
Sintia pun bangkit dan langsung bergegas ke dalam kamar mandi.Ia takut suaminya akan berulah lagi.Lagi lagi Sintia dibuat melongo dengan kamar mandi nya,ada sebuah bathtub besar untuk berendam dimana ia hanya menekan tombol saja untuk memilih air hangat atau dingin.Disana tersedia berbagai macam aroma terapi untuk berendam.Disisi lain ada sebuah kaca besar yang menampakkan wajah Sintia saat ini .
Sadarlah Sintia mungkin ini adalah sebuah mimpi.gumam Sintia pada dirinya sendiri.
Lalu ia pun menepuk nepuk kedua pipinya dengan telapak tangannya.
"awww,,"pekik Sintia.
ini bukanlah sebuah mimpi sekarang aku benar benar sudah menjadi istri dari orang itu dan aku berada dirumah nya saat ini.gerutu Sintia.
Dari luar ruangan terdengar seseorang yang mengetuk pintu hingga membuat lamunan Sintia buyar.
"Buruan hei,,, kamu mandi atau tidur"ucap Raskal dengan suara lantang.
Tak terasa 30 menit sudah Sintia Dikamar mandi.Kemudian ia segera melepas pakaiannya dan mandi.Selesai mandi Sintia baru ingat kalau dia tidak membawa baju ganti.Alhasil ia pun memakai pakaian yang sebelumnya.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar mandi, Raskal menatap nya dengan tajam.
"Lihat pintu itu,,,bajumu ada disebelah sana"ucap Raskal memberi tahu Sintia untuk berganti pakaian di walk in closet .Disana sudah terdapat berbagai macam baju Sintia lengkap dengan beragam axesoris,tas, beserta sepatu nya.
"wahh ,,,,, kenapa banyak sekali ini bajunya.Pakai yang mana ya? mmmm"ucap Sintia sambil memilih baju yang akan dikenakan nya.
Akhirnya Sintia memilih sepasang baju tidur lengan panjang yang bergambar pinguin.
Sintia keluar dengan wajah gugup.Ia bingung apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi suami nya itu.
Sintia hanya menunduk.
"duduk sini"ucap Raskal sambil mengarahkan Sintia untuk duduk disebelah nya.
Perlahan tapi pasti Sintia berjalan menuju ke arah Raskal.Raskal yang tak sabar melihat gerak gerik Sintia langsung menarik tangan Sintia hingga ia terjatuh dipangkuan Raskal.
__ADS_1
"aww"pekik Sintia.
"tenang,,, sekarang kamu adalah istri ku,,, jadi kamu harus melayani ku"ucap Raskal.
Dengan ragu Sintia kemudian menjawab ucapan Raskal.
"maaf tuan saya belum siap "
Ucapan Sintia itupun tidak dihiraukan lagi oleh Raskal.Tangannya mencengkram dagu Sintia kemudian ******* bibir nya dengan lembut.Meski awalnya menolak tetapi Sintia merasakan ada desiran aneh yang merasuki tubuhnya.Tak terasa jari jemari Raskal sudah bergerilya kemana mana membuat hasrat mereka berdua tak tertahankan.Sintia sedikit demi sedikit membuka mulutnya membiarkan Raskal leluasa.Sementara jari jemari nya sudah meremas kedua gunung kembar Sintia.
"ahk"terdengar lenguhan Sintia yang membuat hasrat Raskal semakin bergelora.
Raskal melepas kan ciuman nya, kemudian menyesap salah satu gunung kembar Sintia.Sementara tangan yang satu nya meremas dengan lembut gunung kembar nya.Sintia merasakan nikmat yang belum pernah ia rasakan.
Sampai akhirnya Raskal tidak sanggup lagi menahan gejolak hasrat dalam dirinya.Ia menidurkan Sintia di atas ranjang.Kemudian melepas semua pakaian yang menutupi tubuh mereka.Meski Sintia malu,tapi ini adalah tugas nya sebagai seorang istri.Ia hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Raskal.
__ADS_1
Secara perlahan Raskal memasukkan adik kecilnya kedalam milik sang istri.Ia melakukan nya dengan sangat lembut supaya tidak menyakiti istrinya.Malam penyatuan itu pun berjalan dengan sempurna.Sintia dan Raskal benar benar menikmati nya.Mereka melakukan nya berkali kali hingga mereka puas.Sampai akhirnya mereka berdua pun tidur terlelap.