Tentara Terhebat.

Tentara Terhebat.
Sebuah titik cerah


__ADS_3

...pagi jam 07.00...


**knock-knock


"bos, bangun sudah pagi ayo kita ke markas." albert berkata sambil mengetuk pintu.


"ya sebentar, gua siap-siap dulu." balas shadow.


*byurrrrrrr


suara air dikamar mandi


*5 menit kemudian


"sudah selesai bos?." tanya albert.


"ya, ayo berangkat." shadow.


...mereka pun berjalan berdua sambil mencari taksi, tak lama kemudian seekor taksi pun muncul....


"taksi ! ." ucap shadow sambil mengulurkan tangannya.


ngiiiittt *suara rem


"ayo naik, kita bisa terlambat." ucap shadow.


"baik, lagi pula nggak baik kalo kita telat." timpa albert.


*duk, ngengggg


mobil pun berangkat kearah yang dituju


*di dalam mobil


"bos, nggak papa nih bos dateng ke markas?." tanya albert.


"ya, nggak papa lagian gua juga mau liat perkembangan markas setelah 1tahun ini." jawab shadow.


"tapi bos, saya rasa rapat kali ini gak bakal berjalan lancar." albert.


"karena seperti yang kita tau, biasanya rapat itu untuk para petinggi sedangkan sekarang hanya bos yang disuruh rapat." lanjutnya.


"untuk sementara gak papa, tapi kalo ada masalah yang agak repot tolong diurus ya." jawab shadow sambil tersenyum.


"huffttt, oke kalo masalah itu tenang aja." jawab albert.


"oke, emang lu itu sahabat terbaik gua." shadow

__ADS_1


"dasar penjilat hahaha." berkata albert sambil tertawa.


"emang rese lu jadi orang." jawab shadow sinis.


...setelah itu mereka tidak melakukan percakapan apapun hingga mereka sampai ditujuan...


"pak, sudah sampai." supir taksi


"oh, baik pak ini uangnya." jawab albert sambil memberi uang.


"ayo masuk gua udah gak sabar, akan terjadi keributan apa ini." kata shadow sambil tertawa kecil


"dasar, emang ya bos itu selalu seneng sama masalah." albert berkata sambil bercanda


...mereka pun berjalan masuk kedalam markas, yang membuat semua karyawan terkejut karena melihat shadow yang sudah 1 tahun tidak datang...


** itu shadow?


*** iya


* masa sih


** kan dia udah satu tahun gak dateng?


*** gak tau mungkin dia ada urusan


"bos, liat mereka ngomongin bos." ucap albert.


"biarin aja, gua lagi gak mau cari masalah." shadow menjawab.


"ohhh shadow, sudah datang?." ucap seseorang dari dalam ruangan


"ayo masuk, saya ingin bicara!." ucap orang itu yang ternyata adalah jenderal Roy.


"baik." jawab shadow tegas.


shadow pun berjalan masuk kedalam ruangan sambil menutup pintu


"ada apa bapak ingin bertemu saya?." lanjut shadow.


"bagaimana perkembangan misimu?." tanya jend Roy.


"seingat saya itu bukanlah sebuah misi, melainkan ambisi saya sendiri." jawab shadow ketus.


"huffttt. Sudah setahun tapi sifat kamu tidak berubah sama sekali ya shadow?." lanjut Jend Roy.


"itu masalah saya bukan masalah bapak, tolong langsung ke intinya saja tidak usah bertele-tele." shadow berkata dengan sinis.

__ADS_1


"jadi begini, saya tidak akan mengganggu ambisi kamu untuk menangkap mereka."


"tapi saya mohon kamu bantu saya untuk menangkap orang-orang ini." lanjut jend Roy sambil memberi sebuah map cokelat.


"apa ini? dan apa hubungannya dengan saya?." tanya shadow keheranan.


"Singkatnya, mereka adalah orang yang terlibat dengan orang yang ingin kamu tangkap sekarang."


"mereka menjual narkoba ke anak-anak sekolah, dan uang yang mereka dapat digunakan untuk biaya terroris**." lanjut jend Roy.


"apa benar begitu pak? jika memang benar, maka bapak salah memberi misi ini kesaya!." tanya shadow


"kenapa? kenapa saya salah memberi misi ini ke kamu?." tanya Jend Roy keheranan.


"saya akan membunuh mereka semua jika saya melihat mereka!." tegas shadow.


"terserah, yang penting sisakan satu untuk diinterogasi." jawab jend Roy sambil mengusap wajah.


"baik, saya akan melaksanakan tugas ini!." jawab shadow tegas.


"lalu bagaimana dengan rapat yang bapak bilang kepada albert?." lanjutnya.


"tidak-tidak usah sekarang kamu pulang dan persiapkan semuanya." jawab jend Roy.


"siap laksanakan." tegas shadow sambil memberi hormat.


*ceklek


suara pintu ditutup


"tidak ada apa-apa kan?." tanya albert.


"ya, tidak ada apa-apa." shadow menjawab.


"kalau begitu ayo saya antar pulang." jawab albert.


"ya, ayo hari ini gua juga ada urusan." jawab shadow.


"baik, mohon tunggu diluar bos. Saya akan menyiapkan mobilnya." pinta albert.


"ya, rapi tolong jangan lama-lama." jawab shadow.


"baik." tegas albert


****maaf sebelumnya untuk para pembaca karena kondisi saya yang cukup parah, saya terpaksa harus memilih untuk menamatkan novel ini beberapa bulan kemarin. Mohon dukungannya agar saya lebih bersemangat menulis 🤗🤗****


...See you next episode guys...

__ADS_1


__ADS_2