
Aaaa!!!"
Suara teriakan yang terdengar dari sebuah bangunan lama.
"Shilla, kamu. di panggil pak Joko!" teriak seorang temanku.
"Ngapain sih bos resek itu mencariku terus,"
Aku terus menggerutu saat pak Joko mencariku, karena aku yakin, pria tua itu akan menyuruhku mengirim sesuatu ke tempat yang tak lazim. gara-gara kami di suruh membantu di tempat saudaranya, aku harus mengalami sesuatu yang menakutkan.
"Ada apa sih, pak!" ucapku saat bertemu pak Joko di ruangannya.
"Shil, nanti kamu antar makanan bersama Arif di sebuah tempat," ucap pak Joko.
Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah kertas yang bertuliskan sebuah alamat.
"Di mana ini pak?" tanyaku.
"Sudahlah, sekarang kau pergilah bersama Arif," ucap pak Joko yang mengusirku dari ruangannya.
Sesaat kemudian, akhirnya aku mencari Arif untuk kuminta mengantarkan ke alamat yang diberikan oleh pak Joko.
"Ada tugas nih," ucapku kepada Arif sambil memberikan kertas yang diberikan oleh pak Joko.
"Iya, tadi pak Joko udah bilang sama aku," jawab Arif.
Terlihat Arif menenteng beberapa kersek makanan dan kemudian menyuruhku membawa sisanya.
"Kenapa sih.. pria tua itu selalu menyuruhku, Kenapa tidak yang lain," gerutuku yang terdengar oleh Arif.
"Sudah, lebih baik kita berangkat," ucap Arif yang kemudian mendorongku menaiki mobil untuk mengantar makanan.
"Tau nggak Rif, gara-gara kelakuan pak Joko tuh yang menyuruh aku dan Ririn ke sebuah rumah menakutkan, dan sekarang Ririn tidak berani bekerja lagi. apalagi kami harus melihat penampakan hantu itu," ucap kepada Arif.
Arif tersenyum kemudian menancapkan gasnya dan melajukan mobil itu ke sebuah tempat yang diminta oleh pak Joko. senja telah tenggelam menunjukkan Kalau hari ini malam akan menyapa perjalanan kami. saat kami berada di Sebuah jalan, Entah mengapa bulu kudukku tiba-tiba merinding.
"Kok dingin ya, Rif," ucapkan kepada Arif.
__ADS_1
"Itu hanya perasaanmu saja," Jawab Arif.
"Apa iya," ucapku.
"Lebih baik kita pergi dari tempat ini, dan segera menuju alamat yang diberikan oleh bos kita," jawab Arif.
Kemudian, ternyata tempat yang dituju itu sudah sampai. saat kami berada di sebuah bangunan, rumah itu terlihat seperti sebuah rusun lama yang sangat kumuh.
"Ini tempatnya Rif?" tanyaku kepada Arif.
Arif menganggukkan kepalanya, kemudian dia mengajakku untuk masuk ke sebuah rusun. Terlihat rusun itu memang tidak terlalu besar dan tidak terlalu banyak ditempati orang. kemudian kami memasuki rusun yang terlihat anak tangga yang begitu banyak. rusun yang akan kami datangi cuma 3 lantai, dan tujuan kami ada di lantai 2 dan nomor kamarnya nomor 13.
"Ini tempatnya Rif?" tanyaku kepada Arif.
"Iya, kita bawa masuk makanannya," ucap Arif yang menyuruhku untuk mengikutinya. saat aku memasuki sebuah rusun yang kamarnya bertuliskan angka 13, entah kenapa tiba-tiba bulu kudukku langsung merinding seketika. saat aku memasuki ruangan itu, nampak bau dupa begitu menyeruak hingga mengganggu penciumanku.
"Ini bau dupa Kenapa nyengat banget ya, buat kepalaku pusing saja," gumanku dalam hati.
"Masuklah, akan kubuatkan minuman," ucap seorang ibu-ibu yang berumuran sekitar 50 tahun. ibu-ibu itu membawa dua cangkir teh untukku dan Arif.
Entah apa yang dikatakan Arif, namun aku merasa kalau nyawaku di ujung tanduk saat berada di sebuah ruangan yang bertuliskan angka 13. Tak lama kemudian, nampak sesuatu yang begitu kutakutkan keluar dari sebuah tempat yang tidak terduga. Rambutnya panjang, mata hitam, kulit pucat dan senyum yang menakutkan.
Saat melihat hal itu, aku langsung menundukkan kepalaku. karena tubuhku langsung panas dingin seketika.
"Jangan melihat wajahnya," ucap Arif padaku. Aku sangat terkejut saat Arif mengatakan hal itu, nampak pria itu ternyata juga bisa melihat apa yang kulihat.
"Brengsek bos jelek, dia ngerjain aku lagi," gerutuku dalam hati. Sesaat kemudian, hal yang paling menakutkan lagi terjadi padaku. nampak hantu yang sedang ngesot di lantai mendatangiku sambil meraih tubuhku. kutarik nafasku secara terputus-putus, tubuhku rasanya panas dingin. nyawaku serasa sudah melayang dan keluar dari tubuhku.
"Kenapa harus begini lagi," ucapku dalam hati. dengan suasana hati yang tidak bisa kukatakan. lagi. Kurasakan hembusan hantu wanita itu saat berada tepat di depan wajahku.
"Hufff...," hantu wanita yang meniup wajahku.
"Mati aku," ucapku dalam hati lagi.
Sesaat kemudian, nampak salah satu hantu keluar dari ruangan dengan posisi yang lebih menakutkan, terlihat wajahnya remuk 100%. terlihat hantu itu mendatangi Arif dan menatap wajah Arif. aku melihat wajah hantu itu serasa perutku mau mual dan muntah.
"Jadilah penghuni bersamaku, hihihihi," suara beberapa hantu yang menyeramkan.
__ADS_1
"Kapan kita keluar?" tanyaku kepada Arif.
"Santai saja," Jawab Arif.
"Santai kepalamu, kalau melihat horor seperti ini mana bisa santai. bisa bisa aku langsung daftar ke alam baka," gerutuku.
"Tolong....aku kesepian" ucap salah satu hantu seram.
Ternyata tempat yang kami datangi itu adalah sarang para makhluk halus, karena bukan hanya 2 ekor makhluk halus yang keluar. terlihat bahkan hitungan jari pun lebih.
"Tolong....," suara rintihan hantu yang mukanya hancur.
"Demi apapun yang terjadi malam ini, aku tidak mau lagi disuruh oleh bos gila itu untuk mengirimkan sesuatu ke tempat seperti ini. aku belum menikah aku ingin merasakan surga dunia," gerutuku dalam hati. Sesaat kemudian, aku langsung menarik lengan Arif, karena serasa Aku ingin ke kamar mandi. perut mual dan ingin muntah. apalagi yang kurasakan rasanya seperti nasi campur yang tidak terkata.
"Hihihi..." suara hantu wanita.
"Rif, aku bisa menjemput ajal ku hari ini.. kalau kita tidak pulang," ucapkan kepada Arif.
"Kita tunggu yang pemilik rumah," jawab Arif.
Sesaat kemudian, ternyata pemilik Rumah itu membawa begitu banyak makanan yang tersaji di piring. kami kira makanan itu untuk kami, ternyata makanan itu disajikan untuk para makhluk halus itu.
"Wow.. demi apapun yang terjadi, Ibu ini begitu royal kepada para hantu. aku yakin kalau dia ini nenek moyangnya hantu," gerutuku.
"Rif, kalau kita tidak pulang aku benar-benar bisa menjadi bagian dari salah satu hantu itu," ucapku kepada Arif, sambil mencengkram lengan Arif dengan sangat kerasnya.
Nampak salah satu hantu wanita itu malah nangkring dan bergelayut di leherku.
"Ya Tuhan! Mengapa harus seperti ini, umurku masih menginjak 18 tahun. Kenapa harus diberikan cobaan seperti ini," gerutuku.
Arif yang melihat hal itu, nampak dia meminta bantuan kepada pemilik Rumah untuk menyingkirkan hantu itu dari punggungku. karena tidak mungkin aku membawa oleh-oleh seekor hantu, untuk ku bawa pulang dan tunjukan kepada keluargaku.wow...bisa terjadi show besar di rumah.
Akhirnya pemilik Rumah itu melepaskan para hantu itu yang terus menempel padaku Dan Arif. Aku pulang dengan nafas yang begitu mencekat di dadaku.
"Aku sering sekali mendapatkan kejadian seperti itu, saat bos gila itu menyuruhku," ucap Arif kepadaku. Aku sangat terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulut Arif. karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi lagi setelah keluar dari rusun tua itu.
Kemana lagi bos gila itu akan membawa sila dan Arif ke tempat selanjutnya?
__ADS_1