TERLEMPAR KE ZAMAN KUNO. MAJIKAN 1000 TAHUN.

TERLEMPAR KE ZAMAN KUNO. MAJIKAN 1000 TAHUN.
Terseret ke dinasti zaman kuno.


__ADS_3

"Perkenalkan namaku adalah Dandelion, pengawal setiamu Nyonya Medusa, Man Sila!" seru seorang pria yang bernama Dandelion, seorang pria yang memakai pakaian Seperti Kerajaan dinasti masa lampau.


"Apa-apaan kau, dengan seenak jidat mu Kau mengganti Namaku dengan Medusa man Sila. namaku adalah Sila bukan Medusa, Man Sila!" seru Sila yang tidak terima karena dirinya dipanggil tidak sesuai dengan namanya.


"Tentu saja nyonya, namamu adalah Medusa Man-sila!" seru seorang pria yang bernama Dandelion. dia mengaku sebagai orang kepercayaan Sila.


"Dasar pria tampan tapi otaknya tidak dipakai, Aku kan sudah bilang kalau Namaku itu Sila bukan Medusa!" seru Sila yang tetap tidak terima karena namanya tiba-tiba diganti.


Sesaat kemudian tatapan mata Sila menatap begitu banyak makhluk tak kasat mata yang berpenampilan begitu mengerikan, bahkan beberapa diantara mereka berpakaian ala Kerajaan dinasti kuno.


"Tenang-tenang Sila, tenang. pasti semua ini hanyalah mimpi, pasti jika aku memejamkan mata dan membukanya kembali pasti semua ini hanyalah mimpi." ucap Sila yang terus-menerus mencoba untuk menenangkan dirinya.


Percuma saja Sila melakukan hal itu, karena yang terjadi malah Sila melihat begitu banyak penampakan dari para makhluk dari beberapa alam.


"Saya antarkan anda ke rumah Anda!" seru Dandelion yang meminta Sila untuk mengikutinya.


"Dengar ya Tampan, walaupun dirimu tampan aku ini tidak mungkin akan terjerat oleh pesonamu!" seru Sila yang kemudian membalikkan badannya dan tiba-tiba lari sekencang-kencangnya untuk menghindari seorang pria yang bernama Dandelion dan kakek tua Mago yang tadi dia lihat


Ternyata langkah kaki Sila saat berlari begitu kencang, bahkan langkah kaki itu tidak bisa dijangkau oleh Para manusia biasa, disebuah tempat Sila telah menghentikan langkah kakinya. tatapan matanya menatap sebuah hutan yang begitu besar.


Terlihat di sana Sila mendengar ada suara air yang mengalir, hingga membuat langkah kaki Sila menuntun wanita itu mendekati suara aliran air. saat berada ditempat itu langkah kaki Sila langsung terhenti, tatapan matanya menatap sebuah bangunan yang begitu megah. begitu indah dan begitu luar biasa.

__ADS_1


"Ini bangunan apa?" ucap Sila sambil menatap sebuah bangunan yang begitu besar. tiba-tiba langkah kaki Sila terus berjalan hingga wanita itu menyentuh air yang ada di sungai.


Sesaat kemudian terlihat Dandelion langsung menarik tubuh Sila yang hampir terjatuh di aliran sungai yang begitu deras.


"Apa yang Nyonya lakukan di sini!" seru Dandelion.


"Aaaaaaa... setan hantu!" seru Sila saat melihat Dandelion sudah berada di depan wajahnya.


Tentu saja Sila yang biasa melihat hantu, wanita itu tetap akan terkejut saat melihat seseorang tiba-tiba sudah berada di depan wajahnya.


"Kenapa kau tiba-tiba sudah ada di depanku!" seru Sila yang menunjuk wajah Dandelion. pria tampan itu benar-benar bisa menghilang dan tiba-tiba menampakan wajah nya di depan Sila. tentu saja hal itu membuat Sila selalu terkejut.


"Apakah Nyonya Mau melarikan diri lagi?" tanya Dandelion.


"Jika anda mau ke tempat itu, tidak apa-apa Karena disana adalah Kerajaan para siluman." ucap Dandelion yang membuat Sila langsung menghentikan langkah kakinya.


"Memangnya kau kira aku takut, kau kira aku akan percaya kalau ada manusia siluman atau makhluk siluman!" seru Sila.


"Mengapa Nyonya tidak percaya?" tanya Dandelion.


"Karena di dunia ini tidak ada yang namanya siluman!" seru Sila yang kemudian melangkahkan kakinya menuju sebuah istana yang begitu megah dan begitu besar.

__ADS_1


Benar-benar Sila tidak tahu apa yang akan menunggunya, di sebuah Kerajaan yang begitu besar di sebuah tempat yang begitu asing. Sila sudah berlari mendekati sebuah gerbang yang begitu besar. bisa dibilang gerbang itu adalah gerbang raksasa,


"Ini tempat manusia apa tempat raksasa ya.." ucap Sila sambil menunjuk benteng bangunan tersebut. sesaat kemudian tiba-tiba muncullah sebuah sosok yang benar-benar membuat Sila berteriak sekencang-kencangnya.


"Aaaaa..."


Sila yang berteriak karena dia begitu terkejut, ternyata gerbang itu terbuka dan menampakan sebuah wujud manusia yang mempunyai tanduk, bahkan ada manusia yang yang memiliki telinga hewan. Hal itu membuat Sila benar-benar berteriak dengan begitu kencangnya.


"Demi Tuhan, ini tempat apa!" seru Sila yang kemudian langsung berlari menjauh dari istana tersebut. Sedangkan para siluman yang melihat Sila, mereka langsung mengejar Sila. sedangkan wanita itu dia langsung berlari sekencang-kencangnya untuk menjauh dari Kerajaan itu.


"Ya Tuhan, ya Dewa.. tempat apa ini, kenapa para makhluknya aneh-aneh seperti ini!" seru Sila yang kemudian terus berlari memasuki sebuah hutan yang tadi di dia lewati.


"Mimpi apa aku kemarin tiba-tiba aku sudah ada di tempat ini!" seru Sila yang kemudian memasuki hutan tersebut.


"Siapa kau, beraninya kau memasuki hutan terlarang yang di wilayah kami!" seru para makhluk setengah siluman atau makhluk siluman yang sudah mengejar Sila. terlihat Sila langsung mengangkat kedua tangannya seperti dia sedang ditodong dengan pistol.


"Ampun-ampun Aku tidak tahu apa-apa, aku tadi hanya numpang lari saja!" seru Sila, tatapan mata para siluman itu menatap seorang wanita yang berpenampilan sangat aneh.


"Siapa kau, Kenapa kau berada di sini!" seru Sila.


"Aku benar-benar tidak tahu, aku tadi sudah bilang Kan kalau aku itu numpang lewat karena dikejar-kejar oleh manusia aneh." jawab Sila.

__ADS_1


"Berani sekali kau menerobos di wilayah kami!" seru para siluman.


** bersambung **


__ADS_2