
" kalian ... kok bisa barengan ? " Callista memandangi mereka berdua yang masih bergandengan tangan .
Nana yang sadar arah pandang Callista langsung melepaskan tangannya yang di genggam oleh Rey .
" Gue duluan Rey , tenang aja gue ngga akan terlambat kok jadi loe gak usah anterin gue " Nana berucap seraya pergi meninggalkan Rey dan Callista , lebih tepatnya kabur dari Callista.
Mereka berdua memandangi kepergian Nana
" Rey kamu belum jawab pertanyaan aku ,kenapa kamu bisa barengan sama cewek bar bar itu " Callista bertanya sambil meraih tangan Rey dan langsung di tepis oleh Rey .
" Bukan urusan loe , gue duluan " Rey berlalu pergi dari sana , dia berniat menghampiri Nana yang dia fikir sudah menunggunya di mobil.
" Awas aja loe cewek bar bar , gue bakal kasih perhitungan sama loe " Callista yang niat awalnya ingin menghampiri Rey di apartemennya berbalik dengan menghentakkan kakinya.
Sedangkan Rey kini sudah ada di parkiran tapi tidak mendapati Nana di sana , dia merogoh saku celananya mengambil ponselnya dan menghubungi Nana .
Tuuuutttttt
" Hallo paan tos " Nana sedikit berteriak karna sekarang dia sedang menaiki motor
" Kamu di mana Na , jangan bilang kamu bawa motor sendiri . Karna aku juga ngga liat motor kamu di sini ''
" Bawel banget sih loe tos , gue kagak bawa motor sendiri . Tapi gue di bonceng ama Kevin pakek motor gue , liat aja noh di tempat parkir motor gue ada motornya si kevin "
" udah dulu ya tos , gue masih di jalan byee " sambungnya dan tanpa menunggu jawaban dari Rey Nana langsung mematikan sambungan teleponnya .
Rey menghela nafasnya dan melajukan mobilnya meninggalkan parkiran apartemen.
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Kini Nana dkk sedang berada di kantin , tapi mereka kini hanya bertiga karna Bella izin tidak masuk entah apa alasan gadis itu tidak masuk hari ini .
" Na loe gimana sama Rey ? " Kennan bertanya pada Nana yang sedang menikmati baksonya .
" gimana apanya , ya gitu lah gimana lagi " Nana menjawab acuh pertanyaan Kennan .
" Maksud Kenn itu perasaan loe ke Rey sekarang gimana , udah ada benih benih cinta yang tumbuh atau masih sama kayak dulu " Kevin memperjelas pertanyaan Kennan , Kennan menjentikkan jarinya membenarkan pernyataan Kevin .
" Cielahhh bahasamu bang ... Gue masih biasa aja tuh sama si ketos alay itu , tapi nih yah dia tuh aslinya cerewet banget tau gak , lebih cerewet dari Bang Sat tau nggak loe pada dia tuh manusia yang paling nyebelin di muka bumi ini , cowok paling gaje tau gak . Suka ngatur ngatur ini itu . Terlebih lagi kalo gua ngebantah dia , pasti tuh ya dia selalu ngancem mau laporin ke bokap gue , yaa gue takut lah .. kalian tau sendiri kan kalo bokap gue ngamuk seremnya kaya apa , emang dasar tuh ketos kang ngadu , suami laknat emang " cerocos Nana
sedangkan Kevin dan Kennan sekarang sedang saling menyikut dan memberikan kode pada Nana dengan berdehem dan mengarahkan pandangan mereka ke belakang Nana , tapi Nana salah mengartikan deheman keduanya .
" ehh duo Bang Ke , kenapa loe? Keselek , nooh minuman ada di depan mata loe , ngapa kagak diminum dah , dasar dodol "
" eekkhhm "
Mendengar ada orang lain yang berdehem di belakangnya Nana langsung menoleh , daannnn
Dia mendapati Rey yang sedang bersedakep dada di belakangnya , itu membuat Nana salah tingkah dan cengengesan
" eehh ada Rey , sini duduk Rey . Udah lama di situ ?"
Nana mempersilahkan Rey duduk di sebelahnya .
" Cukup lama kok buat dengerin kamu ngatain aku tukang ngadu , dan segalam macamnya " ucap Rey dengan nada dinginnya , Nana hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal .
__ADS_1
Rey mendekatkan wajahnya pada Nana
" Siap siap terima hukumannya nanti setelah kita pulang , inget berapa kali kamu panggil aku dengan sebutan loe , dan hukuman buat kamu yang udah ngatain aku " Bisik Rey tepat di telinga Nana .
" Ekhhm Vin kayaknya kita cuma jadi penonton kemesraan dua makhluk tidak berakhlak ini deh "
Kennan menyindir Nana dan Rey yang terlihat sedang bermesraan di mata mereka .
" paan sih loe Kenn , emm... gue mau balik ke kelas deh , udah mau bel ini " Nana langsung bangkit dari duduknya dia terlihat gugup dengan apa yang baru saja Rey ucapkan tadi .
" Woy Na , kita ikut . Rey duluan ya " Kevin menepuk bahu Rey dan setelahnya mengejar Nana yang berjalan cepat meninggalkan kantin , dan di susul oleh Kennan, Rey hanya mengangguk memandangi punggung gadisnya yang mulai menghilang .
Di kelas Nana saat ini sedang ada perkenalan murid baru pindahan dari sekolah sebelah , siswi yang sangat cantik dan anggun menurut Nana , dan bisa di pastikan dia akan langsung menjadi rebutan di sekolah ini .
Sayup sayup Nana mendengar murid yang duduk di belakangnya sedang membicarakan gadis itu dan Rey
" Ehh itu kan mantan pacarnya Rey yang dari bina bangsa itu kan " begitulah yang Nana dengar tapi dia lembih memilih tak memperdulikan hal itu
'' ayo sekarang kamu perkenalkan diri pada teman teman kamu " ucap pak dodit yang mengajar di kelas Nana .
" Baik pak ..... Haii Nama saya Rachellia bimantara , saya pindahan dari SMA Bina Bangsa , saya harap kita bisa berteman baik di sini " Rachel memperkenalkan dirinya .
" Ya nak Rachel silahkan kamu duduk bersama Anggun di sana " pak dodit sambil menunjuk bangku yang kosong di sebelah anggun yang dulu di tempati oleh Alda dan berada tepat di sebelah Nana.
" ooh jadi bener dia mantannya Rey yang dari Bina Bangsa ... huuft sebel banget sih ... ngapain juga musti sekelas bareng gue ,,, ehh tapi kenapa gue musti sebel coba ? .. akkkhh bomat lah " Nana bermonolog sendiri di dalam hatinya .
Bersambung ⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
TERIMA KASIH ❤