
stelah Bianca pergi,, tak lama andre menghubungi vito memberitahukan kabar enjel..
" gimana dengan enjel..? "
" dia masih belum sadar tuan,namun dia sudah dipindahkan ke ruang VIP untuk selebihnya dokter akan menjelaskan langsung sama tuan..! "
" baiklah terimakasih.. "
vito menutup tlp nya.
vito kembali mengerjakan berkas2 yang menumpuk, ia sangat telaten ketika bekerja..
..
waktu pun menunjukan pukul 7 malam, vito segera bergegas pulang. namun tak lupa ia mampir untuk melihat kondisi enjel..
sampai dirumah sakit, vito berjalan ke ruang dimana enjel dirawat..
saat berjalan dokter memanggil vito..
" tuan vito, mhon maaf apah kita bisa bicara sebentar. " ujar dokter tersebut
vito pun mengangguk dan masuk ke ruang dokter..
" tuan vito, mhon maaf saya lancang saya hanya ingin memberitahukan kondisi nona enjel.. "
" gimana kondisi enjel dok.. "
" sepertinya nona enjel sangat stress dan sangat lelah karena kurang asupan nutrisi, dan juga nona mengidap sakit kanker rahim, dan kankernya sudah sangat parah karena sudah menjalar kemana2..."
" apah kanker rahim dok..?"
dokter pun menjelaskan dengan detail..
selesai mendapatkan hasil tentang kesehatan enjel vito pun segera pergi menemui enjel..
vito pun masuk ke ruangan dimana enjel sedang berbaring dengan wajah yang sangat pucat..
" maafkan aku.. " hanya itu yang diucapkan vito sambil menunduk sedih..
vito pun duduk dan mengelus rambut enjel..
hingga tangan enjel pun bergerak
" vito.. " bisik enjel dengan suara lemah
vito pun menggemgam tangan enjel .
" vito,, kenapa aku ada disini.. "
__ADS_1
" kamu tadi pingsan dan sekarang kamu dirawat disini.. "
enjel pun berusaha bangun dibantu oleh vito..
stelah enjel duduk ia pun memeluk vito dan menangis..
" vito,, aku sangat mencintai kamu jangan pernah kecewain aku, aku gak bisa hidup tanpa kamu "
" vito pun kembali memeluk enjel.. dan mengelus2 rambutnya.. " kamu semangat untuk sembuh yah
" enjel pun mengangguk.. "
..
suara ponsel vito pun berdering, namun vito membiarkannya begitu saja karena terlalu larut dalam masalah enjel hingga vito pun tertidur di RS menemani enjel..
..
dikediaman kel. Abraham Bianca terus merasa khawatir ia mondar mandir gak jelas
waktu sudah menunjukan pukul 12 ..
" kemana dia, gk pulang dan gak angkat tlp aku, apah mungkin dia lembur..? apah aku susul saja ke kantor..? tapi takut juga gimana kalau gak ada di kantor."
Bianca sangat cemas, hingga iapun ketiduran di sofa yang ada di ruang tamu..
..
" ya ampun ko bisa ketiduran disini "
vito melihat enjel yang tidur nyenyak, dan ia melihat jam sudah menunjukan pukul 6 dini hari..
" enjel aku pergi dulu nanti aku kesini lagi.. " bisiknya sambil memandang enjel..
vito pun segera meninggalkan RS, dan segera pulang menuju kediaman Abraham.
vito melajukan mobilnya dengan kecepatan full.. vito pun sampai di halaman rumah..
ia segera masuk disaat ia berjalan cepat ia melihat istrinya yang tertidur disofa..
" Bianca sayang.. " ujar vito membangunkan Bianca..
" ya ampun kamu demam sayang.. "
vito pun memanggil bi siti untuk menelpon dokter...
vito pun segera membawa Bianca ke dalam kamar dan membaringkan nya..
ny. merry yang baru keluar dari kamar pun kebingungan,
__ADS_1
" ada apah sih, Bianca kenapa digendong gituh..? " tanya dirinya sendiri. ia langsung bergegas ke kamar vito..
" mah Bianca demam.. badannya sangat panas mah.. " ujar vito yang sangat panik..
" ya ampun Bianca ko bisa demam..? "
" Bianca tidur di sofa, dibawah mah.. "
" ko bisa..? apah kamu semalaman tidak pulang..! "
" vito pun hanya terdiam.. "
bi siti pun datang mengantarkan dokter reza, (dokter reza adalah dokter pribadi kel. Abraham) ..
" maaf tuan nyonya saya permisi dulu untuk melihat kondisi nona "
ny. merry dan vito pun mempersilahkannya..
disaat dokter ingin memeriksa detak jantung didadanya vito pun marah
" dok jangan coba2 menyentuh istri saya.. dan jangan berani sedikitpun melirik istri saya, paham.. " aura cemburu vito pun keluar..
" baik tuan saya hanya menjalankan tugas sebagai dokter saja! "
ny. merry pun geleng2 kepala melihat tingkah anaknya yang masih kekanak2an.
dokter pun selesai memeriksa Bianca
" gimana keadaan istri saya..! "
" nona tidak apah2, mungkin nona mempunyai alergi udara dingin dan sedikit masuk angin.. tuan muda bisa memberikan vitamin dan penurun panas, ini obatnya tuan tolong diminum tepat waktu ? , saya permisi pamit dulu.."
ny. merry pun mengantar dokter sampai ke depan rumah..
" terimakasih dok, mhon maaf atas sikap anak saya. "
" tidak apah2 nyonya.. saya sangat mengerti. "
dokter pun pergi meninggalkan kediaman Abraham.
begitupun ny. merry kembali masuk
ny. merry pun membiarkan vito menjaga istrinya..
" sayang aku minta maaf, ini semua kebodohanku.. " ujar vito yang sangat cemas ia terus memegang tangan istrinya dan sesekali mengompres kening Bianca..
..
hari ini vito tidak pergi kekantor, ia hanya ingin menemani istrinya..
__ADS_1