
"Setidaknya kamu harus mencoba, kamu adalah satu-satunya orang yang memiliki sambungan otomatis di teleponku, tidak ada orang lain di rumah ini yang punya, jika kamu tidak sibuk, aku ingin menunjukkan mobil barumu". kata Randy
Fara hampir menangis ketika mendengar kalau Randy membelikannya mobil baru, sampai-sampai Fara berlari untuk memeluknya. Fara sedang berkubang dalam aroma muskulinnya dan pintu kamarnya terbuka, Amanda masuk melihat Fara dalam pelukan Randy.
Dia membuka pintu lebih lebar dan Mallanda menoleh, "Apa-apaan ini?" Amanda bertanya.
Ekspresi kebingungan terlihat di mata Amanda saat dia memergoki tangan Fara dalam genggaman Randy. Tangannya melepaskan pintu dan pintu itu terbuka lebih lebar sehingga Mallanda dapat mendorong dirinya masuk. Mereka berdua masih saling berpelukan bahkan ketika Ella datang.
"Apa yang terjadi?" Suaranya terdengar lemah seperti akan menangis.
Randy melepaskan Fara perlahan, mereka berdua memiliki kewajiban untuk menjelaskan sesuatu sebelum hal itu menjadi rumit.
"Dengar Manda, ini tidak seperti yang kamu pikirkan" Fara berjalan mendekatinya dan mencoba menjelaskan keseluruhan situasi.
"Katakan padaku Faradina... Apa yang aku pikirkan? Karena saat ini aku bingung mengapa seorang ibu pengganti berada dalam pelukan tunanganku?!!". suaranya semakin meninggi di setiap kata yang diucapkannya, matanya sudah terbakar oleh api yang sangat besar yang dapat memusnahkan seluruh negara.
Fara merasa lemah.
Apakah hidupku akan berakhir seperti ini? Hidupku akan menuruni bukit karena seorang pria yang tidak begitu peduli, bahkan Revan yang datang sama sekali tidak menatapku, itu menyakitkan.
"Randy, apa yang kau lakukan disini? Jangan bilang kau datang hanya untuk memeriksanya? Kau pikir aku akan percaya?? Kau adalah orang yang selalu sibuk. Tante Ella tolong bicaralah pada anakmu, aku tidak ingin berada disituasi di mana aku harus mengirim pesan pada semua keluargaku dan mengatakan pada mereka kalau pernikahannya telah dibatalkan hanya karena ibu pengganti yang tidak tahu malu yang tidak bisa menjaga tangannya dari priaku," Amanda meluapkan kemarahannya yang sudah memuncak hingga ia tidak segan-segan untuk menghina Fara.
Ya, aku memang tidak tahu malu, tapi bukan hanya aku yang seperti itu.
"Jangan pernah bicara seperti itu padanya Amanda!!" teriak Randy membuat suaranya menggema ke seluruh ruangan dan membuat seisi ruangan terdiam, urat-urat nadi terlihat jelas di lehernya.
Tindakan Randy begitu dingin sehingga Amanda tidak dapat menahan diri untuk tidak merintih saat dia mencoba untuk berbicara. "Apa katamu?"
"Faradina tidak melakukan kesalahan, aku sendiri yang datang ke kamarnya. Aku ingin memberitahu Fara kalau aku membelikannya mobil baru. Ibu menyuruhku, kau bisa tanya ibu untuk memastikan hal itu," Randy menyingkirkan semua orang dan bergegas keluar dengan Revan yang mengikutinya.
__ADS_1
"Randy!" Amanda berseru, "Apa itu benar tante?? Apa tante benar-benar menyuruh Randy untuk membelikan Fara mobil baru?" Amanda bertanya dengan suara yang sangat lemah, Fara bisa merasakan kalau dia benar-benar sedih.
"Itu benar sayang, aku yakin Randy hanya datang untuk menyampaikan pesan itu padanya dan sebagai tanda terima kasih Faradina pasti memeluknya, jangan berlebihan, Randy salah seharusnya dia tak memberitahu fara di kamarnya, aku tahu ini sangat mengganggu dan aku minta maaf atas perilakunya, tolong maafkan dia, Randy sangat ingin menikahimu dan itu akan terjadi, percayalah, tak perlu marah tentang apa pun sekarang," Ella memandang Fara sejenak sebelum menggandeng tangan Amanda.
"Kalau kenyataannya begitu oke tidak apa-apa, aku hanya berjaga-jaga. Aku tidak ingin apa yang terjadi tahun lalu terulang lagi" Mata Amanda menatap mata Fara,
Fara benar-benar lemah, dia bahkan tidak dapat mengucapkan satu kata pun karena betapa tidak berdayanya dia,
"Maafkan aku Faradina... Aku tahu aku sedikit keterlaluan dan aku benar-benar minta maaf" Amanda melepaskan tangan Ella dan memegang tangan Fara , "Maafkan aku" katanya saat dia lebih dekat dengan Fara.
Seharusnya dia tidak meminta maaf, akulah yang melakukan semua kesalahan padanya.
"Tidak, aku yang seharusnya meminta maaf..." Fara ingin menjelaskan semuanya padanya karena rasa bersalah itu sangat menyakitinya.
Amanda mencoba tersenyum untuk meredakan suasana yang tegang, dia bisa melihat Mallanda yang kesal karena kejadian itu seperti mengharapkan sesuatu yang berbeda dari apa yang telah terjadi.
Fara mengangguk setuju.
"Oke everybody, acara sudah selesai" Mallanda mengumumkan kepada para pelayan yang sedari tadi melihat pertengkaran kecil tadi, Fara yakin sebelum fajar menyingsing berita itu sudah menyebar ke seluruh penjuru rumah kalau Randy ada di kamar Fara, bahkan bisa saja berita itu di lebih-lebihkan dan disebarkan ke arah sebaliknya.
Karena merasa bersalah, amanda telah menunggu di kamar sampai dia memandikan dan menidurkan Fara di tempat tidur.
Amanda bersikap baik tapi tadi dia baru saja marah, dia sangat membuat Fara takut, dia bukanlah orang yang patut dipermainkan, hari itu Fara diselamatkan oleh kemarahan Amanda karena Randy turun tangan demi Fara meskipun Randy pergi tiba-tiba, masih ada hari esok dan selanjutnya jika Fara tetap melakukan hal itu dengan Randy, itu akan membuat Fara masuk ke liang lahat.
Ini harus dihentikan dengan segala cara, hari ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang akan amanda lakukan jika dia memergoki aku di ranjang yang sama dengannya.
Setelah malam itu, Fara tahu Amanda akan mulai melihat Fara secara berbeda dan keesokan paginya saat sarapan pagi, dia merasa terancam oleh kehadiran Fara.
Amanda duduk di sebelah Randy, mencoba memaksanya untuk memakan sayurannya yang disisihkannya. Tidak seperti biasanya Randy tidak mau repot-repot melakukan kontak mata dengannya, sepertinya hanya Fara yang berusaha membuat Randy setidaknya menatapnya dengan tatapan Fara yang terus menerus.
__ADS_1
Bodohnya Fara karena semua orang memperhatikan dan setiap gerakan Randy sekarang
Randy akhirnya memakan sayuran yang dipaksa Amanda,
"Aaaaa... Sekarang kamu pantas mendapatkan ciuman" dia memberikan ciuman ringan di bibirnya, "Sekarang untuk setiap sayuran yang kamu makan akan ada ciuman" katanya sambil tersenyum sebelum menatap Fara. "Fara, aku lihat kamu mengalami malam yang indah .... Itu mengingatkanku, aku berpikir apa kamu mau menjadi bridesmaid ku?"
Garpu di tangan Fara jatuh di atas piringnya, "Amanda aku sedang mengandung, kurasa itu tidak mungkin ...."
"Bagus! Terima kasih telah melakukan ini untukku Faradina" katanya memotong perkataan Fara, Ella hanya diam dan yang mengejutkan Revan juga yang lebih fokus pada makanannya daripada percakapan yang mereka lakukan, hanya Randy yang berusaha keras untuk menentangnya, bahkan temannya Mallanda tidak senang dengan permintaan baru itu, meskipun Mallanda sebenarnya telah menolak untuk menjadi bridesmaid karena keadaan yang tidak mau kuketahui oleh publik.
Ketika semuanya kembali normal, Amanda berbicara dan kali ini sangat menyentuh. "Aku ingin pernikahannya diundur minggu depan" katanya sambil menatap Randy dengan penuh cinta dan menunggu jawaban dari Randy.
"Manda, aku tahu kamu masih sedikit khawatir tentang kejadian kemarin dan aku .." Ella mencoba untuk berbicara tetapi Amanda memotongnya.
"Ini tidak ada hubungannya dengan kemarin, sebenarnya aku sudah ingin mengatakan ini sejak tanggal pernikahannya masih terlalu
terlalu jauh"
"Aku tahu tapi ...." Ella mencoba untuk berbicara tapi Amanda memotongnya lagi sambil menghadap Randy untuk meminta persetujuannya.
"Seminggu terlalu singkat untuk pernikahan impian yang kamu inginkan, sebulan lebih baik," kata Randy.
Amanda tersenyum. "Oke, tidak apa-apa .... Sebaiknya aku mulai bersiap-siap" dia meninggalkan meja dan naik ke kamarnya.
Sebuah pesan muncul di layar ponsel Fara dan dengan cepat Fara mengambilnya dari meja sebelum ada orang yang melihat dari siapa pesan itu berasal. "Temui aku di dalam kebun, kita harus bicara"
.....
Bersambung
__ADS_1