
bianca keluar dari mobil dengan tergesa2 disusul oleh nesya..
" biy pelan2,, lagian ngapain sih kita kesini.. " nesya masih merasa bingung dengan bianca yang tiba2 menuju ke hotel xxxx
" permisi mba, boleh saya minta no kamar atas nama tn. vito dan boleh saya minta kuncinya " ujar bianca dengan nada cuek karena ia tahu hotel ini masih milik keluarga abraham.
" maaf Bu, kami tidak bisa memberikan informasi tamu kami kepada ibu, karena sudah ketentuan hotel ini jika kami tidak bisa memberikan informasi apapun seijin orang yang bersangkutan " ujar resepsionis di hotel tersebut..
karena bianca sudah tak tahan lagi, ia segera menghubungi andre..!
tiba2 resepsionis tersebut menerima telpon. dan langsung bersujud meminta maaf kepada bianca, ia tidak tahu jika bianca adalah istri dari pemilik hotel tersebut.. resepsionis tersebut tanpa basa basi dengan tangan gemetar ia memberikan sebuah kartu dimna itu adalah sebuah kunci digital untuk membuka kamar yang ditempati enjel..
tanpa sepatah katapun bianca langsung menuju lift disusul nesya..
nesya merasa gemetar stelah mendengar nama vito,
" vito dihotel ini apah mungkin..? " gumam nesya dalam hati ,..
bianca pun sampai dilantai dimana enjel tinggal, dengan berjalan yang tergesa2 ia pun sampai didepan pintu no xx , ..
nesya mengelus pundak bianca menandakan bahwa sahabatnya harus kuat menghadapi apapun..
dengan tarikan napas yang panjang ia menempelkan kartu tersebut hingga pintu kamar enjel pun terbuka..
suasana yang sangat sepi, bianca pun mulai melangkahkan kaki dan melihat sebuah kunci mobil di sofa..
" ini kan kunci mobil vito..? itu artinya..." ujar bianca sambil melihat nesya..
tanpa basa basi ia segera membuka pintu kamar dimna enjel dan vito sedang tertidur tanpa sehelai benang pun..
" mas vito... " ujar bianca sambil menutup mulutnya dengan air mata yang tak henti mengalir membasahi wajah cantiknya..
vito dan enjel terbangun seketika , mereka terkaget dengan suara pintu dan teriakan bianca..
" sayang... " ujar vito lalu melihat dirinya dan enjel diranjang yang sama tanpa sehelai benang pun..
" kenapa aku ada disini..? sayang ini salah paham aku bisa jelasin.. "
" cukup mas.. apa yang aku lihat itulah kebenarannya.. "
enjel berakting dengan wajah lugunya
" vito hiks hiks.. kamu apain aku, " .. padahal dalam hatinya ia sangat merasa puas ia pun tak menyangka rencana yang ia buat mendapatkan bonus dengan begitu cepat..
" kamu jahat mas.. kamu jahat.. hiks.. hiks.. " teriak bianca sambil berlari keluar dari tempat itu
" brengsek kalian... " kesal nesya sambil menunjuk kearah 2 insan tersebut.. lalu nesya pun segera bergegas. menyusul bianca..
" biy tunggu... " nesya pun berlari mengejar bianca " aduh gimna ini.. " nesya sangat cemas dengan sahabatnya..
bianca pun sampai diparkiran dan pergi melajukan mobilnya tanpa menunggu nesya..
" biy tunggu aku biy..., ya ampun gimna ini biy dia kan lagi hamil.. " ujar nesya sangat cemas .
tak lama vito pun menyusul..
" mana istri saya..? "
__ADS_1
" dia sudah pergi cepat susul bianca.. " mendengar itu vito pun segera menuju mobilnya..
" eh tunggu aku ikut.. " nesya pun segera masuk ke mobil vito .
mereka pun pergi menyusul bianca.
" ini semua gara2 kamu.. awas saja kalau terjadi sesuatu dengan bianca.. " nesya terus mengoceh karena merasa kesal dan juga cemas.. sedangkan vito sangat pokus mengemudj sambil mencari bianca..
mereke menuju kekediaman Christabel..
" mobilnya tidak ada disini.. " ujar nesya ..
" akh.. sial.. kamu turun dari mobil.. ! "
" enak saja tidak mau aku khawatir dan mau nyari bianca.. " kekeh nesya
" turun dari mobil saya..!" bentak vito dengan wajah prustasi..
" jika bianca pulang segera hub saya.. "
dengan nada kesal nesya menjawab " iya "lalu nesya segera turun dari mobil sambil menghirup nafas yang panjang dan bergumam " ya ampun biy kamu kemana si.. "
sedangkan vito pun kembali melajukan mobilnya untuk mencari bianca..
...
di suatu jalanan bianca mengemudi mobilnya dengan sangat cepat.. dengan pandangan yang kosong ia hampir saja menabrak seorang anak kecil yang tiba2 melintas...
" Aaaaa... " suara teriakan anak itu pun nyaris terdengar di telinga ibunya..
dengan reflek bianca segera membelokkan mobilnya dan menabrakan mobilnya ke sebuah pohon besar yang ada di pinggir jalan.
..
"sepertinya ada kecelakaan jangan2 itu bianca, ya Tuhan ini salah ku " vito sgera bergegas melihatnya.
" permisi... ada apah yah pak" tanya vito kepada salah satu orang yang berkerumun disana..
" oh ini tuan, ini ada seorang perempuan kecelakaan, lukanya sangat parah dan sekarang udah dibawa ke RS xx"
" perempuan, baik Pak terimakasih.. "
tanpa memastikan yang lainnya vito segera bergegas ke RS. sampai di RS ia menanyakan pasien yang baru saja kecelakaan..
" maaf Sus pasien yang baru saja kecelakaan dimana yah,? "
" apah anda keluarganya.. "
" iya sus,"
" baik lah saya antar silahkan pak.. "
mereka pun menuju sebuah kamar dimna kmar itu adalah kamar untuk jenazah.
tak terasa air mata vito mengalir sangat deras..
" sayang aku harap ini bukan kamu, maafkan aku " ... gumamnya dalam hati
__ADS_1
silahkan pak ini jenazah yang baru saja mengalami kecelakaan.. ujar polisi tersebut
dengan perlahan ia membuka kain yang menutupi seluruh tubuh itu.. usai melihatnya vito segera menutup mulutnya dan menggelengkan kepala..
"benar ini ini istri anda " ujar polisi tersebut
" bukan pak dia bukan istri saya.., terimakasih pak sayang pamit " vito pun segera keluar
" terimakasih Tuhan dia bukan istriku stidaknya dia masih hidup.. " .. vito sangat menyesali dengan apah yang terjadi, ia tak ingin kehilangan istri dan anak yang bianca kandung..
..
di sebuah rumah yang begitu besar, nampak seorang perempuan sedang berbaring tak sadarkan diri..
" sayang aku sngat merindukan kamu, aku tak ingin kamu mengandung anak orang lain.. diperut ini kamu harus mengandung dari benih yang aku tanam.. " ujar seorang laki2 tersebut sambil mengelus wajah dan juga perut bianca yang terlihat membuncit..
tiba2 bianca pun sadar ..
ia melihat sekeliling ruangan yang sangat aneh, dimna ruangan itu penuh dengan poto dirinya..
" dimana aku.. "
semar2 bianca bertanya sambil memegang kepalanya yang sangat terasa pusing..
" kamu sudah sadar sayang.. sekarang kita berada diistana impian kita dimna kita akan membangun masa depan yang sangat indah bersama anak2 kita.. " ujar laki2 tersebut sambil mencium kening bianca..
dengan refleks bianca sadar kalau dirinya ada ditempat yang salah...
" kamu...? dimana aku, jangan sentuh aku, aku tak sudi disentuh dengan laki2 kotor seprti kamu.. " bianca langsung bangun dan berdiri sambil memegang perutnya ..
" aw... " bianca merasa sakit di perutnya karena gerakannya yang secara tiba2..
" kamu kenapa, apah sakit sayang.. " laki2 itu langsung mendekati bianca yang terus menjauh dan berusaha membuka pintu kamar tersebut..
" mana kuncinya buka pintu nya brengsek.. "
" sayang jangan marah2 kitakan saling mencintai apah susahnya kalo kita bersama lagi.. " lalu laki2 itu menarik tangan bianca dan memeluknya " aku sangat mencintai kamu bianca, tinggalkan laki2 itu dan menikahlah dengan ku.. "
dengan sekuat tenaga bianca berusaha melepaskan dirinya dari pelukan laki2 itu..
namun apa daya laki2 itu tenaganya sngat kuat ia tak mungkin juga terus memberontak dengan kondisi nya yang lagi hamil..
" gila kamu,, kamu tidak lihat aku sedang mengandung anak kami..aku bukanlah perempuan ****** yang bisa kamu nikmatin semau kamu .. jangankan untuk bersama melihat mu saja aku sangat muak ! "
ujar bianca sambil meludah ke wajah laki2 itu..
" kamu tidak akan pernah bisa lepas dari aku.." tiba2 ia men**** bibir bianca secara paksa dan kasar..
" Mmm lepaskan brengsek.. hiks hiks.. " teriak bianca sambil menangis dan mendorong laki2 itu..
bianca melemparkan semua benda yang ada dikamar itu ke arah laki2 itu..
" dsar gila kamu.. "
tanpa seucap kata laki2 itu terus saja mendekati bianca memaksa bianca dengan kasar ..
sdangkan bianca terus memberontak..
__ADS_1
"lepaskan aku, lepaskan hiks hiks ".. hingga bianca pun tak sadarkan diri karena laki2 itu telah membius nya..
" maafkan aku sayang " uajr laki2 tersebut sambil mencium kening bianca