
Naura yang sudah tidak betah berumah tangga dengan suaminya, bahwa suaminya sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga dengannya. Meminta kepada Barlin supaya mau menjadi suami kedua.
"Mantan, maukah kamu menjadi suami kedua untuk aku." Naura tak ada rasa segan, wanita ini berbicara sesuai keinginannya.
Barlin terkejut, matanya memerah dan wajahnya merah seperti tomat. Bagaimana bisa mantan memintanya, untuk menjadi suami kedua. Sedangkan sang Mantan sudah menjadi istri orang sekarang.
"Apa! Apakah kamu tidak sadar? Saat ini kamu sudah menjadi istri orang, dengan pedenya meminta kepada diriku untuk menjadi suami. Dasar ...," jawab Barlin merasa kesal.
Barlin pernah ditinggal menikah, sebagai pria punya harga diri. Dirinya tidak akan pernah balikan sama mantan, sudah menjadi istri orang. Pria ini menjaga martabatnya supaya tidak turun.
"Ya, aku meminta sama kamu, maukah kamu menjadi suami kedua? Kalau kamu mau menjadi suamiku, maka akan aku ceraikan suami pertamaku!" kata perempuan itu siap meninggalkan suaminya.
"Kamu sudah gila! Berani sekali, mengambil sebuah keputusan yang belum tentu bisa diterima oleh suamimu." Barlin merasa mantannya sudah gila.
Wanita itu yang menyakiti dirinya, wanita itu memintanya kembali. Barlin tidak bisa dipermainkan begitu saja, walaupun dirinya masih menyimpan rasa sayang terhadap mantannya. Semua yang tersisa saat ini biarlah menjadi kenangan, pria ini tidak berniat untuk mengambil istri orang.
"Mengapa harus memikirkan perasaan suami aku? Dia saja sudah menyakiti dirimu, apakah kamu ingat? Saat itu pria itu pernah menyakiti dengan merebut aku dari kamu," tutur Naura merindukan mantan tersayang.
"Naura, kamu sudah menjadi istri orang, saat awal menikah adalah keputusan dari diri kamu. Saat itu, kamu yang mengambil keputusan menikah dengan pria lain. Saat itu aku yang merasa tersakiti, sampai satu tahun aku sulit menemukan jati diri aku kembali ketika berpisah. Apakah kamu tidak pernah memikirkan, tentang perasaan ini?" tanya Barlin merasa seperti dipermainkan dengan cinta.
__ADS_1
Walaupun sudah menikah, Naura masih stalking status mantan di sosial media milik Naura. Tetapi, tidak banyak informasi yang di dapatkan oleh wanita ini tentang Barlin.
Terakhir Naura mendapatkan informasi waktu itu, bahwa Barlin depresi sejak ditinggalkan oleh dirinya. Pria itu kesulitan untuk bangkit kembali, untunglah ada sahabat dan tante yang selalu suport Barlin untuk bangkit. Saat belum bertemu dengan Rinda, wanita yang saat ini melukis hatinya.
"Apakah karena ada perempuan lain di hati kamu? Dulu, kamu kesulitan move on dari aku dan aku dengar, kamu sempat depresi karena diriku," jawab wanita itu menyepelekan harga diri Barlin.
Wajah Barlin langsung berkerut, mendengar ucapan wanita itu. Mengapa bisa sosok mantan yang sudah menikah, masih mengetahui dirinya. Bahkan Barlin mengetahui, bahwa Barlin sempat depresi sampai kehilangan jati diri.
"Dari mana kamu mendapatkan informasi tentang diri, Aku? Dari mana tahu, bahwa aku sempat depresi?" tanya Barlin.
Barlin curiga, bahwa Naura masih menyelidiki kehidupan sehari-hari dirinya. Bahkan, berniat untuk menyakiti dirinya lagi, tetapi bagi Barlin cukup sampai di sini luka yang diberikan pria itu kepada Barlin.
"Kamu pikir, saat aku menikah. Aku berhenti mencari tahu, tentangmu! Aku mempunyai banyak anak buah, bisa mencari tahu tentang seseorang." Wanita itu mengambil minuman dari tasnya, lalu memberikan minuman tersebut saat mereka duduk di taman.
"Ini minuman untuk, Kamu. Terima minuman ini, nanti kamu kehausan, jika berbicara lama di taman." Wanita ini masi saja menawarkan minuman itu kepada Barlin.
"Maaf, Naura. Aku tidak bisa menerima minuman itu. Aku sudah membawa minuman sendiri, saat aku tahu, bahwa taman ini tidak menyediakan makanan atau minuman." Pria itu membuka tasnya dan mengambil minuman dari tasnya.
"Ternyata kamu sangat jauh berbeda, tidak seperti yang aku kenal dulu. Saat dulu kamu sangat mencintai diriku, tetapi tidak untuk saat ini. Aku sadar bawa hubungan aku dengan suami ada masalah, ini adalah karma dari perbuatan aku sendiri." Wanita itu menyadari letak kesalahan dirinya.
__ADS_1
Ternyata jebakan yang diberikan Naura, untuk merasakan tidur dengan Barlin tidak berhasil saat malam itu. Barlin juga terhadap Naura yang hendak menjebaknya pada malam itu dan berpura-pura memberikan minuman.
Naura mengambil foto mereka secara diam-diam, saat bersama di taman pada malam itu. Lalu mengirim pada suami,untuk membuat suami merasa cemburu.
Saat Naura mengirim foto kebersamaan dirinya dengan pria lain. Betapa terkejut suami saat melihat foto itu, ternyata istrinya liar juga berani berduaan dengan pria lain sedangkan dirinya sudah menyandang status istri orang.
Selang tak berapa, suaminya melacak keberadaan istrinya. Mencari tahu keberadaan istrinya, akhirnya sebagai suami Naura pria itu turun tangan. Pria itu merasa cemburu, saat istrinya berjalan bersama dengan mantannya.
Sampailah suami Naura di taman, saat itu Naura menyandar ke bahu Barlin. Sedangkan Barlin sudah menolak, tidak ingin disentuh karena Naura sudah menjadi istri orang dan takabur bila menyentuh istri orang.
"Bagus ... hebat, ternyata berduaan dengan mantan! Wanita macam apa kamu ini, berani sekali dekat dengan pria lain. Kamu tak sadar dengan status kamu saat ini! Hei Naura sadarlah, kamu sudah menjadi istri orang dan sudah punya anak!" geram suami melihat ke arah Naura dengan menepuk tangan.
Naura tersenyum saat suaminya muncul baginya ini adalah kesempatan emas, untuk berpisah dengan suaminya. Naura berpura-pura menggandeng tangan Barlin tetapi Barlin memilih untuk menjauh.
"Hebat, dong! Aku bisa bersama pria lain seperti dirimu pada waktu itu, bersama dengan perempuan lain!" jawab Naura sambil tersenyum menoleh ke arah suaminya.
"Wah, ternyata kamu wanita picik juga, aku berpikir kamu sudah melupakan mantan kamu! Ternyata saat anak kita tertidur, kamu memilih dengan pria ****** ini." Suami Naura bertepuk tangan melihat istrinya sangat pro dalam mempermainkan hati.
"Maaf, aku tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian! Istri kamu yang mengajak aku kesini, aku sudah menolak bahkan tidak merespon. Tetapi istrimu yang menghubungi aku terlebih dulu." Barlin mengangkat kedua tangannya ke atas, tidak ikut campur dengan urusan keduanya.
__ADS_1
"Bro, kamu kesulitan melupakan cinta pertama? Kalau kamu kesulitan melupakan cinta pertama, tidak begini caranya ingin mendapatkan hati istri aku?" sahut suami Naura tidak terima, langsung mengajar Barlin malam itu.
Barlin tidak terima dihajar, pria ini mengajar balik suami Naura. Sehingga keributan terjadi diantara mereka, lalu Naura berusaha untuk memisahkan mereka.