
'' EKKKHHMM''
Mereka semua menoleh ke sumber suara . Dengan Nana yang masih nangkring di pundak Kevin , mereka kaget karna mendapati Rey di belakang mereka .
Kebetulan hari ini adalah tugas Rey untuk berpatroli , mengecek setiap sudut sekolah kalau - kalau ada murid yang bolos . Dan benar saja kini di hadapannya ada segerombol anak yang hendak bolos dan parahnya salah satu di antaranya adalah istrinya .
'' Ehhhh ada bang ketos ganteng '' Kennan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Rey masih saja memandangi Nana yang masih berada di pundak Kevin , keduanya sedang menunduk tak berani melihat ke arah Rey .
Melihat Rey yang terus memandangi ke arah Kevin dan Nana , Bella yang berada di sebelah mereka menyenggol lengan Kevin memberi kode supaya menurunkan Nana .
Kevin tak mengerti dengan kode yang di berikan Bella tak kunjung menurunkan Nana sampai akhirnya dia tak sengaja melihat Rey yang masih memandangnya barulah dia tersadar dan langsung menurunkan Nana.
'' Kalian mau bolos ?'' Rey bertanya pada mereka semua
'' ehhh kagak tos kita kagak mau bolos , kita tuh cuman lagi latihan manjat pagar '' ucap Nana sekenanya
'' Kalian semua ikut gue ke ruang osis '' Mereka semua tidak ada yang menjawab , karena sudah menjadi hal yang biasa kalau mereka ketahuan bolos pasti mereka akan di hukum.
Sesampainya mereka di ruang osis mereka mendapati Rama yang sedang duduk di sana .
'' Kenapa lagi mereka Rey ?''
'' hufft .... mereka berniat bolos lagi '' terdengar helaan nafas dari Rey .
Dia mengira Nana sudah berubah, tapi nyatanya gadisnya itu masih tetap sama .
'' Kalian semua sekarang bersihkan perpustakaan ''
Nana dkk hanya mengangguk dan langsung berbalik hendak keluar ruangan itu .
'' Dasar suami nggak ada akhlak , tega-teganya dia ngasih hukuman yang berat sama istrinya sendiri '' Nana menggumam lirih , tapi masih bisa di dengar oleh mereka semua .
__ADS_1
Rama yang mendengar umpatan Nana hanya menahan tawanya , karna baru kali ini ada yang berani mengumpati Rey secara terang terangan , terlebih lagi yang mengumpatinya adalah istrinya sendiri .
Hari sudah larut , sekarang Rey sedang menunggu Nana karna gadis itu belum pulang sejak tadi . Terakhir Nana meminta izin padanya untuk ke rumah Alda untuk membantunya berkemas , tapi sampai sekarang dia belum juga kembali .
Rey terus mencoba menghubungi Nana tapi nihil . ponsel gadis itu tidak aktif , Rey mulai khawatir karna kini jam sudah menunjukan setengah 12 malam .
Rey memakai jaketnya dan mengambil kunci mobilnya , tapi saat dia hendak membuka pintu
Cekleek
Pintu apartemen Rey terbuka , menapakkan sosok gadis yang dia cemaskan sejak tadi dengan penampilan yang acak-acakkan .
'' Loe dari mana aja Na , kenapa loe acak - acakkan gini ?'' Rey memberondong Nana dengan pertanyaannya membuat Nana kesal . Bukannya menjawab dia malah menghentakkan kakinya dan berlalu masuk ke kamarnya.
Rey yang melihat itu lantas mengejarnya , saat sampai di kamar mereka dia tak mendapati Nana di sana , terdengar gemricik air dari dalam kamar mandi dan sudah di pastikan kalau itu adalah Nana . Rey menghela nafasnya dan duduk di tepian ranjang menunggu Nana menyelesaikan ritual mandinya .
setelah 15 menit menunggu akhirnya Nana keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos oblong berwarna putih yang terlihat kebesaran di tubuhnya dan celana pendek yang tidak lebih panjang dari kaos yang dia kenakan.
mata Rey menelisik penampilan Nana dan matanya langsung membulat sempurna saat mendapati memar di lengan kiri Nana.
'' Jawab jujur , Loe kenapa Na . Kenapa lengan loe memar ?''
Nana menghela nafasnya dan duduk di samping Rey
'' Gue berantem '' Jawaban Nana sontak membuat Rey tersentak
'' kenapa sampe berantem , kamu cari masalah ?''
Nana mendengus kesal dengan pertanyaan Rey , dan akhirnya dia menceritakan kejadian yang sebenarnya .
__ADS_1
FLLASHBACK ON
Nana sedang menunggu taksi di pinggir jalan , mereka baru selesai membantu Alda berkemas . Bella sudah pulang sejak 1 jam yang lalu karena di telfon oleh mamanya .
Dia baru ingat baterai ponselnya habis saat sudah berjalan lumayan jauh dari rumah Alda , sebenarnya dia ingin meminta Alda untuk mengantarnya tapi dia merasa tidak enak hati karena ini sudah larut malam dan lagi besok alda akan berangkat pagi-pagi sekali. Jadi dia memutuskan untuk pulang sendiri
'' mana sih nih taksi kagak nongol-nongol'' Nana menggerutu
Beberapa lama dia menunggu tidak ada juga taksi yang lewat dia memutuskan untuk melanjutkan berjalan kaki .
Saat sedang berjalan ada 2 orang pria yang penampilannya terlihat seperti preman menghampirinya .
'' waah ada adek cantik nihh '' ujar salah seorang dari mereka yang sudah berada di samping Nana .
'' Mau kemana dek , malem-malem jalan sendirian ?'' ucap pria yang satunya lagi yang sudah mulai menggoda Nana.
'' Apaan sih loe , kaga usah kurang ajar loe ya . kalo kagak mau tangan loe gue patahin '' ujar Nana sambil melotot ke arah 2 orang preman tadi , tapi bukannya takut 2 preman tadi malah tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Nana.
'' hahaha adek kecil ini ternyata galak juga ya bro, makin menarik saja ''
'' Ayo ikut kita saja dek , kita senang - senang '' ucap pria kedua dengan menarik tangan Nana .
'' Lepas gak , gue patahin beneran nih tangan kotor loe dasar baj*ngan !'' Nana meronta melepaskan tangannya yang di cekal oleh kedua preman itu , dan
Bughh
Bersambung ❤
Maaf ya eps ini nggak sampe 1000 kata , Author lagi kurang enak badan soalnya 🙏
TERIMA KASIH ❤
__ADS_1