
Hah…hah…hah
Drup..drup..drup..drup
Aku Miraie sakura,21 tahun. Jika kalian melihat apa yang menonjol dariku kecuali ‘dada’tentunya, aku memiliki rambut putih, seputih salju. Aku serius rambutku seputih salju bahkan bulu mataku juga, Orang-orang mengira aku mengecat rambutku, tapi demi tuhan rambutku asli dari lahir, rambutku nyata. Dan jika seseorang ingin menariknya maka dengan senang hati aku akan menghajarnya. Aku sendiri tidak mengerti kenapa rambutku putih, apa mungkin ini hasil persilangan antara rambut ayahku yang berwarna merah muda dengan ibuku yang berwarna coklat, apa mungkin campuran dari gen leluhurku ikut mengalir di tubuhku seperti air mungkin? Masa bodo, siapa yang ingin membahas sedalam itu, tapi topik rambut ini memang harus di tekankan di karenakan orang-orang akan bertanya dengan keunikan dan kecantikan rambutku mungkin.
Aku wisuda satu bulan yang lalu, membutukna waktu tiga setengah tahun untuk menyandang gelar sarjana seni rupa di universitas ternama dan cepat angkat kaki dari dunia perkuliahan yang menyedihkan.
Menyedihkan?
Ya… aku terus bergerak maju untuk menyelesaikan masa perkuliahan yang di juluki “masa indah para anak muda” itu berlalu secepat mungkin. Mengakhiri kisah drama dalam romansa cintaku dan menghilang dari seseorang yang mungkin sedang gila mencariku, entahlah… hal itu terjadi dua tahun yang lalu dan sekarang aku sudah melupakan itu semua, mungkin. Bodoamat tentang perjaanan percintaanku yang menyedihkan, kini aku akan fokus meraih cita-cita dan cinta apabila di butuhkan. Dan mulai sekarang aku akan berkerja di perusahaan animasi terbesar di jepang.
Ngomong ngomong… aku sedang jogging saat ini, jangan fikirkan curhatan percintaanku tadi, cukup aku yang merasakan dan kalian cukup siapkan camilan dan popcorn.
“ kau jauh- jauh pindah dari shibuya ke Tokyo hanya membawa buku dan tumpukan komik? Dan lima pasang baju ganti?” seorang pria berambut hitam dan tampan menurut orang dan sangat jelek menurutnya sedang mengomentari oleh-olehnya dari shibuya. “ dan sekarang kau mengirim kardus tambahan yang berisi novel-novel dan peralatan melukis?”
Hari ini pemuda itu membantu miraie untuk berkemas dengan barang yang ia kirim dari shibuya.
“ Sudah… berhenti berkomentar, komentarmu sungguh tidak penting, bantu aku mengankat kardus-kardus ini kekamarku A-G-H-A-D-A-W-A.” miraie dibantu dengan tetangga apartemennya.
‘kau sudah menghubungi Sasori? Tentang perkerjaanmu?” aghadawa mengambil jus yang ada di meja makan dan meneguknya.
“Tentu saja” miraie masih berkutit dengan buku-bukunya. “ apa yang tidak ku laporkan padanya”
Aghedawa hanya tersenyum “ya… kau kan tirai kami”
“Hentikan itu…”
Miraie pindah Tokyo kurang lebih 1 munggu yang lalu, dan setelah itu resmi berkerja di studio animasi, ia tinggal di apartemen kakaknya dan bertetangga dengan aghedawa tentunya, kakaknya adalah seorang astronot dan sedang bertugas menembus atsmosfer untuk meneliti para alien, apa kah ada? Usianya 28 tahun dan wajahnya awet muda tak seperti dirinya tentunya.
“hahaha… sasori sudah seperti ibu keduamu.” Goda aghedawa
“aku aneh mendengarnya?” sanggah miraie
__ADS_1
“kau tidak membeli baju?” Tanya aghedawa
“untuk apa aku tidak memerlukannya?”
“ tentu saja kau membutuhkannya, kau memakai baju sasori selama seminggu ini. Apa kata tetangga yang melihatmu, mereka akan bergosip tentangmu yang tinggal di apartemen kakakmu”Jelas panjang lebar
“ aku akan membuktikannya saat kakak pulang nanti, dan memperkenalkannya tentunya.”
“dasar bodoh, kakakmu akan kembali beberapa tahun kedepan dan mereka akan bosan dengan membicarakanmu.
“ oh astaga… jangan mengajakku berdebat, baiklah kalau kau memaksa kita belanja baju.”
“Ehhhh… kau tidak akan menyiksaku dengan tur belanja kan?”
“kau sendiri yang mengusulkan?”
“ohhh ayolah.”
“beberapa menit lagi kita berangkat
Aghidawa dan miraie sudah sampai di pusat berbelanjaan di Tokyo. Suasana di sana tak ada bedanya dengan hari-hari biasa dan akhir pekan, sama-sama ramai dan padat. Aghidawa dan miraie hanya mengunjungi satu toko dan satu kedai, satu toko pakaiaan dan satu kedai ramen favorit aghidawa. Tangan kedua orang itu penuh dengan belanjaan, beruntung aghidawa ada waktu luang untuk miarie.
Miraie terbaring di atas ranjang,menatap langit-langit kamar sasori dan sekali-kali ia akan beralih menatap layar ponselnya, kamar ini sangat luas dengan ranjang yang berukuran queen di lapisi sprai biru bertema luar angkasa kesukaan kakaknya. Sasori memajang koleksi minatur luar angkasa di rak bukunya, terjejer rapi dengan kumpulan buku astronot di bagian rak-rak lainnya. Kakaknya memang penggila luar angkasa ia pernah menyelesaikan pendidikannya di universitas Tokyo delama tiga tahun, kemudia ia melanjutkan gelar S2 di Amerika dan mendapat gelar siswa terpandai seangkatan. Kejeniusan pria itu membawanya ke masa depan yang cerah dimana sasori adalah astronot termuda di dunia dan salah satu astronot muda NASA di bidang ahli fisika pada usia 24 tahun.
Lamunan miraie buyar saat mendengan bunyi leptop, suara itu berasal dari aplikasi video call untuk berhubungan langsung dengan astronot yang sedang menjalankan misi di luar angkasa.
“Hai…” sapa sasori dari luar bumi dengan memainkan rubiknya dengan lihai.
“Hai kakak”
“bagaimana kabarmu?”
“baik,bagaiman kabar kakak di luar angkasa. Apakah sudah menemukan dambaan hati?” candanya
__ADS_1
“sudah, kau mau satu? Akan ku bawakan saat misi ini selesai dan kalian akan menjadi pasangan terserasi seantero galaksi.” Jelas sasori dengan wajah menggoda yang semakin tampan.
( maukah kau menjadi ayah dari anak-anak kita sasori) abaiakan.
“bagaimana perkerjaann barumu, semua baik-baik saja.” Tanyanya
“sangat baik kak, ngomong-ngomong aku menyukai kamarmu kak.”
“ kau harus hati-hati, jangan sampai mematahkan apapun.”
‘sepertinya aghidawa mematahkan sesuatu saat mengangkat kardus tadi.” Miraie berhasil membuat lipatan di dahi sasori menambah(bukannya itu menambah kesan tampan dan dewasa)
‘aku akan menghajarnya nanti” ucap sasori yang membuat miraie terkekah geli. “kardus apa yang di angkatnya?”
“kardus yang di kirim ayah.”
“ngomong-ngomong tentang pria kau tau peraturannya kan?”
“ ia kak, jangan membawa masuk pria kedalam apartemen dan terus menjaga kesucian apartemen dari makluk bejat selain kakak dan aghidawa.”
“anak pintar” jawabnya
“ngomong-ngomong, berapa bulan lagi kakak pulang kebumi?”
“ mungkin sekitar 9 bulan lagi.” Jawabnya
“lama sekali…../ waktu itu cukup untuk pria asing masuk keapartemenmu.”
Heiii!!!!!!!!!!!!!!!
……………………………………………………
hai kembali lagi... setelah karyaku yang tamat beberapa bulan yang lalu. kini aku kembali dengan cerita baru. supaya gak ada kesalah fahaman, bahwa saya pusing memikirkan nama-nama tokoh di sini saya memakai nama dari karakter Naruto. tapi tenang mereka milik penciptanya. jangan lupa komen ya, tinggalkan jejak dan kejelasan kalian jangan jadi dia yang menhilang saat cinta tumbuh di hati.
__ADS_1