
*didalam mobil arah perjalanan pulang
"bos, kalo boleh tau tadi apa yang dibicarakan oleh bos dengan jenderal Roy?." albert.
"lu tau kan kenapa gua masuk sekolah XX sekarang ini?." shadow bertanya.
"kurang lebih saya tau bos, tapi saya takut salah." jawab albert ragu-ragu
"kalo memang lu tau, coba jelasin kenapa gua masuk sekolah XX?." shadow menantang
"kurang lebih untuk mencari 'orang itu' kan?." albert menjawab dengan ragu.
"ya, memang kurang lebih seperti itu."
"tapi gua masih mencari bukti keberadaan 'orang itu' di sekitar sekolah xx, dan kebetulan jenderal Roy ngasih info yang cukup berguna." lanjut shadow.
"informasi? informasi tentang posisi orang itu bos?." tanya albert penasaran.
"bukan, tapi info tentang orang yang terlibat dengannya." tegas shadow.
"apa???? info tentang orang yang terlibat dengannya??." albert kaget setengah mati.
"ya, ada pengedar narkoboy yang menjual barangnya kepada para remaja di sekitar sekolah XX
"dan uang hasil penjualan barang haram itubakan menjadi modal untuk para terori* yang dipimpin 'orang itu'." shadow menjelaskan.
"lalu? apa bos akan menangkap orang itu sendiri? jika bos menangkapnya sendiri, bukankah itu membahayakan penyamaran bos?." tanya albert penasaran.
"nggak, gua akan nyuruh divisi 1 untuk nangkep mereka." pungkas shadow.
"hah?? bos mau nyuruh divisinya si james??, apa bos yakin?." albert keheranan.
"kenapa? lu gak percaya kemampuan divisi 1?." jawab shadow sambil mengernyitkan mata.
"bu-bukan, tentu saya percaya mereka. Tapi maksud saya adalah apa bos yakin menurunkan 1divisi untuk menangkap 1 orang?. jawab albert gugup.
"tenang gua gak akan nurunin 1 divisi itu, gua cuma mau minta beberapa orang dari divisi 1 termasuk james untuk menangkap bandar itu." jawab shadow santai.
"o-ohh be-begitu ya.. saya fikir semua anggota divisi 1 akan turun, hehehe." jawab albert merasa malu.
"gak lah, kalo semuanya turun akan menjadi masalah kedepannya." shadow menegaskan.
"ya, saya mengerti bos." albert
...Percakapan pun terus terjadi diantara mereka, tapi ada beberapa mobil yang mencegat mereka...
...**cekitttttttttt...
...**bruuummm bruummm...
"bos, sepertinya kita punya tamu." albert berkata sembari tersenyum.
__ADS_1
"hufffttt, mau lu atau gua yang turun tangan? atau kita berdua?." tanya shadow sambil menarik nafas.
"saya aja bos, bos." albert menjawab dengan percaya diri
...tiba-tiba...
"woy?!!! buka pintunya!!!!! turun!!! atau kalian akan mati!!!!." teriak salah satu preman.
"iya-iya gua keluar." jawab albert.
...*dugh...
...suara pintu mobil...
"ada apa? kenapa kalian ngalangin mobil gua?." tanya albert
"gak usah banyak omong!?!? ayo ikut kami!!!." preman.
"ya!?! ayo ikut kami!?!?." preman.
"hah? kalo gua gak mau? kalian mau apa?. albert menantang.
"kalo lu gak mau? lu akan mati disini!?!?!." preman.
"hufttttt, ayo." jawab albert
"bagus, jadi kita gak usah capek-capek maksa elu kan." preman.
"hahhh??? makan nih!?!???". berusaha menusuk albert dengan pisau.
...*dughhhhhhh...
...albert memukul wajah preman itu...
"kalian ngapain?!? ayo majuu!???? bunuh dia??!." teriak preman itu.
...*hiaaaaaattttttttttt...
..."mati lu!?!." berusaha membunuh albert....
...* dugh...
...albert menendang tubuh preman itu....
...*kretekkkkkk...
...suara tulang rusuh yang patah...
"arghhhhhh, tulang rusuk guaaaa." teriak preman itu.
"bos!!!!!!!!, mati lu bajingan!!!!!?." preman
__ADS_1
...*syut syut hiaaattttt...
...suara pisau yang diayunkan dengan asal...
"cuma segitu?." pancing albert
...***nniii nuuu nii nuuuu...
...suara mobil polisi dari kejauhan...
..."sial!?!? ayoo pergi!!! ada polisi!!!." preman....
**bruummm brumm bruuummm
...Para preman itu kabur karena polisi sudah terlibat, Dan albert pun masuk kembali kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan....
"sudah? puas?." shadow bertanya.
"hah? tidak, sama sekali tidak. Mereka terlalu lemah." jawab albert bangga.
"yaudah terserah, ayo jalan lagi." pinta shadow.
"siap bos." tegas albert
*bruuummmmm
...Tidak ada perbincangan apapun diantara mereka setelah kejadian itu, hingga mereka sampai di tujuan...
"bos, sudah sampai rumah bos." tegas albert.
"ya, kalo begitu terimakasih."
"lu juga langsung ke markas lagi sana." lanjut shadow.
"baik bos, selamat siang." jawab albert
*ceklek
suara pintu
"hufftttt.. akhirnya sampe rumah :v gua capek banget." keluh shadow.
"dah ahh gua tidur dulu, mumpung hari ini libur." lanjutnya
*brughhh
suara kasur
"hufttttt saatnya tidurrr." tegas shadow
...****lanjut next episode****...
__ADS_1
"""kritik dan saran membangun, diharapkan untuk kemajuan serta pengalaman author :D 😁😁😁""'