih"kata gio yang duduk sebelahku sambil membawa makanannya


"enak aja nenek lampir,dasar ahlak eobso"kata rein kesal dan kembali makan


"yang?"gio memanggilku


"what! yang apa?peyang?"jawabku yang tidak mengerti


"whahahaha ya Allah kenapa temen ane polos banget"Kata Jeni sambil tertawa mendengar jawabanku


"bukan itu vin"kata gio


"terus apa?"tanyaku


"si Vina lagi mode ogeb jadi dia agk gak nyambung kalau diajak ngomong"kata rein sambil makan


"enak aja"kata ku


"udh woi dari tadi debat Mulu kgk siap-siap"lerai Jeni


"Brian"panggilku,Brian tak menoleh atau menjawab sapaan ku dia seperti menghindar,jarak kami tidak jauh hanya kelang beberapa meja saja apa dia tidak dengar batinku


"kalian berantem? "tanya Jeni,Jeni dan Reina sudah tau kalau aku dan Brian diem-dieman tanpa ada yang menyapa satu sama lain berarti kami berantem.


"gak tau"jawabku sedikit sedih dan kesal


"jujur aje kali mba"kata Jeni


"kamu berantem sama Brian ay"tanya gio yang tak paham

__ADS_1


"sudah jangan dibahas gw lagi males,kalau gitu gw ke kelas deluan bye"aku pergi meninggalkan mereka...


__ADS_2