Terjerat Dalam Kungkungan Tradisi

Terjerat Dalam Kungkungan Tradisi
Bab VIII : Hari Bahagia


__ADS_3

hari ini adalah hari pernikahan antara Rama dan Rana, konsep acara full ditentukan oleh keluarga besarnya. akad nikah telah selesai beberapa jam yang lalu, tinggal menunggu malam untuk acara resepsinya. selama prosesi berlangsung. kedua mempelai diminta untuk beristirahat terlebih dahulu sambil menunggu waktu malam tiba. dan Rama dan Rana memilih masuk ke dalam kamar pengantin mereka untuk berganti pakai dan mengistirahatkan tubuh mereka dari lelahnya pikiran. di rumah panggung milik bibi Rana, semua orang tengah sibuk berbincang-bincang karena hampir semua keluarga baik yang dari jauh hari ini berkumpul di satu tempat. sedangkan di kamar pengantin Rana dan Rama, mereka baru saja selesai berganti pakaian. Rana memilih tidur dilantai dengan beralaskan tikar dan Rama tidur ditempat tidur. karena mereka berdua berada dalam kondisi yang sangat canggung bagi mereka. walaupun mereka adalah saudara sepupuan, tapi mereka tidak terlalu dekat dan ditambah dengan status baru mereka sebagai suami isteri semakin membuat mereka berada dalam situasi yang sangat membingungkan saat ini. Rana dan Rama sama-sama tidak bisa memejamkan matanya, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. saat ini, mereka sibuk memikirkan pasangan mereka yang tentu saja sangat terluka oleh keputusan orang tua. bagi Rana pernikahan ini bukanlah sebuah kebahagiaan, bukan pula pernikahan impiannya. dengan berlangsungnya pernikahan ini, jelas Rana tahu saat ini hati Heru sedang terluka, sama seperti hatinya.


sedangkan ditempat lain. dirumah Heru saat ini, dia sedangkan menangisi nasib cintanya yang berakhir tragis. cinta yang berlangsung bertahun-tahun, cinta yang dia pertahankan walaupun sempat LDR-an, cinta itu pula yang kini melukainya. dia tahu betapa kerasnya keluarga besar Rana, ketika mereka telah mengambil keputusan maka keputusan itu tak akan pernah bisa dibangkang. Heru saat ini hanya bisa pasrah dan mencoba mengikhlasi jalan cinta. dia juga harus bisa mempersiapkan mentalnya karena nanti malam dia akan menghadiri acara pernikahan sang pujaan hati.


*waktu malam telah tiba*


malam ini Rana dan Rama sedang dihias oleh make up artis dengan menggunakan baju adat daerah. sungguh pasangan pengantin baru ini terlihat sangat cocok. jika orang yang tidak mengetahui kisah mereka pasti akan berpendapat bahwa mereka sungguh pasangan yang sempurna. senyum yang terlihat dibibir keduanya mampu memanipulasi keadaan. mereka telah selesai dihias, saatnya mereka dituntun menuju tempat acara berlangsung.


setelah tiba di lokasi, kedua pasangan itu dituntun menuju pelaminan mereka, malam itu mereka terlihat seperti raja dan ratu semalam. semua prosesi telah mereka lewati, kini tiba saat para tamu undangan untuk memberi ucapan kepada kedua mempelai, ada ratusan tamu undangan yang mengantri untuk memberi ucapan kepada kedua mempelai. dan tiba saatnya Heru berjalan ke arah pelaminan untuk memberi ucapan. Heru berjabat tangan dengan Rama, setelah itu langsung berjabat tangan dengan Rama sambil dia berucap.


"Rana, jangan menangis. inilah jalan cinta kita. ikhlaskanlah. mungkin takdir kita hanya sampai disini. percayalah, orang tua tidak akan salah memilih pasangan untuk anak mereka. jadilah isteri dan ibu yang baik untuk suami dan anakmu kelak. mulai malam ini hubungan kita berubah status menjadi teman. tersenyumlah"


sedangkan Rana sudah tidak bisa berucap lagi, saat ini hanya air mata yang menetes dimatanya. sungguh mulutnya bagaikan terkunci karena gejolak hatinya. sungguh dia menangisi takdir cintanya yang harus berakhirnya karena ketidak adanya restu orang tua.


setelah Heru selesai memberi ucapan, dia memutuskan untuk bernyanyi sebagai ungkapan hatinya yang rapuh. akhirnya Heru berjalan ke arah para band dan memutuskan untuk menyumbangkan sebuah lagu untuk kedua mempelai dan seluruh tamu undangan.

__ADS_1


lagu yang dinyanyikan Heru saat malam pernikahan Rana.


* terima salam yang terakhir


ku harapkan engkau tak kecewa


karena cinta kita sampai disini


karena cinta kita sampai disini


ini semua bukan kehendak ku


sungguh ku tak berdaya lawan kehendaknya


sungguh ku tak berdaya lawan kehendaknya

__ADS_1


Ternyata Manusia


Cuma bisa berencana


Tetapi Tuhanlah yang Maha Penentu segalanya


Sabarlah


Kasihku


Semoga dalam Surga kita bertemu


Semoga dalam Surga kita bertemu *


selama Heru bernyanyi, Rana selalu menangis di atas pelaminannya, dia bahkan sudah tidak perduli akan tatapan semua keluarga bahkan para tamu undangan. tangisan saat ini menjelaskan betapa hati keduanya sangat terluka. bukan hanya Heru dan Rana, tetapi Rama juga sangat terluka saat ini. tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, Rama dan Rana mereka terlalu penakut untuk menenangkan keputusan dan tradisi yang telah berlangsung dalam keluarga besar mereka secara turun temurun. kini mereka hanya bisa menangisi jalan hidup mereka tanpa mampu berbuat apa-apa lagi. saat ini nasi sudah menjadi bubur, pernikahan mereka sudah berlangsung. suka tidak suka, kini mereka sudah sah secara agama dan negara sebagai pasangan suami isteri. kini yang mereka harus lakukan adalah menerima pernikahan mereka secara perlahan. karena perceraian adalah hal yang sangat tidak di indahkan dalam keluarga mereka. dalam keluarga mereka, perceraian dianggap sebagai aib yang sangat memalukan.

__ADS_1


kita kembali ke acara. setelah semua rangkaian acara selesai. kini kedua mempelai telah kembali ke rumah sang kakak, karena kamar pengantin mereka memang sengaja di sediakan di rumah sang kakak. karena Rana tidak terlalu suka berada di rumah Ayahnya. akhirnya keluarga besar sepakat kamar pengantin Rama dan Rana berada dirumah sang kakak. dan kini mereka sudah berada di kamar pengantin mereka untuk melepaskan pernak pernik pakaian yang mereka pakai tadi. setelah keduanya selesai, Rana memilih keluar kamar dan berjalan kearah kamar dua bocil. karena malam ini dia memilih tidur dengan keponakannya daripada tidur dengan sang suami. sedangkan sang bibi dan kakak sepupunya tahu mereka tidak tidur di kamar yang sama. tapi sang kakak lebih memilih diam karena dia tahu hati Rana dan Rama sama-sama saat ini sedangkan terluka. terluka oleh keegoisan orang tua yang memaksakan kehendak mereka. jadi sang kakak lebih memilih diam, dan membiarkan mereka perlahan belajar untuk saling menerima. sang kakak lebih setuju mereka tinggal bersama dirinya dulu daripada harus tinggal dengan salah satu orang tua mereka. karena pasti mereka akan dimarahin jika mereka tahu bahwa mereka tidak tidur disatu kamar. jadi selama mereka mempersiapkan rumah untuk mereka tinggalin berdua, sang kakak tidak membiarkan mereka pindah dari rumahnya.


dan malam ini pun berakhir dengan indah antara Rana dan Rama. mereka memilih untuk tidur di tempat yang berbeda sambil mereka mencoba untuk mengikhlaskan hati mereka masing-masing dan mencoba menerima takdir yang telah di tulis untuk mereka


__ADS_2