Terjebak cinta CEO kejam

Terjebak cinta CEO kejam
Perubahan sikap


__ADS_3

Saat Fara bangun dan melihat buku harian yang ditulis Alena, dia memutuskan untuk membacanya lagi untuk menemukan petunjuk tentang apa yang telah menyebabkan permusuhan di antara kedua keluarga ini.


Tidak ada apa-apa, selain sedikit bacaan sebelumnya, tidak ada yang lain.


Dia menjatuhkan buku itu secara tidak sengaja yang membuat buku harian itu terbuka .... Dan itu dia, petunjuknya....


Apa ini? Foto???? Dan kenapa ini? Robek lagiiii?!!!


Dia menatap foto yang setengah robek di lantai lalu mengambilnya dan mengenali Alena yang berdiri di samping Randy, di sana ada sebuah tangan di bahunya dan sepertinya itu bukan milik Randy, melainkan milik orang di sebelah kanannya yang tidak bisa Fara kenali.


Apa yang menunjukkan jenis kelamin orang tak dikenal di samping Alena adalah tampilan tangannya yang kasar, sisi lain yang memegang wajah orang itu robek dengan sempurna.


Dia bingung bagaimana setiap petunjuk yang dia dapatkan selalu berakhir dengan robekan, siapa pun yang melakukan ini pasti memiliki keahlian untuk merobek sesuatu.


Pikirannya tidak bisa tenang dengan setiap jalan buntu yang ditemui, setiap kali Fara selangkah lagi memecahkan teka-teki itu.


Ada ketukan di pintu kamarnya yang membuatnya menyembunyikan buku harian dan gambar di bawah tempat tidur, dengan cepat Fara melemparkan selimut ke tubuhnya dan berpura-pura tidur.


Pintu kamarnya terbuka lebar. Fara tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat, dia memejamkan mata saat melihat Randy masuk dan mengunci pintu di belakangnya sebelum merasakan tempat tidurnya menekan dalam-dalam.


Dia meletakkan tangannya di wajah Fara untuk melihat apakah dia sedang tidur.


Fara menahan posisi tidur palsunya dengan sangat baik sehingga dia percaya. Jelas dia tidak tahu apa yang ingin dia lakukan tetapi menjadi jelas ketika Randy meletakkan telapak tangannya di atas perut Fara.


Mau apa dia?!!


Aku merasa sangat aneh, benar-benar aneh!!


Fara tidak dapat lagi menahannya, ingin sekali Fara bereaksi keras sebelum Randy berpikir untuk melakukan sesuatu padanya, tapi apa yang dia lakukan selanjutnya benar-benar mengejutkannya.


Suaranya sangat pelan dan tenang sehingga Fara mungkin tidak akan bisa mendengarnya jika dia tidak berada di dekatnya.


"Aku mencintaimu, tapi lebih baik begini," bisiknya.

__ADS_1


Randy mengatakan itu?


Entah mengapa jantung Fara benar-benar berdebar, tentu saja Randy tidak sedang berbicara kepadanya, melainkan bayinya, dia tidak pernah menyangka kalau Randy memiliki hati. Hal ini sedikit mengubah cara pandangnya terhadap Randy.


Dia bisa tetap tenang hingga Randy meninggalkan ruangan sebelum Fara bisa bernapas dengan baik.


.....


Keesokan harinya Fara diperbolehkan keluar kamar sehingga bisa sarapan. Dia memaksakan diri untuk menyapa dengan senyum lebar, yang bisa dilihat oleh siapa saja dan menganggapnya palsu.


Ella meminta maaf atas kejadian kemarin dan dia menyesal telah menyaksikannya, Fara menerima permintaan maafnya karena hanya dia yang merasa pantas untuk meminta maaf.


Selama tiga menit di sana, tidak sekalipun Randy menatap wajahnya, bukan berarti itu penting. Fara masih bingung dengan perubahan emosi Randy yang terus menerus, terkadang dia bersikap dingin, terkadang dia ramah dan hangat. Kalian juga menyaksikannya tadi malam kan??


Fara mengulurkan tangan untuk mengambil ayam dan Randy juga melakukannya, mereka saling bertatapan dengan canggung sebelum Randy mundur dan meminta maaf tanpa sadar, yang membuat mereka berdua terdiam sejenak sebelum Randy kembali pada makanannya seperti tidak ada yang baru saja terjadi.


Fara pun mengabaikannya dan lebih fokus pada makanan.


Sepanjang sarapan terasa membosankan, tidak ada kesenangan sama sekali, hanya membosankan! Coba saja ada Revan pasti akan terasa sedikit menyenangkan, tapi sayangnya dia dihukum.


Fara menatapnya dengan mata terkejut, ini tidak bisa dipercaya, seberapa jauh dia bisa melakukan hal ini?


Ya memang benar kalau aku hidup menumpang, tapi aku kan mengandung bayinya!!!!


Tadinya Fara berpikir kalau di dalam kepribadian yang dingin itu terdapat seorang pria yang baik dan dia hanya bertopeng untuk memenuhi ekspektasi orang-orang terhadapnya, dan sekarang.... Boom! Ada bom lain yang dengan cepat mengubah pandangannya.


Sikapnya membuatku ingin muntah! Huekk! Menjijikannnnn!!!


"Randy.... Ibu pikir kita sudah membicarakan hal ini, nak, kecuali jika fara terbukti bersalah, Faradina tidak boleh diperlakukan sebagai pencuri dan apa kau akan membiarkan dia kelaparan?, dia mengandung anakmu dan Alena". Tante Ella membelaku


"HENTIKAN!!!!" Randy meraung yang menggema di seluruh rumah besar itu. "Jangan katakan sepatah kata pun tentang anak ini," katanya sebelum dia pergi.


Ella duduk kembali di kursinya dengan air mata membanjiri matanya saat ia meratap sambil mengulangi bagaimana ia telah gagal membesarkan anaknya, ini adalah cara yang sama seperti Mala menangis tetapi tangisannya jauh lebih menyentuh karena putrinya telah meninggal dunia dengan cara yang paling buruk. Sementara anak laki-laki Ella berkeliaran di sekitar dan membuat kekacauan dengan menyebut-nyebut anak yang ada di dalam rahim Fara.

__ADS_1


Hal mengenai ibu pengganti ini mulai terasa seperti mimpi buruk yang tidak bisa terbangun sampai setelah sembilan bulan.


Fara memutuskan mengumpulkan keberanian untuk menghadapi Randy.


Oke,,, aku bisa!


Dia merasa berani sampai mengetuk pintunya dan pada saat itu kakinya menjadi lemas dan rasanya seperti mau muntah.


Fara membuka pintu tetapi Randy tidak terlihat senang saat melihat wajahnya. "Bolehkah aku berbicara denganmu?" tanya Fara saat berada di depan pintu.


"Tidak sekarang, aku sedang rapat," jawabnya sebelum mencoba menutup pintu,


Fara mencoba menghentikan pintu dengan menjelitnya agar tidak menutup tapi tangannya malah terjepit diantara pintu, Fara meringis kesakitan saat memegang tangannya yang sudah berubah menjadi merah karena tanda pintu.


"Apa kamu baik-baik saja?" Dia bertanya sebelum menarik Fara ke kamarnya dan mendudukkannya di tempat tidur, dia memegang tangan Fara dan memeriksanya.


"Tunggu di sini, aku akan mengambil obat," katanya kepada Fara sebelum mematikan laptop dan air pod-nya, dia rasa Randy tidak berbohong.


Randy membuka lemari di kamarnya dan membawa sebuah kotak dengan tanda palang merah dan meletakkannya di atas tempat tidur.


Randy memegang tangan Fara dan mengoleskan salep di atasnya sebelum meniupnya terus menerus, dia merasa tidak nyaman tetapi kelembutannya membuat Fara merasa tidak terlalu khawatir.


Apa yang ingin kamu katakan sampai tidak bisa menunggu?" Randy berkata sambil menatapnya, Fara berusaha menghindari tatapannya tetapi matanya tetap tertuju pada Fara


"Apa yang membuatmu tetap bertahan"? Tanya Randy lagi.


Fara akhirnya menyerah untuk menghindari Randy dan menatap balik ke arahnya.


Tampan sekali...


Dia terlihat sangat tampan dari dekat, matanya tenang dan menerawang, bibirnya .... terlihat berselera dan melihatnya dari dekat membuatku ingin tersenyum.


.....

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2