
"Vina sudah siap sayang?"
"iya ma sebentar"jawabku
"cepet oi lama bat sih yang dandan"kesel vito
"ayo ma kita berangkat"turun dari tangga
"ayo sayang"...
"Gilang gw kangen banget"aku memeluknya,Gilang itu sebenarnya sama sepertiku umurnya
"aku juga kangen Vin"mengelus kepalaku
"ya anggap saja dunia ini milik kalian berdua"kata vito kesal karena kami seperti sedang berdua tanpa keluarga
"iri bilang bos"kata Gilang mengejek Vito
"dasar kau"kesal Vito
"Brian kenapa diam saja nak?"tanya mama Silvi(mama Brian)
"gapapa ma"jawab Brian
"yasudah kita pulang dulu nanti lanjut dirumah"kata mamaku...
"anak-anak momy mari makan"momy Silvi
"ya momy"teriak kami,aku memanggil mamanya brian dengan momy sedangkan papanya aku memanggilnya Dady
"wah makanan kesukaan ku"kata Gilang
"makanlah yang banyak sayang"kata momy sambil menunjukkan senyumnya yang hangat
"siap momy"jawab Gilang dengan riang...
setelah selesai makan kami duduk di ruang tv
__ADS_1
"Gilang akan sekolah di sekolah kalian"kata papaku
"ya pa"jawab kami
"kalian berdua berantem kan?"tanya Vito padaku dan Brian,si Vito emang pengen kenak geplak batinku
"siapa Vito"tanya Dady Fino
"Brian sama princess dad" jawab Vito santay
"apa benar Brian?"tanya papa ku
"gk tau pa"jawab Brian singkat
"Vina apa benar sayang?" tanya momy Silvi
"gk mom"elak ku,karena aku malas membahas masalah ini depan semua orang
"cih,ngelak teros"kata Vito sambil memanas-manasi kami berdua
"Vin ikut aku"kata Brian sambil menarikku ke luar dari ruang tv...
dia membawaku ke atap rumahnya
"gk ada"jawabnya
"maaf"kataku sambil menunduk
"untuk apa?"katanya sambil menghidupkan sebatang rokok,
"kau merokok?sejak kapan?"tanyaku
"sudah jangan urusi urusanku"jawabnya
"matikan rokok itu"tegasku
"kalau kau tidak suka,pergi saja"jawabnya dengan santay
__ADS_1
"aku bilang buang"nadaku meninggi,aku tidak tahu kenapa aku tidak suka jika melihat Brian merokok.
"jangan meninggi"ucapnya masih merokok
"yasudah,terserah kau saja"aku meninggalkannya di atap dan turun keruang tv...
"Vina Brian mana?"tanya momy Silvi
"momy Dady Vina pulang deluan assalamu'alaikum"aku menyalami semuanya dan langsung pergi ntah kemana
"momy Gilang ke atas dulu mau nyari kak Brian"kata gilang...
Vin andai kau tahu aku ini selalu memikirkan mu,aku marah padamu karena kau menerima penawaran gio,aku tahu bahwa gio adalah calon suamimu aku hanya akan menjadi mentarimu saja dalam pikiran mu seperti yang kau bilang dulu statusku dimatamu tidak akan pernah berubah selamanya batin Brian
"sejak kapan kakak merokok?"tanya Gilang
"kau masih kecil jangan ikut campur"jawab Brian
"ayolah kak jujur saja padaku kalau kakak berantem dengan Vina"kata Gilang
"ya aku berantem dengannya"jawab Brian sambil menunduk
"kak kalau aku boleh saran besok pagi kakak jemput Vina saja biar aku pergi naik mobil sendiri"kata Gilang
"untuk apa?"tanya Brian
"untuk ngemis"jawab Gilang kesal
"males" jawab Brian santai,ia sengaja membuat adeknya ini kesal
"kak ku adukan ke momy kalau kakak merokok"ancam Gilang
"heh kau kira aku merokok betulan ya tidak,aku hanya menghidupkan apinya saja tidak ada aku apa-apain"jawab Brian panjang kali lebar,
"santui dong jangan ngegas"jawab Gilang
"sudahlah aku lelah,aku nak tidur bye dek laknat"kata Brian sambil pergi ke kamarnya
__ADS_1
aku harap hubungan kakak dengan Vina akan segera membaik dan aku kesal kesal kepada Vina kenapa dia tidak peka dengan perasaan kakak ku ini dasar Vina,tapi kalau boleh jujur aku juga menyukai Vina kak Brian,shit persetan buat perasaan ini batin gilang