Terjebak Di Dalam Dunia Game : Reality In Game

Terjebak Di Dalam Dunia Game : Reality In Game
Hade no Assasin


__ADS_3

Hade pun akhirnya akan berlatih menjadi seorang Assasin, karena dirinya adalah sorang Dragon knight sebuah job yang memungkinkan pemiliknya bisa mempelajari semua kamampuan dari berbagai job lainya. Sehingga Hade juga bisa mempelajari kemampuan seorang Assasin.


Tentu saja ia tidak mrmbicarakan tentang ini kepada kakek Gou, tapi anehnya ketika kakek Gou menawarkan Hade untuk menjadi seorang Assasin Kakek Gou sama sekali tidak menanyakan terlebih dahulu tentang apakah Hade sudah memiliki job atau belum.


________


" Hah, hah, hah, Kakek apakah tidak ada cara lain untuk menjadi seorang Assasin selain berlari sembari membawa batu sebesar ini? Huft... "


" Dasar anak bodoh! Kau kira ini dunia mimpi apa? sehinga apapun yang kau inginkan semudah membalikan tangan Hah! ''


" Huh.. Dasar kakek darting...Inikan Dunia Game seharusnya untuk mempelajari sebuah skill tidak sesusah ini... Bahkan ini bisa di bilang sebuah penyiksaan. " Gumam Hade, tentu saja dengan suara yang pelan sehingga Kakek Gou tidak bisa mendengarnya.


" Hai bocah, apa yang sedang kau bicarakan?! Cepat selesaikan Lima puluh putaran mu!!! "


" Iya, iya dasar Kakek cerewet "


Tang...


Sebuah tongkat mendarat mulus di kepala Hade.


" Aww... " Hade memegangi kepalanya yang sedikit benjol, sambil meringis kesakitan.


" Hahaha... Itu balasan untuk murid pembangkang sepertimu.. Sekarang cepat lanjutkan latihanya atau kau mau merasakanya sekali lagi? "


" Huh, sungguh terlalu. "


_______


Seminggu lebih Hade menjalankan latihan yang begitu keras di bawah bimbingan Kakek Gou. Dari mulai berlari membawa bongkahan batu, sampai berjalan di atas papan yang di gantung tetapi jangan sampai ada suara sedikitpun waktu berjalan.


Tidak sedikit pula luka lebam di sekujur tubuh Hade, karena setiap kali Hade melakukan kesalahan setidaknya satu pukulan tongkat akan di terimanya dari kakek Gou.


Mungkin kalau di dunia asalnya, ada perguruan yang melatih muridnya seperti yang di alami oleh Hade, pasti sudah lama perguruan itu akan di hancurkan oleh prmerintah.


Tapi di sisi lain dengan pelatihan yang di terimanya, stamina dan kekuatan fisiknya di atas rata-rata. Dan juga dengan pelatihan tersebut kini Hade sudah memilik sebuah sekill yang begitu jarang di miliki bahkan bagi para Assasin lainya di dunia ini.


[Selamat langkah cahaya berhasil di kuasai.


Sebuah skill yang sudah lama menghilang.


Yang menjadikan pemiliknya bisa bergerak secepat cahaya.


Kecepatan berlari +250℅ Selama 3 menit.


Mana : 300

__ADS_1


Coldown : 10 Menit.]


" Wah, Kakek aku tidak mengira penyiksaanmu akan berbuah semanis ini "


Tang...


" Dasar murid bodoh!!! Apa kau kira selama ini aku hanya main-main. "


" Ahh.. Kakek ayo lah aku cuma bercanda... "


Jawab Hade sembari cengingisan se akan tidak memiliki dosa.


" Sudah lah waktunya makan siang cepat! "


' Huh, dasar waktunya makan saja semangat.'


Gerutu Hade dalam hati.


Memang selain berlatih, jika sudah waktunya jam makan tiba, maka seorang Hade no Assasin akan bersulap diri menjadi seorang koki profesional. Bahkan beberapa hari yang lalu saat Hade sedang memasak sebuah jendela informasi muncul di hadapanya.


[Selamat skill memasak berhasil di pelajari!


Sebuah sekill produksi yang menjadikan masakan yang di masak akan terasa lebih nikmat dan juga memiliki beberapa efek tambahan.


Memasak/Lv. 1


" Wah! Ternyata di dunia ini memasak juga ada skilnya. " Kira-kira seperti itu lah expresi bahagia yang di tunjukan oleh Hade saat pertama kali mendapatkan skill memasak.


Akan tetapi untuk sekarang kebahagian itu telah lama menjadi kenangan. Bagaimana tidak? Semenjak skill memasaknya aktif Hade harus rela memasak dalam porsi lima kali lipat dari biasanya.


Bahkan Hade sempat berfikir kalau sebenarnya perut Kakek Gou itu di rancang dari bahan karet.


_____


Waktu itu malam begitu indah, bintang-bintang bersinar dengan begitu terangnya menemani sang rembulan di langit malam.


Sesekali hembusan angin akan bertiup membelai dedaunan.


Terlihat di bawah sebuah pohon pasangan guru dan murid tengah menikmati indahnya malam yang syahdu. Hanya suara serangga yang terngiang di tengah huntan yang luas.


_____________________________________________


Note:kalau kalian ingin tau tempat tinggal kaek Gou dan Hade itu di tengah hutan. Karena itu mereka tidak pernah berinteraksi dengan orang lain. Oke kembali lagi...


_____________________________________________

__ADS_1


" Hade.. Apakah kau tau arti dari kedamaian? "


" Apakah tidak adanya lagi kejahatan di dunia ini? " jawab Hade sembari menoleh ke arah Kakek Gou.


" Asal kau tau kejahatan itu akan selalu ada di dunia, karena jika kejahatan tidak ada maka kebaikan pula tidak akan ada. Jadi bukan itu jawabanya. "


" Hah, kenapa bisa kek? Apa hubunganya jika kejahatan tidak ada kebaikan juga harus tidak ada? " Tanya Hade karena merasa bingung akan apa yang baru saja ia dengar.


" Hmmm... Bukan kah kau tau jika di dunia ini semuanya memiliki pasangan masing-masing. Begitu pula dengan kejahatan yang menjadi pasangan dari kebaikan dua hal itu tidak akan pernah bisa di pisahkan selamany. Jika kejahatan tidak ada maka bagaimana orang bisa menentukan sesuatu mana yang termasuk kebaikan? "


______________________________________________


note: Semuanya memiliki pasangan masing-masing kecuali para Readers yang masih pada jomblo :v


______________________________________________


" Hade, jika Aku sudah tidak ada maka maukah kau mencari arti dari kedamaian yang sesungguhnya dan mewujudkanya untukku? " tanya Kakek Gou dengan suara yang sedikit lirih dan pandanganya yang masih tetap tertuju pada langit.


" Kakek kenapa kau bicara seperti itu?! "


Hade sedikit terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba di lontarkan oleh Kakek Gou.


" Entah lah.. Hanya saja aku merasa waktu ku hanya tinggal sedikit lagi. "


" Kakek.... " Jujur saja Hade merasa hatinya seperti di tusuk setelah mendengar pernyataan dari kakek Gou. Bagaimapaun juga kakek Gou adalah satu-satunya orang yang ia sanyangi di dunia ini.


" Kau mau berjanji kan Hade untuk memenuhi permintaan Orang tua ini? " lanjut kakek Gou tanpa memperdulikan ucapan Hade tadi.


Setelah itu suasana menjadi kembali sunyi. Tidak ada satupun yang melanjutkan pembicaraan itu.


Setelah beberapa saat dalam kesunyian. Akhirnya Hade kembali bersuara. Akan tetapi dengan suara yang begitu pelan dan mengandung rasa sedih yang begitu mendalam.


" Kakek... tentu aku berjanji memenuhi permintaan mu ini, karena bagiku kebahagiaan mu adalah kebahagianku juga. Akan tetapi aku tidak mau di tinggalkan olehmu kakek.... "


" Huftt... Hahaha... Semenjak kapan kau belajar kata-kata manis seperti itu dasar murid bodoh.... Hhhhh.. "


Sontak saja wajah Hade begitu merah, entah karena kesal atau karena malu..


" Dasar kakek tua! Aku tarik kembali ucapan ku tadi! Hmpp! "


" Huft... Lihat lah muka mu memerah seperti tomat, Hahaha.. "


______________________________________________


Note:Coba tebak dari mana bahan makanan mereka berasal? Padahal kedua-nya kerjaan-nya hanya berlatih dan berlatih :v

__ADS_1


______________________________________________


__ADS_2