Terpaksa dinikahi CEO

Terpaksa dinikahi CEO
meeting


__ADS_3

Sintia dan Raskal memasuki ruangan tersebut.Ruangan Presdir PT Adijaya group.Disana terpampang nama Presdir perusahaan tersebut.Ialah Raskal Adijaya, pewaris tunggal Adijaya group.Terletak di lantai paling atas perusahaan tersebut, menyajikan pemandangan kota yang indah nan menawan.


Sintia duduk di sofa, sementara Raskal sedang memeriksa beberapa dokumen.Terdengar suara pintu yang terketuk, seorang asisten Raskal,,,Bima yang juga merupakan sahabat nya datang menghampiri Raskal.


"Hari ini kita ada meeting bersama tuan Alexander,,kal"ucap Bima mengingat kan bosnya.Meskipun atasan dan bawahan,, namun mereka tetap memanggil nama mereka masing masing.


"baiklah Bim,,, siapkan semua nya"


"iya kal",,,Bima melirik Sintia yang berada di sofa.


"itu siapa kal,,,,"tunjuk Bima kearah Sintia.


"istri gue"jawab Raskal dengan santainya.


"hah, kpn Lo nikah?kok gak ngabarin"


"kepo Lo,, sudah kerja sana"


"iya"


Bima lantas pergi meninggalkan ruangan Raskal.Sintia merasa bosan dengan hanya duduk di sofa saja.Lantas ia menghampiri Raskal.


"bolehkah aku bekerja di sini"


"what??"

__ADS_1


"aku bosan jika tidak melakukan aktivitas apapun seperti ini.Aku bukan anak yang manja"


Sejenak Raskal berpikir.


"mmmm,,,,ya sudah besok kamu akan menjadi sekertaris pribadi ku"


"tapi aku hanya lulusan SMA"


"Tak masalah,,,aku kan bosnya"


"oh iya ya,,,hehe"Sintia tersenyum.


"Aku akan pergi meeting dulu, kalau kamu mengantuk disana ada tempat tidur"


"baiklah aku akan kesana"


Sintia mengambil sebuah roti dan juga susu coklat kesukaan nya.Ia heran,, ternyata lengkap sekali keperluan Presdir disini . Setelah menyantap makanan,ia tertidur di kasur.


Sudah dua jam lamanya Raskal berada di ruang meeting.Ia selalu melihat jam tangan dilengannya.


"sedang apa gadis itu"pikir nya.


Sebuah kesepakatan kerjasama telah disetujui.Meeting pun selesai.Raskal segera bergegas menuju ruangan nya.Ia tak sabar untuk menemui Sintia.


"hei ladies,, sedang apa kamu"seru Raskal.

__ADS_1


Tak ada jawaban apapun.


Ia kemudian membuka ruang khusus di ruangan nya.Ia melihat istri kecilnya yang sedang tertidur pulas.Ia tersenyum kecil.Lantas merebahkan dirinya di samping Sintia.


"Setiap melihat bibir ranum mu ini,,,aku tak bisa untuk tidak mengecup nya"batin Raskal.


Kemudian ia ******* bibir mungil Sintia.Sintia melenguh merasakan sentuhan bibir Raskal.Sesaat kemudian tangan Raskal sudah bergerilya kemana mana. Sintia membiarkan Raskal menikmati tubuhnya.Sesekali ia merasakan nikmat Ketika bibir Raskal menyesap gunung kembar Sintia.


"ahk,,"lenguh Sintia yang membuat hasrat Raskal bergejolak.


Raskal berbisik ke telinga Sintia yang masih terpejam.


"apakah aku boleh melakukan nya"


Sintia pun mengangguk.


Sejurus kemudian Raskal telah mengukung Sintia.Ia memainkan jarinya di area sensitif Sintia.Sintia melenguh tak henti hentinya.Kemudian Raskal memasukkan adik kecilnya kedaerah sensitif istrinya tersebut.Akhirnya mereka berdua melakukan pelepasan secara bersama.Raskal kemudian mencium kening istrinya dan tidur disampingnya.


Setelah terbangun,ia kaget Raskal telah berada disampingnya.


"apa yang telah kami lakukan"batin Sintia.


Ternyata Sintia pikir,, apa yang di lakukan nya tadi adalah sebuah mimpi.


"ini nyata,,,,,OMG"Sintia menutup mulutnya sendiri serasa tak percaya.

__ADS_1


Kemudian dengan sedikit tertatih ia masuk ke dalam kamar mandi.Ia membasuh tubuhnya yang kotor karena pergulatan panas nya.Raskal yang menyadari istri nya tidak berada di samping nya , segera mengerjapkan matanya.


__ADS_2