Terjebak cinta CEO kejam

Terjebak cinta CEO kejam
Mallanda


__ADS_3

Randy memelototi Fara dan fara balas memelototinya dengan tajam, dua orang bisa memainkan permainan itu, Fara yakin sekali akan menang.


Randy memalingkan wajahnya dan bangkit sebelum Ella menghentikannya untuk pergi yang membuatnya duduk kembali, dia memang mandiri tapi dia tahu dia adalah anak mama, Ella adalah satu-satunya orang yang bisa memperbaiki sekrupnya yang longgar.


"Kau bisa berkeliling memiliki pelacur sebagai simpanan ....." Dia melirik ke arah Karin yang berada di belakang Randy. "Aku tidak peduli, tapi dalam empat bulan ke depan kau akan menikah dengan Amanda. Mala, Andi, dan aku sudah menyetujuinya, Amanda adalah sahabat Alena dan dia adalah pilihan terbaik untuk menjadi istrimu, itu saja".


Suasana rumah menjadi berbeda setelah pertemuan itu, bahkan Revan yang berniat untuk pergi pun terkejut mendengar berita pernikahan Randy dan Amanda.


Revan mungkin tidak mau mengatakannya, tapi dia terlihat sama sekali tidak senang dengan ide itu.


Fara sudah berkemas dan siap untuk berangkat ke dokter pagi itu, namun karena Randy tidak tahu, munculah perdebatan lain antara Randy dan ibunya.


Randy seharusnya mengantar Fara ke rumah sakit dan menunggu sampai semuanya selesai sebelum dia bisa berangkat kerja. Hanya itu!!! Hanya itulah yang seharusnya dia lakukan. Fara justru bingung kenapa hal itu sangat sulit baginya. Dia lebih memilih untuk tidak pergi bekerja dan tinggal di rumah dengan Karin di sisinya.


Ella menggedor pintu kamarnya beberapa kali dan selama sekitar tiga puluh menit, tapi sama sekali tidak ada jawaban, karena Ella mulai lelah akhirnya dia memilih jalan termudah dengan menyewa sopir untuk fara.


Fara jadi mengerti kenapa seluruh keluarga Gilbert tidak tertarik untuk memperkerjakan sopir, itulah sebabnya mereka semua memiliki mobil pribadi dan mereka semua bisa dengan bebas mengemudikannya kapanpun mereka mau.


Sopir segera tiba dan mengantar Fara ke rumah sakit. Laporan dari dokter sangat bagus tetapi Fara diminta untuk selalu datang bersama dengan perwakilan keluarga anak, seperti Randy misalnya, karena dia adalah ayahnya.


Mang ujang, sopir sementara Fara, sangat lucu dan baik, dia tidak keberatan untuk tetap mengantarnya, tapi semuanya tergantung pada Ella. Dia telah mengambil alih kendali akhir-akhir ini, baik Randy maupun Revan mereka tidak memiliki kekuasaan seperti yang dia miliki dulu. Ella bahkan telah membuat Randy melupakan pusaka yang dicuri dari kamarnya, yang Fara yakini diambil oleh Ella atau Revan.

__ADS_1


Fara melangkah masuk ke dalam rumah besar dan langsung menuju tempat tidur untuk beristirahat.


Dia terbangun oleh jeritan keras dari lantai bawah, dengan cepat Fara bergegas keluar untuk melihat apa itu, di sana Fara bertemu dengan Randy yang terbungkus dalam pelukan kekasihnya. Setelah saling menatap selama beberapa saat, kedua mata Fara bergerak ke arah sumber suara jeritan itu.


Ternyata itu adalah Amanda dengan warna rambut yang berbeda, terakhir kali Fara melihat rambutnya, berwarna merah dan sekarang berwarna pirang dengan bayangan hitam di ujungnya. Dan jeritan itu bukan berasal darinya, melainkan dari wanita di sampingnya yang terlihat sangat cantik, bisa dibilang dia melakukan operasi plastik, kukunya panjang dan terlihat sangat berlebihan.


Ketika Amanda menatap Fara dan melambaikan tangan, dia membalas lambaian tangan tersebut meskipun mereka tidak terlalu dekat, namun Amanda menyadari kalau Fara adalah memiliki peran penting di mansion besar itu yaitu sebagai ibu pengganti.


"OH MY GOD!!!, Amandaaaaa, you harus mengajakku berkeliling rumah ini nanti .... I don't believe it!! You so lucky gurllll" kata wanita itu.


Amanda bersikap seolah-olah ini bukan masalah besar dan temannya bereaksi berlebihan.


Randy kembali ke kamarnya tanpa mempedulikan kedatangan Amanda dengan asisten pribadinya, Karin yang terus mendampinginya.


Ella telah memerintahkan beberapa orang untuk membantu mereka dengan barang bawaan mereka. Amanda diberi kamar tepat di sebelah kamar Fara dan temannya berada jauh dari kamar Fara.


Sementara mereka menetap, Fara menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar untuk mencoba beristirahat, namun sayangnya dia bahkan tidak bisa tidur karena jeritan yang terus menerus dari kamar Amanda.


Dia menyumbat telinganya dengan bantal, namun hal itu pun tidak membantu.


....

__ADS_1


Mereka semua akhirnya dipanggil untuk makan malam. Untung saja Karin pergi setelah Amanda masuk ke kamarnya, jika tidak, makan malam ini akan sama seperti makan malam lainnya yang pernah dilakukan keluarga ini.


"PERHATIAAANNNN!!!!" Teman Amanda mengumumkan yang membuat semua orang menghentikan apa pun yang sedang mereka lakukan untuk melihat ke arahnya yang berada tepat di sebelah Fara.


"Hmmm apa ada di antara kalian yang tahu namaku? atau siapa aku?? Tidak tahu kaaaann? jadi izinkan aku untuk memperkenalkan diri karena Manda tidak bisa," katanya dengan aksen yang samar-samar, ia menjernihkan suaranya sebelum melanjutkan. "Namaku Mallanda" dia memberi penekanan pada nama itu


"Mala?" Fara mendengar dirinya mengulanginya dan wakita itu melirik Fara,


"Uh uh Bukan Mala, yang benar Mallanda! M-A-L-L-A-N-D-A! Ingattt!! Double L !!!!, tolong pelajari, apa kalian tidak pernah menonton film atau drakor? "dia menghela napas. "Pokoknya senang bertemu denganmu Randy," Mallanda mengulurkan tangan pada Randy dengan sikap genit yang diterima Randy dengan anggun tanpa menghiraukan raut terkejut di wajah Manda.


Amanda terus menatapnya untuk menghentikannya dan Mallanda berkata,


"Ya ya aku tahu kamu masih lajang, tapi sebentar lagi kamu mau menikah, sayang," dia melepaskan tangannya dari tangan Randy. "Jadi, apa yang akan kita lakukan besok? Berarti sudah sekitar lima jam kita berada di rumah yang membosankan ini"


Apa dia bilang ? Bosan?


Bagaimana dia bisa mengatakan membosankan jika sepanjang hari dia selalu tertawa dengan menjerit? Huh tidak tahu malu


"Oke girlsss bagaimana kalau kita pergi berbelanja besok dan pengantin pria yang akan membayar! Deal?? Heyyy setuju kann??... Ada cloth line terbaru yang keluar dan aku sudah lama ingin memilikinya". Mallanda terus menjalankan mulutnya seperti keran air yang tidak bisa ditutup.


Telepon Randy berdering ketika mereka sedang makan malam dan Randy pamit untuk mengurusnya, ketika dia kembali, dia bergegas keluar dengan kuncinya dan pergi.

__ADS_1


....


Bersambung


__ADS_2