Terpaksa dinikahi CEO

Terpaksa dinikahi CEO
first kiss


__ADS_3

Sintia berjalan dibelakang Raskal memasuki rumah mewah tersebut.Sintia dibuat heran dengan rumah yang akan mereka tinggali tersebut.


ini rumah atau istana ya? batin Sintia pada dirinya sendiri.


Rumah mewah tersebut memiliki ruang tamu yang sangat luas.Dengan desain interior yang elegan.


Langkah mereka terhenti ketika telah memasuki sebuah kamar.Kamar utama rumah ini terletak dilantai dua.


"ayo masuk"ucap Raskal kepada Sintia.


Sintia pun memasuki kamar tersebut.Lagi dan lagi Sintia dibuat ternganga dengan kamar nya.Sintia yang biasanya tinggal di ruangan sempit itu,,kini hanya bisa menelan ludah nya kasar melihat pemandangan indah di depan matanya.


"ini kamar kita Sintia"terang Raskal.


Sintia pun mengangguk mendengar ucapan Raskal.


"kamu bisa mandi dulu setelah ini"


Sintia yang tadinya merasa bersedih hati itupun kini mulai melupakan kesedihannya.


aku harus bisa, meskipun ini awalnya adalah sebuah keterpaksaan tapi aku sadar saat ini aku telah menjadi seorang istri dari laki laki yang berada di depan ku .Aku harus kuat, batin Sintia pada dirinya sendiri.


Raskal mulai melepaskan jas yang ia pakai.Ia berniat mengganti baju nya dengan baju yang lebih santai.Sintia yang melihat aksinya tersebut langsung menghentikan nya.


"mau apa kamu? jangan macam macam sama saya"ucap Sintia dengan mode waspada.


Raskal terlihat semakin menggoda Sintia,ia malah mendekat kearah Sintia.


''kamu takut sayang?aku kan suami kamu,aku berhak atas dirimu"

__ADS_1


Raskal mulai melepas kemeja yang menempel ditubuhnya.Sintia dengan perlahan memundurkan langkahnya.Tapi Raskal malah bergerak semakin maju.Dan pada akhirnya Sintia tidak mampu berkutik lagi.


"mau kemana kamu ha"


Sintia dengan sigap langsung memukul daerah terlarang Raskal dengan kakinya.


Bugh,,,,


Seketika Raskal pun langsung meringis kesakitan.Sintia langsung berlari meninggalkan Raskal.


"mau kemana kamu bocah tengil,,,awas saja kamu ya"


Raskal tidak bisa mengejar Sintia karena daerah terlarang nya sakit luar biasa.Ia menyuruh bodyguard nya untuk menangkap Sintia.


"tangkap dia dan bawa kesini pak''perintah Raskal kepada kedua bodyguard nya tersebut.


Mereka lantas mengejar Sintia yang berlari ketakutan.


Sintia hanya bisa pasrah saat kedua bodyguard suaminya menemukan nya.


"mari nyonya kita masuk kedalam "


"tidak,,,,,aku tidak mau"


"maaf nyonya kalau kami harus bersikap kasar"


"apa apaan kalian,,, pergi,,,, jangan sentuh aku"


"kami terpaksa nyonya "

__ADS_1


Dengan sekali gerakan cepat dua bodyguard suaminya itu berhasil membawa majikannya ke hadapan tuannya.


"Ampun ,,,tuan,,,,ampun,,,,, maafkan saya "


"apa kamu bilang maaf, begitu mudahnya kamu mengucapkan kata maaf setelah kamu menyakiti milikku yang paling berharga ini"


"maaf tuan, saya benar benar minta maaf"ucap Sintia dengan rasa takut.


"kamu harus membayar perbuatan mu"


ceklek


Raskal mengunci pintu kamar tersebut.Sintia merasakan ketakutan yang hebat.


"tolong jangan sentuh saya tuan,, saya belum siap"ucap Sintia dengan terbata bata.


Raskal mencengkram erat tangan Sintia kemudian menyeret tubuhnya hingga jatuh diatas kasur.Dengan amarah yang membuncah Raskal menindih tubuh Sintia.Memandangi lekat wajah nya.Membuat gadis itu benar benar ketakutan.Sintia hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya itu.


"maaf tuan" sekali lagi Sintia meminta maaf.


Dengan sekali gerakan.Cup.Raskal mencium bibir istrinya dengan lembut.Sintia yang sama sekali belum pernah merasakan yang namanya ciuman itupun kaget dibuatnya.


Sesaat kemudian Raskal melepas ciuman tersebut.


"itu peringatan untukmu,, jangan pernah bermain main dengan ku,ingat itu"


"baik tuan,,, maaf kan saya"


Raskal pun tidak tega melihat istrinya yang ketakutan tersebut.Sehingga ia melepaskan nya.

__ADS_1


"mandi dulu sana,,,, semua pakaian kamu ada disana"


__ADS_2