TERPAKSA KARENA TERLANJUR BASAH

TERPAKSA KARENA TERLANJUR BASAH
#bab15


__ADS_3

"takk...takk..


terdengar suara kaki melangkah dengan cepat,"haaa... aku sudah sangat lapar. brakk... langsung duduk " segereh yuwei meminum segelas susu dan kemudian mengambil makanan.beberapa saat kami selesai sarapan kemudian aku sibuk untuk mengerjakan aktivitas ku ketika di rumah saat libur kuliah yaitu mencuci,menyetrika pakaian,dan membersikan kamar.sesekali aku juga membantu pekerjaan rumah bersama bibi,walaupun bibi dan yuwei sangat melarang ku dan bagaimanapun aku telah tinggal disini tanpa membayar uang sewa rumah dan uang makan saja sudah sangat beruntung jadi aku merasa sangat tidak enak dengan fasilitas kenyamanan ini dengan kata lain aku berusaha membantu sebisa ku dengan cara membantu pekerjaan rumah,masak,dan lain-lain...


beberapa saat kemudian,aku sedang membersihkan kamat tiba-tiba terlintas di pikiran ku"kira-kira bagaimana di kampus,apakah beasiswa ku akan di cabut kalau tidak bisa membuktikan kalau gosip itu tidak benar"cetuk ku dalam hati sembari membersikan tempat tidur dengan tatapan kosong.


"dorr...dorr..


terdengar seseorang sedang mengetuk pintu membuat ku tersadar dalam lamunan ku."tenzhi... kau sedang apa,lama sekali di kamar"kreekk... sembari membuka pintu.


"oo..iya maaf aku sedang membersikan tempat tidur ku agak berantakan karena kau semalam tidur disini hahahha..."sembari merapikan selimut...


"kau bilang kemarin malam pak willson menelfon mu kan,apa yang dia bicarakan? mondar mandir di kamar sembari memberikan tatapan serius...


"iya,semalam dia membahas masalah kami.kata nya hari ini dia mau datang untuk membicarakan dan menjelaskan nya !!! mungkin dia tau orang yang menebar gosip itu,karena bagaimanapun itu menyangkut reputasi dia juga hanya itu saja tidak ada yang lain... sembari mengangkat tangan dan bahu.


"sebaik nya kau menghindar dari para lelaki,apa lagi pak willson,sembari memegang bahu ku yuwei berkata dengan tegas penuh keseriusan.kau kan sudah punya reza sebaik nya kau jaga jarak dengan dia apa lagi seperti nya reza sangat tidak suka melihat kau ketika membicarakan pak willson.aku tau kau memiliki rasa yang tidak biasa kepada pak willson tapi kau juga harus ingat dengan batasan kau saat ini...


aku hanya bisa diam dan menundukan pandangan ku ketika yuwei berkata seperti itu,dengan menahan tangis mengepal tangan dan mengigit bibir ku dengan kuat lalu perlahan menghela nafas"makasih... kamu sangat perhatian sama aku dari pertama kenal sampai sekarang kamu sangat baik bahkan kkta bagaikan saudara walaupun aku jauh berbeda kasta dan status dengan mu,tapi kamu bukan orang seperti itu aku tau itu" perlahan ku memeluk erat yuwei dengan berkata tegas dan tenang agar aku bisa membuat dia tenang...


"sudahla,kita seperti saudara aku mau kamu bahagia dan terbaik untuk mu itu saja!!! sembari mengusap kepala ku.


beberapa saat kemudian...

__ADS_1


waktu tak terasa sudah siang dan kami menghabiskan waktu dengan candaan dan menonton film setelah bebenah kamar dan mencuci pakaian.biasa nya kalau di asramah selesai bebenah aku belajar terus tidur siang,tapi karena di sini di rumah yuwei aku mau belajar pun tidak konsen karena.mendengarkan cletukan dia terus...


"kira-kkra jam berapa pak willson mau kesini? cetus yuwei sembari makan cemilan.


"eemmh... dia semalam bilang nya jam berapa ya?aku juga lupa". heee dasar kau ini kenapa sekarang mengikuti jejak ku gampang lupaan ?


tokk..tookk...


tiba-tiba ada yang.mengetuk pintu...


"maaf nona mengganggu ada tamu di depan mencari nona tenzhi"


aku bangun dari tempat duduk kemudian membukakan pintu."ooohh iya bi makasih,tunggu sebentar(sembari menoleh ke yuwei)hei kau turun duluan dan temui siapa yang mencari ku,aku mau ganti baju dulu(memegang baju yang dari tadi di pakai sambil beres-beres)"


"ok boss ku gak lama kok ganti baju doang(sembari senyum)


beberapa saat kemudian...


berjalan dengan cepat...


"maaf sudah menunggu"(dengan langkah sedikit cepat).kemudian duduk di sebelah yuwei dengan sedikit tegang karena yang datang adalah pak willson dan kak reza.mereka menatap ku dengan ragu kemudian pak willson menjelaskan secara detail permasalahan nya dan ternyata itu hanya kesalapahaman semata,tanpa berkata selain dari masalah yang di bahas dia terlihat sedih tapi dia berusaha menutupi nya dan baru kali ini aku melihat pak willson menunjukan wajah seperti itu.tanpa ada kata lain dia pamit pergi... kami hanya diam dengan saling menatap satu sama lain dengan ekspresi bingun,mungkin di dalam hati kami berkata"ada apa dengan penjelasan yang singkat itu dan tidak berkata lain selain yang dia jelaskan,sungguh aneh "


"apakah kamu baik-baik saja?"

__ADS_1


kak reza bertanya memecah suasana yang keram ini.


"iy..iya kak aku baik-baik saja(dengan sedikit bimbang)aku rasa permasalahan nya sudah sedikit meredam.tapi masih ada yang mengganjal di pikiran ku !


"apa itu" tanya kak reza dan yuwei dengan kompak lalu salingg menatap...


"siapa... siapa yang menyebarkan gosip itu,tadi pak willson tidak membari tahi siapa orang nya.dia hanya menjelaskan bahwa masalah ini sudah selesai karena ini hanya salah faham kan?" aku dengan bingung sembari menggenggam erat tangan ku...


walaupun masalah nyaa sudah kelar tetapi aku tetap penasaran,kenapa dia begitu apakah ada orang yang tidak suka pada ku atau aku telah menyinggung dan menyakiti dia ?


"sudahlah untuk sementara setidak nya masalah ini sudah kelar nanti kita akan mencari tahu sembari ini kamu sudah bisa tenang sekarang"cetus yuwei dengan mengkerutkan dahi


"iya.. benar kata yuwei kamu tidak perlu cemas lagi,nanti perlahan juga akan tahu siapa orang nya.kamu saat ini hanya fokus untuk kuliah dan kesehatan mu dulu saja,setidak nya masalah nya sudah kelar" sahut kak reza.


"heemm... biar masalah sudah kelar tapi di kampus apa aku tidak ada dampak nya dengan para dosen dan juga murid-murid lain dan bagaimana dengan beasiswa ku apakah akan di cabut karena gosip itu?"


"sudahlah... jangan fikir macam-macam dulu"jawab yuwei sembari merangkul ku.


ok... aku sabaik nya pulang dulu,ada yang harus aku urus.kamu istirahat tidak usah mencemaskan masalah beasiswa kalau di cabut biar aku yang membiayai kuliah mu,kamukan colon istri ku jadi mana mungkin aku membiarkan mu menderita karena itu"(sembari mengelus kepala ku).


kemudian kak reza pamit pulang...


suasana macam apa ini?antara gelisah dan bahagia seolah berdampingan disisi kanan dan kiri ku... semoga saja lusa pas masuk kuliah aku harus siap menerima apapun keputusan dari pihak kampus.untuk sementara aku perlu istirahat menenangkan pikiran dulu,dan nanti walaupun beasiswa ku di cabut bukan berati aku bisa menerima tawaran kak reza setidak nya aku hatus berusaha cari kerja paru waktu untuk membiayai kuliah dan kebutuhan ku...

__ADS_1


__ADS_2