
Keesokan harinya. Miraie pergi berangkat kerja menuju kantor animasi menggunakan taxi, dan tak lama kemudian ia sampai di depan kantor tempatnya berkerja. Langkah kaki yang santai dengan lagu yang mengiringinya setiap langkah yang ia ambil, menemaninya untuk menyambut hari senin yang banyak di benci manusia.
Tepat di dalam studio, ia di sambut dengan patung-patung animasi yang popular, seperti doraemon,naruto dan kawan-kawan. Patung itu tinggi dengan ukuran yang berbeda-beda dan juga dengan cat-cat ruangan yang di tampilkan seceria mungkin agar tak membuat kesan bosan bagi kariyawan.
“selamat pagi miraie.” Tepuk seorang gadis di bahu miraie untuk menyadarkannya.
“ pagi hime… emmm bisakah kau mefotoku bersama patung doraemon ini, aku ingin memamerkannya dengan kakakku.”
“baiklah” jawab hime
“terima kasih hime.” Miraie memberikan hpnya kepada hime untuk segera di foto.
Ia berdiri di bawah patung doraemon dengan pose yang aneh, bagaimana tidak dia membuat love dengan tangannya dengan besar di tambah dengan pose aneh, senyumnya yang seakan memperagakan iklam pasta gigi.
“ bagaimana???” tanyanya dengan cepat setelah berpose aneh
“ ini miraie.” Beri hime
“WOW… ini sangat bagus, akan ku pamerkan kepada kakak yang hanya bisa berpose dengan para alien.”
Hime hanya tersenyum mendengar apa yang di katakana miraie. Mereka berjalan menuju ruangan studio masing-masing.
Studio ini sangat luas dan indah, di rancang sedemikian rupa. Tempat ini di rancang seperti geleri animasi saat kalian melihat banyak interior yang terpajang di berbagai tempat ataupun di tembuk-tembok studio. Sungguh pemandangan yang sangat indah bagi mata yang memandang.
Selamat datang di rurganya animasi
Studio animasi terbesar di jepang ini memiliki fasilitas yang lengkap, suasana di sana di atur sedemikian apik agar tak membuat orang merasa bosan dan yang pasti apabila ada rapat besar akan memamerkan suasana yang ceria, mengundang setiap mata untuk kagum dan mengundang setiap senyum keceriaan setiap berkunjung.
“ Ini assignment mu hari ini. Kerjakan sesuai deadline. Kau sudah melihat tracking kan?” seorang wanita berpenampilan modis layaknya model Hollywood sangat cantik.
“ ok… jesi.” Seru miarie yang melihat tumpukan yang harus ia selesaikan.
“ baiklah sekarang waktunya berkerja.”
“ Wow miraie kembali berkerja dengan serius ya? Ehem-ehem” goda lelaki yang persis berada di samping meja kerjanya, ohhh ternyata mereka adalah tetangga, mungkin bisa di sebut seperti itu.
“ berhenti menggangguku kono, kerjakan perkerjaanmu dan lupakan aku yang berada di samping mejamu.”
__ADS_1
“ohhh… tidak bisa kau adalah santapan kami, benarkan obi?”
Ucapan kono itu di hadiahkan tatapan setuju dari obi, wajahnya sudah mencerminkan kejahilan yang akut. Mungkin karna itu wanita-wanita jepang melirik pria lain dari pada mereka berdua yang jahilnya sudah kelewatan batas.
“Terserah.”
Ucapan miraie itu mengundang tatapan jahil dari kono dan obi, mereka berdua sangat jahil bahkan teman-teman setime mereka mengakui bahwa mereka adalah manusia aneh dan kini dia menjadi tergetnya. Sejak ia masuk seminggu yang lalu, ia sudah menjadi incaran mungkin, terlebih mereka akan mencari tau seluk beluk orang yang akan di jahili, karna di balik semua keanehan dan kebangsatan mereka, merea adalah manusia-manusia yang jenius dan juga termasuk kartu As dari perusahaan animasi ini.
Miraie keluar dari ruangan HRD (Human Rasource Defolopment,) atau di sebut sumber daya manusia. Devisi ini bertugas dalam pengelolaan perkerjaan. Meliputi perencanaan perusahaan atau gaji kariyawan kantor dan lainnya. Miraie melihat kekanan dan kekiri, ia seperti di sambut oleh keceriaan dan gambar-gambar konyol para aktris animasi dengan tatapan geli.
“Miraie” panggil hime
“ahh hime.”
“dari mana?”
“dari HRD”
“???”
“Apa kau berencana makan siang di luar?”
“ Ohh. Tidak tentunya, siapa yang ingin menghabiskan uangnya dengan makan di luar sedangkan kantin dan kafetaria sangat luar biasa dan jangan lupakan juga bahwa di sini GERATIS.” Jelas miraie yang di hadiahkan senyum oleh hime.
“kau ingi makan apa?” Tanya hime
“ emm.. aku ingin ramen saja, bisakan hinata?”
“tentu, tunggulah di meja.”
Miraie menuju bangku di mana aghidawa dan teman-temannya menyantap makan siang.”
“ kau tau tuan ryuusei sudah kembali dari shibuya?”
“benarkah?”
“kau tau, studio ini akan kembali cerah dengan kehadiran Tuan Ryuusei”
__ADS_1
“benar sekali”
Miraie hanya memandang kariyawan lain yang sedang bergosip dengan tatapan tak berminta.
“ siapa Tuan Ryuusei itu, kenapa mereka seperti kagum-kagum dengan dia.”
“dia adalah CEO dari studio 3D.”
“Ohhh”
Tak ada teriakan heboh dari miraie, tapi dari tatapannya itu bisa di pastikan dia tertarik.
“Sedikit tampan”
Jesi memutar lagu itu dari ruang devisi background 2D pagi ini, mengiring para artist bergulat dengan dunia warna yang berpesan mennciptakan mood dengan ruangan itu. Sesekali tawa mereka pecah dengan lelucon garing dengan mereka yang menceritakan kejadian-kejadian lucu yang pernah mereka alami.
Miraire mulai terbiasa, dengan suasana dari devisi ini, terkadang ia akan tertawa dengan lelucon garing itu dan terkadang wajahnya akan berubah datar di karenakan dia sendiri yang menjadi topik lelucon garing
itu.
“Minta air ya?” seorang pria berbadan gemuk datang mengambil air dengan jumlah yang banyak.
‘ Ohh.. astaga, choh datang, simpan persediaan air kita, atau tidak kita akan di landa kemarau panjang dengan air kita yang habis.” Sindir uka
“kau harus mulai terbiasa hidup tanpa air di sini, atau tidak kita semua akan mati karna kau yang mehabiskan air yang harusnya jatah untuk kami.” Sindir artist lainnya kepada pria gemuk tadi.
“Belajar dari miraie, dia bisa hidup tanpa air.”timpa obi, miraie tau ini akan mengarah ke Bully.
“jadi bagaimana sistem perairan di shibuya?” firasat miraie benar.
“kalian bisa mengambil dari sana jika Tokyo kehabisan sumber air.” Jawaban miraie mengundang tawa dari artist lainnya.
“miraie!!!”
“selamat pagi anak-anak” suara nyaring itu memecahkan suasana. Ohh tidak suasana akan kembali kacau dengan datangnya makluk satu ini.
………………………………………
__ADS_1