
tik,tok,tik,tok
*suara jarum jam diruang yang sepi
"hufftttt, sekarang jam berapa ya?." shadow.
"whatt?!?!? jam setengah 11??, tumben gua tidur kayak orang mati." shadow menggerutu.
kruyuukkkk
*suara peyut shadow
"laperrrr, keluar ahk beli makanan sambil cari angin." lanjutnya.
...belum juga keluar dari rumah, shadow sudah di kejutkan oleh suara pintu yang diketuk....
tok tok tok
"bosss, tolong buka pintunya." teriak albert.
"ahhhh si rese dateng." shadow menggerutu.
ceklekk
*suara pintu dibuka
"ada apa? kenapa lu dateng malem-malem?." tanya shadow.
"hehehe, sama seperti semalam." jawab albert sembari senyum.
"masuk! gua mau beli makanan dulu, lu jaga rumah gua." shadow.
"okeeee." jawab albert tanpa basa-basi.
...shadow pun keluar menuju supermarket terdekat untuk membeli makanan, tetapi di perjalanan ada seorang wanita yang sedang diganggu oleh sekelompok preman di sebuah gang kecil....
"ayoo cantik, temani aku, berapapun yang kamu mau akan saya bayar." berkata seorang preman sambil memegang paksa tangan gadis itu.
"lepas!?!?! kalian mau saya laporin kepolisi?." ancam gadis itu.
"polisi?? hahahaha silahkan lapor kalo kamu punya waktu untuk melapor." tantang preman itu.
"hahh?? lepas!?!?? kalau tidak saya akan teriak!?!?. ancam gadis itu.
"huh! lucu juga gadis ini mau ngancem kita, iya kan." kata preman itu sambil memegang pipi gadis itu.
...shadow yang melihat itu pun merasakan dilema, antara membantu atau tidak....
"gua bantu atau gak ya?." tanya shadow dalam hati.
...tanpa sengaja ternyata gadis itu melihat shadow....
"ehhkkk, tolongg!?! tolong bantu saya!?! saya ingin diculik!." teriak gadis itu.
"hah?? aduhhh!?!? masalah nih!?!." shadow menggerutu dalam hati.
"wihhhh mau jadi pahlawan nih." kata salah seorang anggota preman.
"hufffttt, lepasin perempuan itu! kalo kalian masih mau hidup." ancam shadow.
...gadis itu pun terkejut, karena shadow yang nota bene adalah orang asing bersedia untuk membantunya....
"hah??? hahahahaha liat bajingan ini!!, dia ngancem kita??." kerua preman berkata sambil tertawa.
"heyy!!! lu yang harusnya pergi! kalo gak mau mati disini." balas preman itu.
"hufftttt, ayo maju! laki-laki membuktikan dengan tenaga! gak masalah kan?." tantang shadow.
"oh? gua akuin nyali lu! tapi apa lu bisa ngalahin kita semua?." tanya ketua preman
"tadi kan gua udah bilang! laki-laki membuktikan dengan tenaga!." jawab shadow menantang.
"ohh, oke! semuanya maju! abisin dia! gua mau kepalanya sekarang juga!." tegas ketua preman itu.
__ADS_1
hiaaahhhhh!???
*suara gemuruh langkah kaki dan teriakan pun terjadi di gang sempit itu.
"rasain nih!!." anggota preman mengayunkan tongkat kayu.
dug!!
tongkat pun ditangkap oleh shadow..
dughhhhhhh!?!?!?
shadow memukul preman itu tepat diwajah!?!...
"maju!!!!!! bunuh dia!!!!." teriak salah satu anggota preman.
dugh!!...
bugh!!!?...
brughhh!?!??..
*suara orang-orang yang terkena pukulan shadow.
"apa-apaan ini?!?!?! dia bukan orang biasa!!! levelnya berbeda dengan kami!!." kata ketua para preman dengan panik.
**dalam sekejap shadow mengalahkan sekitar 15 orang tanpa terkena pukulan satu pun
"gimana?? gua kasih satu kesempatan lagi! lepasin gadis itu dan pergi dari sini!???." tanya shadow.
"atau lu boleh nyerang gua sekarang dan rasain apa yang dirasain anak buah lu!." lanjutnya.
"i-itu sa-saya akan melepaskan gadis ini, ta-tapi kamu harus biarkan saya pergi!." pinta ketua preman itu.
"deal! pergi! bawa semua anak buah lu!." shadow sepakat.
"baaa-baaikk!." berkata ketua preman itu sambil melepaskan gadis itu.
"heyy bangun! ayo pergi dari sini!." membangunkan anggotanya.
"bo-boss!! Anda tidak apa-apa kan?." suarah lirih anggotanya.
"iya!! ayo bangun! bantu saya bangunkan anggota yang lain!." pinta ketua preman itu.
"i-ituu terima kasih!."
"nama saya kia! siapa nama kamu?." lanjut gadis itu.
"hah? gua shadow! sana pergi! urusan disini udah selesai!." perintah shadow.
"ta-tapi, itu rasanya kurang sopan jika saya hanya berterima kasih ke kamu." kia.
"lupakan! kamu pergi aja!." pinta shadow.
"ba-baik!." kia berjalan menjauh dengan wajah murung.
**disisi lain
"duhh, bos lama juga ya beli makanannya." albert mengeluh
tilililit
*suara dering telepon.
"halo, dengan siapa?." albert bertanya.
"halo! albert, ini gua james, apa bos ada dirumah?." tanya james.
"ahhh, dia lagi ke supermarket." jawab albert.
"ngapain???." tanya james.
"beli makanan lah!!! masa beli senjata!." jawab albert emosi.
__ADS_1
"santai-santai jangan emosi bert!, gua cuma nanya kan." jawab james berusaha menenangkan.
" yaudah gua ke sana ya sekarang."lanjutnya.
"kemana????." tanya albert.
"kerumah bos lah!!!?!? masa ke lapangan tembak!???." ledek james, yang langsung mematikan teleponnya.
"brengsekkk!?????, gua dibales???." teriak albert kesal.
...Disisi lain, shadow yang sudah membantu KIA pun langsung belanja di supermarket. Tapi ia tidak sadar bahwa gadis itu pun mengikutinya....
"sudah semua pak? ada kartu membernya? kebetulan kita ada diskon 40% untuk member." kasir supermarket.
"tidak, langsung total aja semua berapa." jawab shadow.
"baik, mau memakai kantong plastik pak?." kasir supermarket.
"huftttt.. pakai lah! kalo gak pakai, gimana saya bawa pulang?." jawab shadow menahan diri.
"baik, ada tambahan biaya ya pak sebesar 200 rupiah untuk kantong plastiknya." kasir supermarket.
"iyaaaaa, udah cepet! berapa totalnya." shadow geram.
"totalnya 150 ribu dua ratus rupiah, pak." kasir supermarket.
"nih!." shadow memberikan uang sebesar Rp 200.000.
"maaf pak, totalnya...
belum selesai kasir itu bicara shadow langsung memotongnya.
"udahh!! 49 ribu delapan ratusnya buat kamu! untuk kamu beli obat, agar mulut kamu tidak sakit!." jawab shadow sambil pergi menjauh.
"te-terima kasih,pak." jawab kasir itu malu.
"ughh! kasir aja ngebuat gua emosi! ada apa dengan hari ini!!." shadow menggerutu.
"ugh!!! udah jam sebelas!! ahhhh! gua buang-buang banyak waktu!." shadow menggerutu.
...shadow pun berlari agar cepat sampai rumah...
*sesampainya dirumah
ceklek...
*suara pintu yang dibuka...
"albert! lu belum makan kan?." tanya shadow.
"kebetulan, iya bos." jawab albert.
"nih! masak sana kita makan bareng!." pinta shadow sambil mengulurkan belanjanya.
"baik bos... bos duduk aja, biar saya yang masak." pinta albert.
"ohhh iyaa, sebentar lagi james sampai." lanjutnya.
"hah?? james?? tengah malam begini?." tanya shadow keheranan.
"iya... tadi dia menelepon saya, katanya mau kesini. Pasti sebentar lagi sampai." jawab albert sambil berjalan masuk ke dapur.
"yaudah lah... gua nonton dulu, lu masak yang bener." perintah shadow.
"oke bos, tapi kenapa bos lama ke supermarket nya?." tanya Albert penasaran.
"ahhh.. ituu.... tadi ada sedikit masalah aja, gak usah khawatir, lu lanjut masak aja." jawab shadow.
"oke bos... bos nonton aja ya, biar saya yang masak." pinta albert.
"ya!." shadow
*lanjut next episode guysa
__ADS_1