Terjebak cinta CEO kejam

Terjebak cinta CEO kejam
Dituduh


__ADS_3

"Aku ingin tahu..." Dia memejamkan mata dan menghela napas. "Siapa yang masuk ke kamarku?" Randy bertanya langsung dan Fara melihat wajah Ella yang berubah.


Itu terlalu cepat untuk menuduh seseorang, tapi Fara benar-benar mencurigai Revan , dia memiliki kunci sebelumnya bahkan Fara tidak tahu untuk apa kunci itu digunakan.


Dia juga memikirkan Tante Ella karena dia memiliki kunci yang berbeda dan ada kemungkinan salah satu kunci itu di gunakan untuk membuka kamar Randy.


Fara berani menuduhnya karena ekspresinya yang tiba-tiba berubah saat randy mengatakan hal tadi.


"Aku melihat Nona Faradina masuk kekamarmu"


Deg


Apa??!!! Apa katanya? Dia menuduhku??????!!!


Beraninya diaaaa!!


Tidak ada gerakan, tidak ada gerakan dari Fara atau orang-orang di sekitar. Keberaniannya keluar untuk menyalahkannya, membuat Fara terguncang, bahkan siapa pun akan terguncang jika berada dalam situasi seperti saat ini.


Wajah Randy dingin, ekspresinya adalah satu-satunya yang paling Fara pedulikan saat ini. Dia takut dengan apa yang akan Randy katakan selanjutnya, jantungnya berdegup .... begitu kencang sampai kalian dapat mendengar suaranya dari luar.


Fara menatap sinis pelayan yang telah menuduhnya atas sesuatu yang tidak dia lakukan, tapi pelayan itu hanya menunduk malu.


"Aku tidak pernah pergi ke kamarnya, kenapa kau mengatakan itu? Apa kau punya bukti!!?"


Fara memutuskan untuk membela diri sebelum keadaan menjadi berantakan, sudah cukup buruk Randy tidak menyukainya, dia tidak ingin Randy membencinya lebih jauh lagi.


Untuk pertama kalinya setelah jeda yang cukup lama, mereka semua terdiam, Randy menatapnya, tatapannya seperti orang yang mencoba membaca kepolosan seseorang dari tingkah lakunya.


Randy menghela napas panjang sebelum berkata.


"Seseorang masuk ke kamarku dan mengambil sesuatu yang sangat berharga bagiku."


Randy berhenti sejenak sebelum menatap langsung ke arah Fara.


"Nona Faradina, jika bukan karena anak Alena, aku akan mengusirmu .... Menjadi seorang petani seharusnya tidak membuatmu menjadi pencuri ...." Dia berkata dengan dingin.


"Pencuri? Petani?"


Apa maksunya??


Fara mengulangi kata itu sebelum melihat sekeliling untuk melihat yang lain terutama Revan dan Ella yang Fara pikir akan membelanya, tapi nyatanya tidak, mereka membiarkan diktator ini meremehkannya.


Dia memiliki harga diri dan martabat yang utuh sebelum masuk ke rumah ini!! mengesampingkan demi ibunya, tapi tidak pernah sekalipun Fara berpikir untuk mencuri dari seseorang meskipun dia sangat membutuhkan uang!

__ADS_1


Dan untuk hal tentang Fara yang belum berterimakasih pada Randy pada hari itu, Dia tidak menyesal, dia tidak menyesal karena tidak mengatakannya.


"Dengar tuan," kata Fara dengan tegas, Randy menatapnya tidak percaya dengan sedikit terkejut, seolah-olah dia tiba-tiba tertarik dengan apa yang Fara katakan sebelum nada suaranya berubah.


"Kau jangan sekali-kali menyebutku pencuri ketika belum terbukti kalau aku mencuri sesuatu darimu, aku mungkin orang yang pendiam dan tenang , tapi aku juga bisa marah dengan mudah! Apa kau pikir semua orang di dunia ini harus takluk padamu?!! Apa aku harus mengakui sebuah kesalahan yang bahkan tidak aku lakukan?!!! Aku juga tidak punya rasa hormat pada orang yang merendahkan orang lain hanya karena aku miskin, ingat itu !! aku sangat tahu kau membenciku karena alasan yang tidak berguna yang hanya kau dan keluargamu yang tahu! tapi aku tidak akan terima jika kau berani merendahkanku, dan mengenai apapun yang aku curi sebutkan harganya dan aku akan menggantinya!!".


Fara baru saja akan merasa senang karena telah membela dirinya sendiri sampai tiba-tiba Randy mengumumkan,


"Dua puluh Milyar".


Yaampun! Dua puluh milyar?!!


Fara tercekat. "Hanya itu?", Ucapnya


Randy memberikan senyuman sepihak karena dia tahu mana mungkin Fara bisa membayarnya, kalian bisa menyalahkan mulutnya yang tidak bisa diam itu.


"Ini adalah pusaka keluarga yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dan sekarang nilainya dua puluh milyar".


"KENAPA KAU MENYIMPAN BENDA BERHARGA ITU DI DALAM RUMAH!!!!" kata Fara dengan lantang yang membuat Randy mengangkat alis dan yang lain terkejut dengan teriakannya.


Randy bangkit dari singgasananya dan berjalan ke arahnya, "Aku harap uang itu akan dikirim ke rekeningku sebelum besok" katanya sebelum pergi.


Dua puluh milyar? Sekarang? Aku bisa gila!!


Fara merasakan kakinya seperti jeli, dia kesal dengan dirinya sendiri, merasakan matanya yang mulai berkunang-kunang,


Setidaknya saat itu dia tidak menyuruhku membayar sejumlah uang yang tidak terbayangkan untuk satu barang tua yang mereka tolak untuk dibuang.


....


Sementara dalam keadaan pingsan, Fara merasakan sentuhan tangan yang hangat di kulitnya yang dingin yang membuat bulu kuduknya merinding.


"Jangan pedulikan saudaraku, aku tahu kamu tidak melakukannya, aku percaya dia melakukan ini hanya untuk membuat alasan agar bisa mengeluarkanmu dari sini,"


Revan menghiburnya, sesuatu yang Fara butuhkan beberapa menit yang lalu, dia ingin kepastian, tapi Revan hanya berdiri melihat Fara dihukum oleh saudaranya.


Fara masih ingat Revan mengembalikan sebuah kunci sesaat sebelum Randy kembali dan Ella juga memiliki banyak kunci yang mungkin juga bisa membuka kamar Randy.


Ada kemungkinan besar salah satu dari mereka yang melakukannya, tapi kenapa mereka ingin mencuri apa yang sudah menjadi milik keluarga?


Fara tersenyum pada Revan yang masih melayang-layang di sekitarnya dan dia tersenyum balik.


"Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan agar kau bisa sedikit bersantai, kau tahu?, Saudaraku bisa sangat marah jika menyangkut hal ini,"

__ADS_1


Revan menggandeng tangannya dan membawa Fara ke pertanian keluarga yang jaraknya lebih jauh dari rumah dan mansion.


Mereka juga memiliki pekerja di sana yang mengurus ternak dan lahan pertanian, kelihatannya seperti dunia yang sangat berbeda.


Ada sebuah kolam tempat ikan-ikan kecil berada, kemudian kandang kuda, dan untuk pertama kalinya Fara melihat kuda! Kuda itu sangat besar, dia ingin menaikinya tetapi mereka bilang itu adalah satu-satunya kuda yang tersedia dan kuda itu milik Randy, tidak ada yang berani menyentuhnya.


Sebenarnya ada banyak kuda disana, tapi katanya sedang beristirahat.... Fara juga tidak mengerti kenapa lima puluh kuda lainnya harus beristirahat.


Dasar pelit!


Walau bagaimanapun, Revan mengajakku untuk menemui keluarga yang bertanggung jawab atas lahan pertanian, yaitu keluarga Alena, Sisi emosional Fara ingin menangis saat melihat mereka. ayah dan ibu Alena sangat ramah saat melihat Revan dan Fara mendekati pintu rumah mereka.


"Vano!" Wanita yang tampak seusia Tante Ella namun tanpa kerutan itu bergegas memeluk Revan, "Kapan kamu kembali?" Wanita itu bertanya sambil memeluknya.


"Seminggu yang lalu, aku tidak dapat berkunjung karena .... "


Revan ingin menjelaskan lebih lanjut, tetapi ibu Alena mengerti dengan cepat


"Tidak apa-apa, dan siapa ini? Akhirnya kau punya pacar, Vano!" Ibu Alena menepuk pundak vano dengan lucu, Revan menggaruk-garuk kepalanya yang tersipu malu, dia tahu mereka sedang membicarakan Fara yang memperkenalkan diri.


"Selamat siang, aku Faradina," katanya tersenyum.


"Ooh Dina sayang, selamat datang anakku, ayo masuk dulu, aku akan menyiapkan makanan." Dia masuk ke dalam rumah dan Fara tidak sempat mengoreksi hubungannya dengan Revan.


Rumah itu hangat dan nyaman, aroma makanan rumahan menyelimuti seluruh ruangan, Fara sangat kagum dengan semua pengaturannya. Ayah Alena sedang menonton berita saat kami masuk dan Revan bergegas masuk untuk menyambutnya.


Revan pasti sangat dicintai oleh keluarga ini, mereka juga memberikan salam kepada Fara, mereka mengira Fara adalah pacar Revan.


Fara mencari-cari foto lama Alena di antara bingkai-bingkai foto yang ada di atas meja sebelum ibu Alena mengajak semua orang untuk ikut makan malam.


Mereka semua duduk dan ayah Alena memastikan mereka berdoa sebelum makan.


"Jadi, di mana kalian berdua bertemu? Dina apa kau tahu kalau Vano itu seorang playboy? dia tidak pernah serius dengan pacarnya," kata ibu Alena sambil menghidangkan makanan untuk mereka semua,


"Mah, Faradina bukan pacarku!!." Revan berpikir untuk mengoreksi sebelum menjadi salah paham.


"Oh ya? Maaf, aku tidak tahu tapi kamu dan Dina akan menjadi pasangan yang lebih baik, jadi kamu siapa?" Dia bertanya.


"Dia mengandung anak Alena," kata Revan memulai dengan cara yang paling salah, membuat pasangan itu mempertanyakan seksualitas putri mereka.


"Tidak, tidak. Maksudku Alena memutuskan untuk mencari ibu pengganti karena dia tidak bisa memiliki anak sendiri". Revan menambahkan


Ketika ibu Alena diingatkan akan ketidakmampuan putrinya, dia menjatuhkan panci berisi air dingin ke tanah dan menangis.

__ADS_1


.....


Bersambung


__ADS_2