Terjerat Dalam Kungkungan Tradisi

Terjerat Dalam Kungkungan Tradisi
Bab VI : Mulai Ada Rasa


__ADS_3

kicauan burung terdengar pertanda matahari sudah menghangatkan bumi. pagi itu Rama bangun dan segera mengecek badan keponakannya dan dia bisa bernafas lega karena sang keponakan sudah membaik dan tidak sepucat tadi malam lagi. saat dia bangun dan hendak menuju kamar mandi, dia berpapasan dengan Rana yang kebetulan sedang ada di dapur mengambil piring dan sendok untuk sarapan.


"pagi ram"


"pagi juga dan"


"bagaimana kondisi di bocil, semalam.dia tidur dengan nyenyak kan!"


"kondisinya baik, dan sudah membaik sekarang. semalam juga dia tidurnya nyenyak"


"syukurlah"


"aku ke kamar mandi dulu ya"


"baiklah. aku dan yang lain tunggu kamu sarapan di depan ya"


"hmmm"


percakapan selamat pagi antara Rama dan Rana harus berakhir karena urusan Rama ke kamar mandi harus berlanjut.


dan setelah selesai Rama menyusul Rana dan yang lain untuk sarapan di teras depan. Disana sudah ada bibi Rana, kedua kakak sepupunya, dan keponakannya yang satu (karena si bocil yang satu masih tidur🤭).


"pagi kak"


"pagi ram. yuk duduk sarapan dulu"


"ya kak"


selama sarapan tidak ada suara sama sekali, yang ada hanya keheningan. dikarenakan kau lagi sarapan kebanyak dari semua anggota keluarga lebih suka diam sambil menikmati rasa makanan yang masuk ke dalam mulut. sarapan pun telah selesai bertepatan dengan bangunnya si bocil satunya.


"mam"


"sudah bangun sayang. yuk duduk sini"


"sarapan aku mana mama?"


"mau sarapan gado-gado dulu atau jajan dengan susu dulu"


"sarapan jajan dulu mama sama susu hanget ya"

__ADS_1


"itu susunya sayang, sudah dibuatkan sama ontymu tadi"


"baik mama"


"mau mama ambilkan?"


"tidak mama. saya sudah tidak sakit lagi"


"baiklah"


saat bocil lagi asyiknya makan jajan, Rama mulai berbicara.


"nak, om balik ke rumah sebentar ya! karena om harus ganti baju dulu. setelah itu om ke sini lagi"


"baik paman. tapi jangan lama-lama ya. karena om sudah janji mau nemenin aku main ular tangga"


"siap bosku"


"🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣" (bocil dan Rama tertawa bersama)


dan Rama langsung pamit kepada keluarga untuk pulang sebentar.


tidak terasa waktu siang telah menyapa. duo bocil sedang sedang bermain ular tangga diteras rumah. sedangkan Rama belum kelihatan kembali dari tadi. Rana menghampiri kedua keponakannya untuk menanyakan mereka mau makan sekarang atau nanti.


"nanti aja onty, kami masih kenyang. kami mau tidur siang dulu onty" (jawaban duo bocil)


"baiklah sayang. ya udah sana gih, kalian tidur siang dulu. stop main dulu ya "


"baik onty" (sambil duo bocil bergegas bangun dan membereskan bekas bermainnya)


dan Rana pun berjalan menuju dapur untuk melanjutkan makan siang tanpa para keponakannya. setelah makan dan berberes-beres Rana menyusul duo bocil ke kamarnya untuk tidur siang dulu. hinggal waktu sore membangunkan Rana dari mimpi indahnya dan ternyata duoa bocil sudah tidak ada ditempat tidur mereka.


Rana bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka. setelah itu ia hendak ke teras depan, tapi dari dalam rumah terdengar suara ramai-ramai bersamaan dengan suara ketawa. dan karena dihantui rasa penasaran, Rana menuntunkan kakinya untuk berjalan menuju teras, dan ternyata disana sudah ada Rama dan kekasihnya beserta duo bocil sedang bermain ular tangga. Rana memperhatikan interaksi mereka dan tanpa sadar senyum tersungging di bibirnya, dan waktu bersamaan juga Rama melihat kalau Rana berdiri dekat dengan mereka, dan tanpa sengaja pandangan mata mereka pada satu titik.


"kok dada aku deg-degan ya"


"kok dada aku tiba-tiba bergetar"


(suara hati Rama dan Rana)

__ADS_1


mereka langsung membuat pandangan mereka masing-masing ke sembarang arah untuk menghilangkan kegugupan dihati masing-masing. setelah Rana mampu mengatur detak jantungnya, dia ikut bergabung denga mereka. baru beberapa menit dia bergabung terdengar suara dari dari mama sang pujaan hati memanggil Rana.


"Rana sayang"


"bibi! naik bi"


"ya sayang"


"bibi, kenapa tidak panggil aja biar saya yang ke tempat bibi"


"tidak nak. bibi ke sini memang sengaja khusus mau mengantar ini. ini baju yang kemaren khusus dipesan sama Heru dan baru tadi siang barangnya nyampai. makanya bibi ke sini mengantar langsung, karena kata Heru sebelum pergi melaut kalau barangnya sudah sampai dia minta tolong bibi buat anter langsung ke kamu, nak"


"makasi bibi. aku suka warna. lembut benget kelihatan"


"baiklah sayang kalau kamu suka. bibi balik dulu ya"


"kok cepat bibi, kita duduk aja dulu bi"


"tidak nak. pamanmu bakalan marah kalau ditinggal lama-lama dalam kondisi sendiri di rumah"


"baiklah bi, salam sama paman"


setelah sang camer sudah tidak kelihatan lagi, Rana dengan kondisi hati yang lagi berbunga-bunga seperti ada kupu-kupu beterbangan di depan matanya, langsung bangun dari duduk santai dan hendak masuk ke dalam rumah, tujuannya adalah mencoba baju pemberian dari sang pujaan hati.


sedang di tempat lain, Rama mulai tidak suka melihat interaksi antara Rana dengan calon mertuanya, apalagi saat dia tahu kalau Rana adalah kekasih dari Heru.


"kok aku tiba-tiba cemburu saat aku tahu kalau Rana adalah kekasih dari Heru, dan aku juga tidak suka melihat ekspresi Rana saat menerima paperbag yang berisi pesanan khusus dari Heru untuknya. aku tidak boleh seperti ini, ingat Rama! Rana itu hanya saudara sepupumu dan kamu juga sudah memiliki kekasih yang sangat kau cintai dan bahkan sebentar lagi kau berniat akan melamarnya". (suara hati Rama)


dan didalam kamar, Rana sedang mencoba gaun yang diberika oleh sang pujaan sambil bersenandung indah.


"gaunnya cantik banget, dan warnanya juga warna favorit aku. makasi sayang, aku suka banget dengan baju. sayang, besok aku harus kembali ke desa A. mungkin kita tidak akan bertemu dalam waktu yang cukup lama. kalau kamu kangen aku dan kamu juga lagi nggak sibuk, kamu boleh nyusul aku ke sana. maaf sayang, aku tidak bisa menunggu kamu balik dari melaut". (kata Rana saat berbicara dengan bayangannya didepan cermin)


skip.


hari ini adalah hari dimana Rana harus balik ke desa A. semua keluarga sudah berkumpul ditempat pemberhentian kendaraan umum.


"bibi, kakak, ayah, dan semuanya. Rana balik dulu ya. mungkin bulan depan baru Rana bisa balik ke sini lagi"


"baiklah nak, kamu hati-hati selama Disana" (suara sang Ayah)

__ADS_1


setelah bersalaman dengan semua keluarga, Rana pun naik kedalam angkutan umum tersebut, dan melaju meninggalkan desa B secara perlahan hingga kendaraan yang membawa Rana telah keluar dari desa. dan secara perlahan desa B hilang dalam pandangan Rana.


setelah melewati perjalanan beberapa jam, akhirnya Rana sampai di kota, dia menyempatkan dulu untuk berbelanja kebutuhan yang akan diperlukan di desa A nanti sebelum dia ke terminal.


__ADS_2