
tidak ada yang menyangka bahwa hari itu adalah pertemuan terakhir antara Rana dan Rama. karena ternyata secara diam-diam Rana mengunjungi keluarganya di desa B merupakan salam perpisahan sebelum dia berangkat ke luar negeri untuk merantau.
sesampainya Rana di desa A, dia langsung mengurus semua kelengkapan berkas yang diperlukan untuk berangkat. dan bahkan Rana sudah meminta kepada kakak kandungnya beserta keluarga besar dari ibunya untuk merahasiakan keberangkatannya ke semua orang. niatnya pergi untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. selama ini dia tinggal berdua dengan kakak kandungnya dalam keadaan ekonomi pas-pasan. dia sadar bahwa tak selamanya sang kakak akan berada di sisinya, dan tak selamanya dia dan sang kakak akan bergantung dengan keluarganya. itu yang memotivasi dirinya untuk berangkat menjadi TKW ke negeri seberang.
****
dilain tempat Rama mengunjungi rumah kakak sepupunya dengan niat mencari Rana untuk di ajak pergi kondangan bareng. tapi rasa kecewa yang Rama dapat karena tanpa pamit pada Rana sudah kembali ke kampung halaman tempat tinggalnya selama ini.
akhirnya Rama pulang ke rumahnya dengan rasa kecewa. kecewa karena tidak jadi kondangan bersama Rana, dan kecewa ternyata tidak pernah menganggapnya saudara dikarenakan dia balik tak sepatah katapun dia ucapkan sebagai salam perpisahannya.
****
(kembali ke Rana)
hari ini adalah hari dimana Rana di jadwalkan akan berangkat ke LN bersama TKW lainnya. suara isak tangis mengiringi langkahnya saat akan menaiki travel yang disediakan jasa perusahaan. dan sebelum benar-benar berbalik, Rana sempat bercakap dengan kakak kandungnya.
"kak, aku titip ayah sama ya! kakak harus sering-sering mengunjungi ayah Disana. dan sampaikan salam maafku padanya karena pergi tanpa pamit dengan baik-baik"
"kakak akan menjaga amanah mu adik. hati-hati dirantau orang. sering berkabar selama di sana nanti"
"ya kak, jangan sedih gitu, ih. aku hanya sebentar Disana kak. nggak akan terasa kok, kan aku cuman 3 tahun"
"kamu kira waktu 3 tahun itu sebentar, Rana"
"hehehehe"
akhirnya mobil yang membawa Rana dan teman-temannya sudah tidak terlihat dipandangan kakaknya.
selama dalam perjalanan Rana tidak pernah berhenti meneteskan air mata. tentu rasa sangat berat yang ia tanggung karena harus berpisah dengan kakak kandungnya dalam waktu cukup lama, dan dia juga merasa bersalah karena tidak pamit pada sang ayah dan kakak sepupunya. selama perjalanan dia memikirkan akan tanggapan keluarganya saat tahu kalau dia pergi tanpa pamit.
__ADS_1
****
sedangkan di desa B, Rama mengurung diri di dalam kamar, untuk sebabnya dia sendiri tidak tahu. dia bahkan bertanya pada hatinya sendiri, bagaimana bisa dia bersikap seolah-olah kehilangan seseorang yang berarti banget dalam hidupnya padahal dia tahu sang pujaan hati sedang duduk manis di rumah orang tuanya.
saat dia pergi ngapelin kekasihnya saja, rasa gundah gulana itu masih menyelimuti hati dan pikirannya. hingga selama 3 bulan penuh tidak tidak pernah pergi kemana-mana. aktivitas yang dijalani Rama hanya duduk termenung diteras rumahnya, dan kadang dia berbaring gelisah di tempat tidur. pikirannya hanya tertuju pada satu nama, yakni Rana.
"Rana kamu kemana aja, sudah 3 bulan aku tidak mendengar kabarmu apalagi melihat wajahmu, bahkan pamanpun tidak tahu keberadaanmu sekarang. apa kamu tidak mengingatku Rana?"
(suara hati Rama dalam lamunannya)
*****
skip
*****
3 tahun pun berlalu, tanpa kabar berita selama kepergiannya, hari ini Rana baru tiba diantar oleh mobil travel perusahaan yang memakai jasanya telah tiba di depan rumah panggung sederhana tempat dia dan sang kakak tinggal. rumah yang sudah bisa di katakan lumayan layak untk di huni. dan kebetulan bertepatan dengan sang kakak yang hendak keluar untuk menjajakan kue jualannya.
"waalaikumsalam Rana" (kakak sambil menangis karena tidak menyangka akan bertemu lagi dengan sang adik yang pergi selama 3 tak ada kabar berita)
"kakak aku kangen" (Rana sambil berlari memeluk sang kakak yang masih terlihat shock)
"kakak juga sangat merindukanmu dik. kenapa kamu tega selama ini tidak mengabari kakak"
"maaf kakak, selama Disana aku tidak pegang HP"
"ya nggak apa-apa. yang penting kamu selamat dan pulang dalam keadaan sehat"
dan setelah berterima kasih kepada sopir travel yang mengantarnya, karena sudah direpotkan dengan membawa masuk barang-barang rana, Rana pun masuk ke dalam rumahnya bersama sang kakak sambil berpelukan.
__ADS_1
****
kabar kepulangan Rana sudah menyebar di seluruh desa A. hingga seluruh keluarga besar dari mamanya sudah berkumpul di rumah. suasana harus bercampur tangis bahagia mengisi suasana dirumah tersebut. Isak tangis dari keluarga karena bersyukur Rana pulang dengan selamat mengemah diseluruh ruangan. sampai-sampai Rana tidak bisa untuk beristirahat karena banyaknya keluarga yang berkunjung.
sedangkan di desa B, juga kabar kembalinya Rana setelah 3 tahun menghilang telah menghebohkan jagad raya perdesaan tersebut. dan hari itu juga seluruh keluarga besar memutuskan akan menjemput Rana dan sang kakak dan membawanya pulang ke desa B. suka tidak suka Rana harus mau ikut pindah tinggal di desa B.
akhirnya semua keluarga dari sang ayah tiba di desa A dan memberitahukan maksud dari tujuan mereka ke sana. hari itu juga Rana dan sang kakak dibawah oleh sang ayah pulang ke desa B walaupun harus melewati percek-cokan karena semua keluarga dari pihak mamanya tidak menyetujui.
*****
baru seminggu Rana di desa A, ayahnya memberitahukan bahwa jauh sebelum Rana kembali sang ayah sudah menetapkan perjodohannya dengan sang sepupu. Rana menangis mendengar bahwa dia akan menikah dengan orang yang dia tidak cintai, jangankan cinta Rana pun tidak tahu dengan siapa dia akan dijodohkan.
berita perjodohan itu sudah menyebar diseluruh keluarga dan bahkan sampai ketelinga keluarga sang pujaan hati. kecewa dan sedih tentu dirasakan oleh Heru. 3 tahun dia menanti sang kekasih tanpa kepastian, harus berakhir dengan berita perjodohan yang tentukan oleh orangtua sang kekasih. dia harus menelan pil pahit akan kisah cintanya, karena dia tahu keluarga sang kekasih masih memegang teguh tradisi perjodohan yang tidak bisa terbantahkan.
hari ini, Rana dan Heru bersepakat untuk bertemu. karena mereka tahu mungkin pertemuan itu adalah pertemuan yang akan menjadi salam perpisahan mereka berdua. karena waktu pernikahan Rana sudah di tetapkan 1 Minggu lagi.
"her, maaf aku mengingkari janji kita"
"tidak ran, kamu tidak mengingkarinya sama sekali. tapi takdirlah yang tidak berpihak pada kita berdua. tapi percayalah, sampai saat ini cintaku padamu tidak pernah berubah. Rana, aku sadar kau terlahir dari keluarga yang memegang teguh ada tradisi yang tidak pernah mau dibantah"
"ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
"Rana, aku memilih mundur bukan karena aku tidak mencintaimu, tapi karena aku tidak mau melihat keluargamu terpecah belah. aku melihat sendiri dengan mata kepalaku bahwa kakak sepupumu lagi di diami sama keluarga yang lain karena beliau kekeh memperjuangkan agar aku dan kamu bersama"
"maaf her, aku tidak berani melawan orang tuaku"
"semoga kau selalu bahagia Rana. doaku selalu menyertaimu"
akhirnya Rana dan Heru berjabat tangan sebagai salam perpisahan mereka. dan mereka akhirnya pergi menuju arah yang berbeda.
__ADS_1
mereka harus ikhlas karena takdirnya tidak mendukung kisah mereka.