
Kau mungkin akan merasakan kebahagiaan menerpa hatimu saat bersama dengan orang yang kau suka, tapi bagaimana kalau orang yang kau suka adalah sahabatmu sendiri. Sahabat yang bersamamu saat sekolah sampai kau menginjak bangku kuliah, kau dan dia selalu bersama, berbagi cerita,berbagi senyum bahkan tangisan. Memang benar kata orang bahwa antara wanita dan pria yang bersahabat pasti di antara keduanya akan ada rasa yang menerpa dan menciptakan keraguan.
Dan sekarang miraie yang merasakan, bagaimana kelut dan kacaunya ia saat menyukai sahabatnya sendiri, dan itu hancur saat ia mengungkapkan perasaannya pada uta yang langsung di tolak. Tapi kenapa dia malah menjalin hubungan dengan wanita lain. Dasar Kampret!!!
“heii… kau baik baik saja kan?” Tanya obi pada miraie.
“emm”
‘ohhh tidak tirai kita sedang sedih, kono! Cepat hibur tirai kita.” Goda obi
“mungkin ia perlu belaian, seperti belaian angin yang menggoyangkan tirai dengan kencangnya.” Sambung kono
Ohhh ia tau kemana bully ini akan tertuju, dan memang kurang ajar mulut mereka yang memang tidak ada filternya, dasar kampret mereka kira, sekarang ia perlu belaian dari seorang pria dasar kurang ajar.
“ berhenti membullyku dasar jomblo” timpalnya
“emang kau sudah memiliki kekasih yang bisa membelai kesedihanmu?” jawab obi
“diam kau!!!”
Gelak tawa memecah ruangan 2D, sampai kepala devisi datang dengan wajah datar dan menyeramkannya yang siap menyantap para artist yang berkerja dengan tidak becus.
“tertawa dengan bahagia dan melalaikan perkerjaan. Kalian disini di gaji bukan hanya untuk duduk manis dan tertawa.”
Ohhh tidak, datang lagi satu manusia yang berbicara tanpa filter.
“kumpulkan dan laporkan hasil kerja kalian tanpa tawa kebangkrutan.”
Kepala devisi itu keluar dengan santuy tanpa rasa bersalah tentang perasaan bawahannya yang sedang di landa delima atas singgungan lidah tajamnya.”
“Ohhh ayolah, kita datang kesini bukan hanya menjadi robot yang diam di depan computer.” Perkataan artist itu mendapat persetujuan dari artist lainnya yang sedang tersiksa batinnya.
__ADS_1
Miraie memesan minuman di kafetarian dengan wajah yang lelah. Bagaimana tidak ia akan lembur di malam hari dan tidur tidak teratur oleh sebab itu wajahnya sangat mengerikan.
“WOW… wajah yang sangat mengerikan.” Obi mulai lagi dengan bullynya.
“Brisik!”
“Oyy…Oyy. Jangan galak seperti itu miraie, kami tau kau lelah dengan perkerjaan.” Kata kono
“Dan butuh belaian.” Sambung obi yang mengundang gelak tawa ,ia yang menjadi target bully memasang wajah tak berminat.
Ryuusei menyandarkan punggungnya di kursi kerja,tangannya mengusap bawah mata yang menghintam akibat kelelahan dan kurang istirahat. Apa yang di kerjakan oleh pria tampan itu sehingga wajah tampannya terhalangi oleh kantung mata, entah siapa yang tahu… dan heiii ruang kerjanya nampak berbeda dengan ruang kerja devisi lainnya dan juga sepi sekali di sini. Ohh iya… pria lajang yang duduk di kursi ini adalah pria yang menduduki kadidat nomor satu seantero perusahan sebagai pria tertampan di 2 tahun ini, jangan di ragukan lagi bagaimana tubuh atletisnya berjalan yang tentu menarik perhatian wanita, wajah yang tegas dengan sorot mata yang tajam hidung yang mancung,bibir yang menggoda dengan warna merah alami rambut yang halus selembut sutra dan terakhir rahang yang tegas. Entah wajah itu turun dari mana, atau mungkin itu dari gen leluhur terdahulu yang bercampur di tubuhnya yang tentu saja membuatnya seperti pahatan dewa. Ok berhenti membicarakan Riyuusei.
Miraie hanyut saat melihat novel-novel terbaru di toko ini, banyak novel Romansa, fantasi,komedi,horror, bahkan dewasa. Sepertinya novel terakhir sedikit menantang, menantang apabila Aghidawa melihat dan mengadukan ke kakaknya yang sedang berkencan dengan alien, bisa di pastikan kakaknya akan meluncur kebumi dan men-introgasinya. Memikirkannya saja sudah membuatnya merinding, padahal itu akan sedikit mengajarinya arti sebuat tantangan batin. Sudah lupakan aku tidak ingin berfikir seperti itu sedangkan kamera CCTV sudah mengintaiku mulai tadi.
Beberapa menit memilih buku yang cocok untuk di bacanya dan pilihannya jatuh pada novel komedi setidaknya ia membutuhkan asupan tawa untuk menggantikan penolakan cinta pertamannya yang menyedihkan.
“Miraie”
“Sedang apa kau di sini?”
“ tentu saja sedang membeli buku, kau sendiri?” Tanya miraie dengan sedikit berbasa-basi.
“sama denganmu, Kau akhir-akhir ini sangat sulit untuk di hubungi, sudah mengganti nomor ya? Tapi nomor itu masih aktif.” Tanya mei dengan penasaran
“ aku sangat sibuk akhir-akhir ini, banyak perkerjaan yang harus ku selesaikan.” Setidaknya ia tak banyak berbohong karna ia memang sedang banyak perkerjaan dan lembur. Tapi itu sebenarnya hanya alasan karna sebenarnya ia hanya ingin menghindar dari teman-teman semasa kuliahnya dan juga seseorang yang menjadi alasan utama ia menghindar.
“Ohh ayolah… aku tau siapa yang kau hindari.” Kilah mai
“aku tak menghindari siapapun mei, aku hanya ingin fokus.”
Mei hanya menghembuskan nafas lelah dengan semua kilahan miraie yang menampik “kau bekerja di mana sekarang?”
__ADS_1
“animasi Studio Tokyo” jawabnya
“kau bercanda! Tempat itu sangat sulit di masuki kecuali orang-orang yang berkualitas.”
“berarti aku termasuk orang-orang berkualitas itu.”
“hahaha iya, bahkan aku sempat mengajak uta melamar di situ juga tapi sayang ia menolak itu semua, padahal sayang sekali dia sangat berbakat dalam melukis tapi ia memilih Otomotif.”
DEG
Jantung miraie berdetak dengan cepat saat mendengar nama uta di sebut. Ingin rasanya ia bertanya kenapa uta menolak, tapi itu semua hanya sampai ketengorokan, hatinya terlalu sakit untuk menyebut nama uta sahabat sekaligus cinta pertamanya.
“baiklah sampai jumpa di pertemuan selanjutnya
miraie.”
“iya, sampai jumpa ya.”
Mereka berpisah cukup dengan pertemuan mereka,cukup
dengan cerita tentang uta yang kembali membuat hatinya sakit. Bisa tidak ia
menjadi sosok yang tegar dan mudah melupakan uta, ini sangat menyakitkan
rasanya seperti tertikam di dada bikin mewek aja. pokonya ia harus segera pulang dengan segelas coklat hangat dan film komedi setidaknya itu sedikit mengurangi nyeri di hatinya.
................................................................................................................
Rasanya tuh malas banget ngedit nih chapter, tapi harus di edit juga kan. Aku tau rasanya kalau lagi asik baca ketemu typo rasanya jengkel banget dah, jadi supaya kalian enak bacanya dan aku enak dengernya, meskipun kalian pelit kasih komen ya mau di apain itu hak kalian. tapi kalau sejauh ini masih ada kesalahan maaf banget aku udah berusaha kok buat kalian nyaman tapi kalau kalian masih gak nyaman sama aku ya udah kita putus aja.
__ADS_1