Terpaksa dinikahi CEO

Terpaksa dinikahi CEO
ikut ke kantor


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, Sintia mulai terbangun dari tidurnya.Ia merasakan sakit di bagian intinya.


"awww"pekik Sintia.


Sintia masih tidak percaya bahwa saat ini dirinya telah menikah dengan orang kaya.Sintia menatap wajah suaminya yang masih lelap.


"Ya Allah,,,aku benar benar sudah menikah dan menjadi seorang istri,aku benar benar tidak menyangka"batin Sintia.


Sintia kemudian berjalan ke kamar mandi.Ia membersihkan tubuhnya setelah pergulatan panas nya semalam.Setelah itu ia menunaikan kewajibannya kepada sang pencipta.


Sintia takut untuk membangun kan suami nya yang masih terlelap.Jadi ia memutuskan untuk turun ke bawah.Sintia berniat untuk memasak pagi ini.Didapur sudah ada bi Nini yang sedang meracik menu sarapan.


"selamat pagi bi,"sapa Sintia dengan ramah.


"selamat pagi juga non"jawab bi Nini dengan tersenyum.


"mau masak apa nih bi,,,,"tanya Sintia.


"ini non,, masakan kesukaan den Raskal.Balado udang sama sayur asem non"


"saya bantuin ya bi"


"Ndak usah non,,, nanti dimarahi den Raskal"


"nggak bi,,,,, saya kan istrinya bi,,,, saya yang seharusnya menyiapkan makanan untuk suami saya"


"baiklah non,,, kalau non memaksa"


Mereka berdua melanjutkan kegiatan masak memasak nya.

__ADS_1


Sementara itu ,,,di dalam kamar, Raskal mencari cari keberadaan Sintia.


"dimana anak itu...hmmmm"


Ia melirik ke sekeliling kamar tapi tak menemukan Sintia.Setelah selesai mandi,, Raskal turun ke lantai bawah.


"dimana gadis itu"gumam Raskal pada dirinya sendiri.


Ia berjalan menuju dapur dan menemukan istrinya disana.Pandangannya fokus dengan aktivitas yang dilakukan oleh istri kecilnya itu .


"Hei kamu,,,, ngapain disitu"seru Raskal kepada Sintia yang tengah asyik memasak.


"kamu sendiri lihat kan aku sedang apa"jawab Sintia dengan ketus.


Mereka masih sama sama canggung untuk bersikap karena belum terlalu saling mengenal satu sama lain.


Setelah semua siap Sintia dan juga Raskal menyantap sarapan mereka.


"Emmmm ... lumayan lah, tidak terlalu buruk"


Sintia tersenyum mendengar jawaban dari Raskal.


"Hari ini aku mau ke kantor,,apa kau mau ikut"ajak Raskal kepada Sintia.


"Mmmm.... emang boleh ya"


"tentu,,,kan Aku bosnya"jawab Raskal dengan bangga.


"baiklah aku akan siap siap dulu"

__ADS_1


''ya sudah sana ,,aku tunggu "


Sintia mengangguk kemudian pergi ke kamar untuk bersiap.


"pakai pakaian yang rapi"ucap Raskal kepada istrinya.


Setelah siap mereka berdua pergi ke perusahaan milik keluarga Raskal tersebut.Sebuah gedung yang tinggi dan begitu megah.Sintia hanya bisa mengagumi setiap detail dari gedung tersebut.


Setelah sampai mereka berdua turun dari mobil.Menuju lift khusus untuk sang Presdir.Banyak sorot pasang mata yang memperhatikan langkah mereka berdua.Diantara para karyawan memang belum mengetahui kalau Raskal telah menikah.Hanya sekretaris pribadinya saja yang mengetahui nya.


Sintia tertunduk malu melihat sorotan tajam dari karyawan Raskal.


"tuan,, kenapa tuh orang pada ngeliatin kita si,,"ceplos Sintia.


Sintia memang sebenarnya adalah anak yang suka ceplas-ceplos dalam berbicara.


"Percaya diri banget kamu,,,mereka tuh pada ngeliatin aku tau,,, karena aku ganteng... hahaha" Raskal tertawa terbahak bahak menjawab pertanyaan dari Sintia.


"dasar narsistik"


"apa kamu bilang,,,"


"tidak,,, tidak ada"


"kamu mengataiku ya"


"mana mungkin saya berani mengatai tuan"


"hmmm,,, ya sudah lah ayo"

__ADS_1


Mereka berdua telah sampai di depan pintu ruangan Raskal.Terletak dilantai paling atas gedung tersebut.Ruangan Raskal terlihat begitu luas.Hamparan pemandangan kota tersaji di jendela ruang tersebut.Raskal memiliki sebuah kamar pribadi dikantornya tersebut.


Sehingga kalau ia lembur bisa tidur di kantor nya.Ada sebuah sofa panjang diruangan Raskal.Terdapat pula sebuah perpustakaan kecil disana.


__ADS_2