
seminggu setelah acara pernikahan antara Rama dan Rana, kehidupan rumah tangga mereka tidak ad yang berubah. komunikasi mereka hanya sebatas komunikasi antar keluarga, tidak ada yang spesial. hubungan keduanya pun tidak mengalami kemajuan. seolah hubungan yang mereka jalani hany hubungan antar saudara sepupu bukan suami istri. bahkan saat ini mereka sudah pindah ke rumah pribadi mereka yang walaupun hanya rumah biasa yang berukuran kecil dan sederhana tapi itu lebih baik untuk hubungan mereka supaya tidak terlalu kentara di hadapan keluarga besar keduanya. saat Rama pergi untuk melaut di siang hari samai sore hari, maka Rana tinggal di sendiri di rumah, dia akan melalui Sepanjangan hari hanya dengan duduk melamun dan dari matanya akan keluar air mata yang menggambarkan betapa hatinya masih sangat terluka. tapi berbanding terbalik kalau saat suaminya sudah di rumah, dia akan mencoba untuk biasa-biasa saja demi untuk tidak membuat sang suami merasa bersalah lebih dalam lagi.
Rama : Assalamualaikum, Ran. (Rama baru tib setelah seharian dia melaut, dan saat ini sedang membasuh kakinya sebelum menaiki tangga rumah)
Rana : Waalaikumsalam. (sambil berjalan keluar untuk menyambut kepulangan suamiku)
Rama : ini ikan hasil pancingan ku hari (sambil memperlihatkan ikan yang berada dalam peti)
Rana : syukurlah. aku ambil es batunya dulu supaya ikan tetap segar saat di jual besok pagi (sambil dia kembali ke dalam rumahnya untuk mengambil apa yang dia inginkan)
setelan semuanya sudah beres, mereka memutuskan untuk masuk ke rumah guna untuk bersih-bersih karena hari sudah menjelang petang.
setelan sama-sama sudah bersih mereka bersiap-siap untuk melaksanakan kewajiban merek kepada sang Pencipta.
setelah semua rangkaian selesai, mereka memutuskan untuk langsung makan malam saja. dan akhirnya mereka berjalan menuju dapur dan setelah sampai mereka langsung duduk (karena menu makan malamnya sudah disiapkan sama Rana saat Rama mandi).
Rana mengambilkan makanan untuk suaminya dan setelah itu untuk dirinya sendiri. mereka makan dalam keheningan sama seperti hari-hari sebelumnya.
setelan selesai makan, Rana membersihka. semua peralatan yang mereka gunakan tadi dan meletakkan kembali ke tempatnya, merasa dapurnya sudah bersih akhirnya Rana keluar menuju ruang keluarga untuk nonton sinetron kesukaan.
sambil menonton Rama mengajak Rana berbicara.
Rama : Ran, bagaimana hatimu saat aku pergi melaut?
__ADS_1
Rana : seperti biasa, aku selalu di rumah. aku belum siap untuk berkunjung ke rumah ua' ataupun kakak-kakak kita, Ram.
Rama : ya udah nggak apa-apa. sebahagi kamu aja. oh ya. ini sudah malam, aku tidur duluan ya, kamu jangan nonton sampai larut malam kasih kesehatan kamu.
Rana : baik Ram.
akhirnya Rama masuk ke dalam kamar tidur mereka, dan Rana tetap menonton di depan TV sampik berbaring. (mereka belum tidur seranjang ya).
*Tiga Bulan Kemudian*
pernikahan antara Rama dan Rana sudah berlangsung selama tiga bulan. dan malam ini Rana memutuskan akan memulai kehidupan rumah tangganya dengan Rana. setelan tiga bulan lama dia merenungi akan jalan kehidupan rumah tangganya dengan Rama, akhirnya dia memutuskan akan tetap bertahan dengan garis takdir Tuhan untuk dirinya. mungkin memang Ramalah jodoh yang telah Tuhan takdirkan untuk dirinya bukan Heru ataupun laki-laki lain.
dengan mengucapkan Bismillah, malam itu setelah makan malam, Rana menemui suaminya. mereka berbicara dari hati ke hati bukan sebagai saudara sepupu melainkan sebagai suami istri.
malam ini, setelah tiga bulan akhirnya adalah malam yang sangat membahagiakan bagi Rama, karena akhirnya perjuangannya untuk bisa tetap mempertahankan rumah tangganya tidak akan sia-sia.
Rana : Ram, maafkan aku. maaf karena telah menyakiti perasaanmu selama ini. maaf karena telah membuatmu menunggu selama ini.
Rama : nggak apa-apa Ran, kita tahu bahwa pernikahan kita awalnya bukan karena didasari oleh rasa cinta, melainkan perjodohan orang tua kita.
Rana : terima kasih, Ram. malam ini aku memutuskan akan menjadi istri yang baik untuk dirimu.
Rama : terima kasih, Ran. akhirnya harapan yang selalu aku panjatkan dalam doaku akhirnya di kabulkan oleh Tuhan. terima kasih sayang. karena kamu memilih untuk bertahan di rumah tangga kita.
__ADS_1
Rama dan Rana : (akhirnya mereka berpelukan)
malam ini mereka menikmati malam dengan menonton bersama serial kesukaan mereka sambil tetap bercerita tentang diri mereka masing-masing guna untuk lebih saling mengenal satu sama lainnya. setelah mereka menonton hampir larut, mereka akhirnya memutuskan untuk pindah tidur ke kamar. malam ini untuk pertama kali mereka tidur di tempat tidur yang sama. dan malam ini menjadi saksi bersatu dua jiwa atas nama cinta.
*pagi hari*
setelah menjalankan sholat subuh, dua insan manusia yang sedangkan di mabuk cinta itu kembali melanjutkan tidurnya. sampai mata hari sudah kelihatan Rana akhirnya membuka mata lebih dulu. dia bangun dari tempat tidur dengan pelan bahkan sangat pelan supaya tidak mengganggu tidur suaminya. di langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka, setelan itu dia keluar rumah untuk membeli kue dan sarapan untuk suaminya. kebiasaan ini dia lakukan bukan hanya hari ini, tetapi dari awal mereka menikah. hal itu dikarenakan suaminya kalau pagi hari tidak terbiasa sarapan dengan nasi.
setelah dari pasar, Rana tidak langsung pulang ke rumah, melainkan mampir dulu ke rumah kakak sepupunya. kebiasaan yang tidak pernah terlewatkan setiap pagi hany untuk melihat dua bocil pembuat onar itu.
Rana : kakak, duo bocil kemana, kok nggak keliatan ataupun suara ributnya juga nggak kedengaran.
kakak : mereka masih tidur. Karena hari ini kan hari Minggu jadi semalam mereka menonton film India sampai hampir subuh. setelah subuh baru mereka tidur ya gini deh jadinya jam segini belum bangun.
Rana : astaga...... (sambil geleng-geleng)
kakak : Ran, bagaimana rumah tanggamu dengan Rama. kakak menanyakan ini karena kalian berdua adalah adik-adik, kakak. jadi kakak nggak mungkin membelah salah satu diantara kalian.
Rana : Alhamdulillah baik kakak. rumah tangga kami baik-baik saja. aku ke sini dia masih tidur. mungkin kecapekan lagi karen selama seminggu ini dia tidak beristirahat sehari saja dari kegiatan melautnya.
kakak : syukurlah. kakak senang dengarnya. Rana, pernikahan tidak akan selamanya mulus pasti akan ada fase dimana pasangan akan mengalami pasang surut. jadi jangan goyah hanya karena terjangan badai ya dik.
Rana : makasi kakak atas nasihatnya. aku balik dulu takunya Rama sudah bangun dan mencari aku. Assalamualaikum
__ADS_1
Rana akhirnya meneruskan perjalanannya untuk pulang ke rumah, karena dia takut suaminya sudah bangun dan mencari dirinya yang belum sampai rumah padahal waktu sudah hampir jam tujuh pagi.