
semakin hari bela semakin terbiasa hidup bersama Arjuna walupun serasa sperti bukan seorang pasangan tetapi layaknya Tuan dn majikan, tetapi Arjuna sangat tidak nyaman dengan perasaanya. jdi dia jarang berada dirumah,.
suatu hari Bela sedang berjalan untuk pergi berbelanja keperluan rumah, jadi dia bertemu Tio dan dia duduk sambil berbincang2, tampak bela sangat bahagia, karena sudah lama tidak bertemu Tio dan berbincang bincang. pada saat yang bersamaan Arjuna lewat mengendarai mobilnya, dia berhenti dan parkir sebentar melihat kebahagiaan antara bela dan Tio, itu membuat Arjuna yang ingin pergi ke perusahaan milik ayahnya, jadi berputar arah pulang kerumahnya, dia msuk kekamar dan membanting pintu, para bodyguardnya bingung melihat kejadian itu.
tak lama kemudian bela pulang membawa barang belanjaan, kemudian bik siti mengatakan bahwa Tuan Arjuna sedang marah besar, bela yang mendengar itu sangat ketakutan, tpi seperti tugas biasanya dia harus melayani Arjuna, diapun membawakan kopi untuk Arjuna dan masuk kekamar, kemudian tanpa basa basi bela lngsung berbalik arah, dan Arjuna menarik tangan Bela.
kemudian Arjuna menatap tajam bela, dengan tatapan kemarahan, membuat bela menelan air liur.
"pergi kemana kamu tadi"?
" saya pergi belanja Tuan".
"kamu yakin dengan ucapan kamu ini? " kata Arjuna.
bela terdiam dan menunduk kebawah, dia takut bahwa Arjuna sudah tau dia bertemu dengan Tio tadi.
"jawab bela" bentak Arjuna.
bela tetap tidak mengaku, dan dia memilih ingin kabur, dan pada saat itu arjuna langsung menarik bela dan melipat tangan bela kebelakang, bela sedang emmbelakangi Arjuna, mencium Aroma parfum yang dikenakan bela membuat Arjuna terpukau, dan tak lama kemudian.
"lepaskan saya Tuan" kata bela dengan nada yang keras.
"kamu berani dengan saya, berani menipu saya," kata arjuna
"saya tidak takut dengan siapapun termasuk anda Tuan, saya hanya takut kepada tuhan" jawab bela
__ADS_1
kemudian badan bel di putra balik dan berhadapan dengan Arjuna, Arjuna mendekatkan wajahnya dengan bela dan mengelus lembut wajah bela, membuat bela jijik dan membuang wajah, semakin bela menolak semakin membuat Arjuna tertantang, sampai dimana penolakan ini akan berakhir.
bela yang berusaha kabur dari delapan Arjuna harus meronta tinta serta mengamuk dihadopan Arjuna.
"belum pernah ada yang bisa lepas dari genggamanku". Arjuna mengangkat tubuh bela dan meletakkannya diranjang. kemudian, bela ingin kabur, tetapi lagi lagi kaki bela ditarik Arjuna. dan Arjuna pun membalikkn tubuh bela, kemudian dia mencium bela, bela menjerit.
"Tuan jangan tuan, saya tidak mau" kata bela memohon
"kamu itu sudah berjanji melakukan apapun untukku, jadi kamu jangan lupa.
semakin bela menolak, semakin Arjuna memaksa, sehingga bela tidak punya tenanga lagi untuk berlari, karena semua sudha dicoba untuk bel lepas dari buasnya simafia tersebut, akhirnya bela pun kalah. dia hrus merelakan apapun terjadi kepadanya termasuk kesuciannya direnggut oleh suaminya itu. Arjuna walau hal yang pertama baginya, tetapi dia begitu buas, dan bela harus menangis kesakitan karena itu adalah hal yang pertama baginya. setelah selesai, Arjuna mandi, dan bela masih menangis dibawah selimutnya dan merasakan sakit yng amat luar biasa. nampaknya Arjuna begitu cemburu melihat bela dan Tio bercengkrama sehingga dia tega menyiksa Bela.
bela merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi. dia sudah tidak punya orang tua, pamannya juga sakit dan sedang dlm kesusahan. bibi dan sepupunya mira juga memperlakukannya dengan sangat buruk. ditambah lag dia mendapatkan suami seorang mafia dan kejam kepadanya. dia tidak punya semangat hidup lagi, dia meratapi nasib nya yang sangat mnyedihkan itu.
ternyata Arjuna mendengar perkataan itu. dan dia merasa bersalah, dia tidak tau mau melakukan apa kepada bela. dengan sempoyongan bela berjalan sambil meringis kesakitan dibagian vitalnya, Arjuna hanya memandang dari jauh, saat jln beberpa langkah bela pun jatuh pingsan, dengn segera Arjuna mengangkatnya, Arjuna panik. dia segera memanggil bik siti kekamar dan menyiapkan pakaian bela karena dia akan menelpon dokter.
melihat kejadian itu bik siti terkejut , wajah bela pucat dan terlihat banyak luka lebam ditubuhnya, serta ada bercak darah di selimutnya. bik siti faham law tuannya telah mengambil kesucian istrinya itu, tetapi bik siti kasihan pasti bela merasa sangat kesakitan karena dia dipaksa tuannya untuk melakukan hal ini.
"bik siti, jangan memberitahukan kepada siapapun tentang hal ini" kata arjuna
"iy tuan saya akan merahasiakannya".
"cukup saya, bibi, dan dokter yg tau" ancam arjuna
" baiklah tuan, tapi saya kasihan kepada non bela". kata bik siti.
__ADS_1
mendengar kata bik siti Perasaan Arjuna semakin membuatnya bingung. dan merasa bersalah, dan tibalah dokter, dokter langsung memeriksa bela, bela akan diberikan suntikan penambah tenanga dan diberikan beberpa vitamin serta obat obatan agar dia segera pulih.
dan disaat semuanya pergi. tinggallah Arjuna dan bela didalam kamar itu, Arjuna memandang istrinya itu, sesekali ia membelai rambutnya, lama lama iapun tertidur disampingnya, beberpa jam kemudian bela terbangun dan melihat dia sudah dlm keadaan berpakaian. siapa yang memakaikannya baju. dan disebelahnya ada Arjuna yang tidur terlelap karena kelelahan setelah bertarung dalam birahi. bela semakin mengingat kejadian tadi dan membuatnya bergidik dan trauma, dia takut Arjuna akan melakukannya lagi.
diapun ingin bangun dari tempat tidurnya, dan tiba tiba tangan Arjuna memegang tangannya.
"tuan tolong jangan lakukan itu lagi, saya takut dan saya merasakan sakit sekali".
" tidurlah, tidak perlu berbicara apapun". perintah Arjuna.
Arjuna pun bergegas pergi dari kamarnya dia ingin pergi ketempat kumpulan kelompoknya. dia berpesan kepada bela
"tuan mau kemana" tanya bela.
" jangan sebut aku Tuan, panggil saja aku selayaknya suamimu". perintah Arjuna.
" minum lah obat dan vitamin itu, agar kau segera pulih".
bela pun beristirahat seharian penuh, dan Arjuna tidak pulang, karena dia merasa bersalah dan enggan meminta maaf kepada bela. dia memutuskan untuk menjauhi bela beberpa hari. dan bela pun bertanya tanya mengapa Arjuna tidak pulang?
setelah berhati hari Arjuna tidak pulang, bela pun sudah sembuh, dan dia bingung mengapa Arjuna tidak kunjung pulang?, dia bertanya kepada bodyguardnya tetapi semua tidak menjawab, karena Arjuna berpesan jangan beri tahu keadaan istrinya itu tentang keberadaannya. bela merasa bingung, setelah mengambil kesuciannya, apakah dia dicampakkan oleh Arjuna?, bagaimana dengan nasib nya, dia merasa sedih. dan dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan tentang ketakutannya itu.
"Ya Allah, apa semua orang akan meninggalkanku, bagaimana jika aku hamil, siapa yang akan bertanggung jawab, aku mau pergi kemana, tolonglah beri petunjuk kepada hambamu yang lemah ini" doa Bela
Tak lama kemudian Arjuna yang mendengar doa bela setelah selesai sholat didepan pintu, diapun memberanikan diri untuk berjalan mendekatinya.
__ADS_1