
Happy reading..
Enjoy update..
Skip
Di kantin.
" yuna di sini " bobby
Yuna berjalan mendekati bobby dan duduk di samping nya.
" gue mau ngomong sama lo "
" tinggal ngomong "
" pagi tadi di pintu kantin, lo ketabrak sama seorang namja kan? "
" ne "
" apa lo sudah gila? Lo maki dia di depan semua orang, lo tau dia siapa? "
" gk, dan gk mau tau "
" ya tuhan, hidup mu akan bahaya mulai sekarang "
" kenapa? Apa segitu pentingnya orang itu? "
" dia itu seorang idol yang mempunyai fens paling terbanyak di kampus ini, bisa di bilang dia pangeran kampus "
" lalu? "
" astaga, kenapa ekspresi lo begitu tenang yuna? Apa lo gk takut dengan fens nya? "
" apa peduli gue? Mending lo pesenin gue minum deh sama bakso satu "
" ahh terserah lo aja yun, yang penting gue sudah ingat kan lo "
Yuna hanya mengagguk sambil memainkan hp nya yang baru di cas menggunakan power bank.
Tak lama kemudian bobby datang membawa dua mangkuk bakso dan dua jus jeruk.
Yuna langsung mengambilnya dan menyeruput minuman nya lalu mulai makan dengan tenang.
Bobby menggeleng heran melihat sifat yuna yang kelewat santai tanpa bebanΒ .
Tak lama kemudian banyak kaum wanita yang berteriak histeris hingga mengganggu ketentraman makan yuna terganggu, yuna mengerutkan keningnya tak suka.
(( dasar sangat mengganggu! ))
Yuna menyeruput minumnya memberi beberapa lembar uang kepada bobby dan melenggang pergi.
Saat melewati meja mereka, tangan yuna di cekal oleh jungkook.
" nama kamu siapa? "
" lepaskan tangan lo "
Jungkook langsung melepaskan cekalan tangan nya, dan yuna pun melenggang pergi tanpa menghiraukan pertanyaan jungkook.
" hmm.. sangat menarik "
__ADS_1
" lo suka sama dia jungkook? " tae
" hmm.. dia sudah memenuhi tipe ku, gadis pertama yang menggetarkan hati ku "
Jimin menatap jungkook tak suka, saat ini dia sangat terbakar api cemburu.
" lebih baik lo jangan dekati dia " jimin
" memang kenapa jim? Apa lo suka juga dengan dia? " jungkook
" dia akan menjadi kekasih ku "
" oh, benarkah? Baik, lihat saja siapa yang akan mendapatkan gadis indonesia itu "
" dari mana lo tau kalo dia gadis dari indonesia? " tae
" semua orang di kampus ini sudah tau, bahwa dia dari indonesia "
" apa hanya gue yang gk gau masalah ini? " tae
" sebaik nya lo jangan main2 dengan gue kook "
" kenapa? Gue akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dia, apa pun itu "
Jimin mengepalkan tangan nya dan melenggang pergi dari kantin meninggal kan taehyung dan jungkook.
Jimin berjalan ke arah rooftop untuk mendinginkan fikiran nya dan emosi nya.
Tapi jimin tiba2 terkejut melihat yuna yang berdiri di dekat pagar rooftop, sambil menyumpah serapahkan dirinya dan kedua rekan kerja nya.
" supah berisik banget sih! Orang lagi makan aja terganggu! Lagian untuk apa juga teriak2 kaya orang gila gitu! Aisss!!! "
" apa lo benci gue? "
Yune terkejut dan refleks berbalik.
" ngapain lo kesini? "
" jawab dulu pertanyaan gue, apa lo benci gue? "
Tiba2 ekspresi jimin menjadi serius, membuat yuna gelagapan untuk menjawab.
" e' eng- iya! Kenapa emang nya? Lo itu penyebab kerusuhan di kantin tadi, dan gue benci itu! "
" jadi lo benci dengan gue? "
Tiba2 ekspresi jimin menjadi sendu, yuna menjadi tak tega dengan jimin sekarang.
(( astaga, aduh, gimana ini? " ))
Yuna mendekati jimin dan mengusap pipinya bermaksud untuk menenangkan.
" plis, jangan keluarin ekspresi lo gitu, gue gk tega "
Yuna mengucapkan itu dengan nada lembut sambil mengelus pipi jimin dengan ibu jari nya, saat ini tidak ada yuna yang dingin, tidak ada yuna yang cuek dan tak perduli, saat ini yang ada hanya lah yuna yang lembut dengan tatapan mata penuh ketulusan.
Jimin terkesiap menghadapi sifat yuna yang tiba2 berubah menjadi lembut dan penuh dengan ketulusan, jantungnya berdegup dengan kencang.
Sungguh fikiran jimin saat ini hanya kepada yuna, dan sangat ingin terus bersama yuna.
Tiba2 yuna sadar, dan menjauhkan tangannya dari pipi jimin, mengutuk dirinya sendiri karna sudah melakukan hal yang salah.
__ADS_1
Jimin tidak ingin yuna menjauh dari nya, tanpa ragu jimin mendekat dan langsung memeluk yuna dengan posesif.
Yuna terkejut bukan main, selama ini ia tidak membiarkan pria mana pun intuk memeluk tubuhnya, tapi saat ini sangat berbeda, ia merasakan nyaman di dekat jimin.
Tanpa di sadari oleh yuna, ia tersenyum dan membalas pelukan yang diberikan oleh jimin dengan suka rela.
Jimin tersenyum sambil mengeratkan pelukan nya, menyembunyikan wajahnya di leher yuna.
Yuna pun tanpa ia sadari membelai rambut jimin dengan lembut.
Sudah cukup lama mereka berpelukan, yuna masih setia membeli rambut jimin, sesekali yuna melirik jam tangan nya.
(( udah jam pulang, ni manusia masih betah aja meluk gue, gue curiga kalo dia tidur sekarang π ))
Yuna melirik ke bawah untuk memastikan.
(( π sudah gue duga! ))
Yuna menepuk pipi jimin pelan, untuk membangunkan nya.
" jimin si.. bagun lah, ini sudah jam pulang, apa lo tidak ingin pulang, dan ingin seperti ini terus? "
Jimin mengerutkan kening nya, perlahan mengerjapkan mata nya, lalu melirik ke atas.
Senyum jimin mengembang melihat yuna yang juga menatap nya dengan posisi yang masih saling memeluk.
Yuna berdecak sebal melihat posisi nya sekarang.
" apa masih lama? Ini sudah jam pulang, aku akan segera pergi "
Jimin melepaskan pelukan nya dan tersenyum kearah yuna, yuna membalas senyumnya dengan senyuman kecil.
" gue balik dulu, lo gk baik? "
" gue antar "
" gk usah, gue bawa mobil "
Dreettttt..
" halo "
" yun, mobil gue bawa dulu ya? Lo balik sama siapa kek, gue nongkrong dulu "
" sialan, ngapa lo gk tunggu gue! "
" lo nya entah kemana, makanya gue tinggal "
" sial! Serah lo! "
Tut tut..
Yuna mematikan hp nya sepihak, dan menatap jimin, yuna menghela nafas.
" baik lah, ayo "
To be cauntinyue..
Jangan lupa vote and komen ;)
Salam anatul ππ
__ADS_1