Ternyata Kita Sama

Ternyata Kita Sama
Chapter 4


__ADS_3

Tubuh miraie lamas, tak ingin melangkah lebih jauh ia rasa saat ini ia tak butuh segelas coklat hangat dan  film komedi. Ia hanya ingin menangis membiarkan orang orang lewat di depannya dengan tatapan aneh. Dia sekarang tak butuh semua itu kecuali tangisan yang setidaknya mengobati nyeri di hatinya. Rasanya berjongkok di trotoar jalan sangat melelahkan apalagi dengan kepala yang menengok ke atas. Ini benar-benar menyebalkan  dadanya sesak, hatinya bergejolak. Miraie tau sudah berapa lama ia menahan ini,menahan emosi yang sudah dua tahun ia pendam dengan tekat ingin berubah, tapi sekarang itu runtuh hanya karna mendengar nama uta.


“Uta…. Uta” dalam hatinya ia memanggil nama yang sudah membuatnya hancur.


“Tuan…Tuan kau dengar aku?


Seorang pemuda besar memanggil Tuannya beberapa kali. Ryuusei tak mengidahkan ia tetap pada objek yang ia pandang di trotoar jalan. Terlihat aneh di matanya, melihat seorang gadis berambut putih menangis dengan wajah menghadap kelangit membiarkan seluruh tubuhnya basah. Apakah dia gila? Tapi melihat sorot matanya yang terluka itu membuat pria tampan ini merasa gejolak aneh dalam dadanya.


“Tomo bisa kita pindah ketempat lain.” Rupanya ia tak ingin melihat gadis aneh itu terlalu lama.


“tapi kita sudah memesan menu?”


Rupanya lelaki tampan tadi tak menghiraukan bawahannya, ternyata ia benar-benar terganggu dengan gadis aneh itu. Tomo hanya menghelanafas pasrah dengan keinginan Ryuuei.


...


“Pagi” sapa jesi


“Pagi” miraie menjawab dengan lemas


“kau baik-baik saja?” Tanya jesi


“iya, aku baik-baik saja.”


“pergilah ke kafetarian, minta es batu. Kurasa mata sebam akan menambah kerumitan masalahmu.”


Langkah miraie berhenti, memandang jesi dengan pandangan kosong.


“Selamat pagi para pencinta Animasi! Pagi yang cerah dengan senyum yang cerah. Membangkitkan semangat masa muda kalian. Minggu ini sangat spesial dengan di adakannya olehraga tahunan di sini… bersama dengan para anak muda!


“Kurasa aku akan gila, setiap tahun harus ada olahraga tahunan di sini.” Keluh obi


“kurasa jiwa masa mudamu telah hilang, bagaimana mungkin kau melewatkan olahraga tahunan yang akan membuatmu tampil keren di hadapan para gadis.” Jelas kono dengan semangat


“Selamat pagii…” sapa jesi dengan tampilan yang cuteh.


“jesi, apa kalian para kordinator sudah membahas tentang olahraga tahunan?” Ten menghampiri meja jesi

__ADS_1


“belum, mungkin nanti.” Jawabnya semangat, ohh ayolah ia akan bertemu dengan ehem-ehem.


“kita harus menang tahun ini teman-teman!” ucap kono yang langsung di setujui dengan semua teman-teman sedevisinya.


“pagi..” aghidawa muncul dengan wajah yang berseri-seri, menyerahkan file kepada jesi.


‘Kami tidak akan menyerahkan piala pada time 3D.” seru obi “ setidaknya tidak dengan kekalahan yang akan meluluh lantakan semangat mereka.”


“tentu saja, kita akan memenangkan perlombaan tahun ini.” Kata ahgidawa " tapi aku punya ide bagus” bisiknya lagi



“Dua cup es.” Khawaki hanya memberikan pesanan miraie dengan semangat dan juga dengan tanda Tanya besar.


“terima kasih.” Miraie duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Sementara itu, Ryuusei sedang  berjalan dengan langkah cepat, ia mengenakan celana hitam dengan jas hitam yang sangat menambah nilai Ples. Matanya memandang tajam dari radius di mana langkah kakinya berjalan. Sosok miraie tak terlewatkan,gadis itu sedang merebahkan kepalanya di meja dengan menengok ke atas dengan es batu yang berada di pelupuh matanya dan itu menambah kesan aneh dari Ryuu kepada miraie.



Miarie masuk ke dalam ruangan devisinya usai mengompres matanya yang bengkak, tapi ada yang aneh seakan sekarang ia sedang di awasi oleh mata yang banyak.


“Hehehe…” cengir jesi yang membuat miraie memandang malas


“Jesi segera jelaskan jangan hanya cengengesan tidak jelas.” Teriak obi


“Ada apa sebenarnya!?” miraie mulai jengah dengan situasi ini, ya di karenakan dia seperti buronan atau bisa di sebut apa lah.


“Ehem… begini, perusahaan kita mengadakan olahraga tahunan dan juga mewajibkan bagi para kariyawannya. Jadi tahun ini kita akan mengikuti lomba baseball dan kita kekurangan angg-


“Tidak mau!” putusnya


“Ohh ayolah. Aku bahkan belum selesai menjelaskan.” Keluh jesi


“bantu kami tirai, kata aghidawa kau adalah juara bertahan.” Sambung obi


“Ohh Astaga, itu sudah lima tahun yang lalu, kau gila !aku bahkan lupa cara memegang tongak beasball.” Tolak miraie

__ADS_1


“Ok sudah di putuskan Miraie mengikuti lomba ini.” Kata kono seenaknya


“Oh…Oh… jangan sembarangan kono, aku yakin teman-teman pasti tak akan setuju kan?”


“Baik kita adakan pemilihan, yang menyetujui miraie menjadi pemain silahkan angkat bokong kalian?”


Semua teman-temannya langsung berdiri menyetujui ucapan kono, yang mendapat tatapan malas dari miraie.


“terserah!” pasrahnya



Jam istirahat sudah tiba dan para artist menuju kantin untuk memuaskan perut mereka yang sudah tersiksa. Termasuk para ciway-ciway yang sedang bergosip hampir di seluruh penjuru tempat yang di sediakan di kantin. Miraie hanya memandang mereka dengan tatapan malas, tubuhnya rasanya sungguh malas untuk berjalan tapi di karenakan jesi yang mengajaknya atau lebih tepatnya menyeretnya ke kantin.


“Miraie kenapa?” Tanya hime dengan lembut


“Dia galau hime, seseorang dari masa lalunya kembali menghancurkan benteng kuat di hatinya.” Jawab jesi dengan santai yang di hadiahkan tatapan membunuh dari tersangka.


“Aku turut berduka miraie, semoga hatimu kembali berwarna.” Hibur hime


“terima kasih hime, kau adalah teman yang sangat pengertian dan tulus akan menghibur ku. Tidak seperti seseorang yang malah menceritakan kegalauanku.” Sindirnya, manusia yang di sindir hanya memutar bolamatanya jenggah dengan sikap miraie


“Terserah.” Jawab jesi acuh dengan sindiran miraie



Sekarang waktu telah menunjukan jam pulang dan artist berbondong-bondong keluar perusahaan menuju rumah yang nyaman. Begitu pula dengan miraie yang telah di jemput dengan aghidawa.


“ayo”


Miraie hanya mengikuti langkah aghidawa, sampai di mana aghidawa menawarkan hime untuk pulang bersama yang di tolak halus oleh hime. Melihan interaksi mereka berdua membuatnya berpikir,seperti ada bumbu-bumbu asmara. Entahlah ia malas memikirkan masalah percintaan mereka sekarang ia harus fokus dengan hatinya yang sedang patah kembali. Selama perjalanan di mobil rongsok aghidawa ia hanya diam dan memandang keluar jendela sampai di mana ia sampai dan masuk keapartemen untuk istirahat.


 


 


 

__ADS_1


...................................................................................


Ada keluh kesah atau ada sesuatu yang ingin di sampaikan silahkan komen ya. aku menunggu kalian hehehe.


__ADS_2