
Semakin kesini hubungan Barlin dan Rinda semakin melekat dalam kata hubungan serius. Barlin semakin berani, untuk menunjuk Rinda di depan umum. Bahkan keduanya sudah tampak berjalan bersama menghadiri berapa acara resmi perusahaan milik Barlin.
Barlin menjemput Rinda ke rumah, terlihat wanita itu keluar dengan balutan dress berwarna biru muda, terlihat cantik dan tampil stylish. Wanita itu juga membawa anaknya bersama Barlin, ketika Aldi sudah sembuh wanita ini mulai sedikit lega untuk keluar rumah.
Sedangkan suaminya, seminggu hanya tiga kali pulang ke rumah. Hingga membuat Rinda capek memikirkan suaminya, sebagai istri wanita itu sudah capek. Tingga menunggu waktu yang tepat, untuk menceraikan suaminya.
"Pagi, Sayang. Cantik sekali dan anak-anak ayah juga ganteng cantik." Barlin sudah berani menyebut anak Riana dengan panggilan anak ayah.
"Barlin kamu juga sangat tampan dengan balutan jas, Sayang." Rinda memuji ketampanan Barlin.
"Kita mau kemana, Ayah?" tanya Aldi anak pertama Rinda yang sudah mulai berani memanggil Barlin dengan sebutan ayah.
"Ayah akan mengajak kalian jalan-jalan sekaligus menghadiri acara resmi di perusahan ayah," tutur Barlin mengelus rambut Barlin.
"Wah pasti seru, ayo ayah aku tidak sabar ingin jalan-jalan." Aldi tertawa sambil kegirangan, mengajak ayah dan mamanya untuk segera pergi.
__ADS_1
"Ayo, Sayang." Barlin mengendong anak ketiga Rinda sampai ke dalam mobil.
Mereka bagaikan keluarga, penuh dengan kehangatan dan cinta. Anak-anak Rinda sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Barlin dalam hidup mereka, bahkan semenjak Aldi tahu mamanya menjadi seorang pelacur karena suruhan ayahnya sendiri. Membuat anak ini menjadi benci dengan ayah kandungnya sendiri.
Yeslin juga semakin dekat dengan Barlin saat ini, anak kecil itu sudah merasakan cinta dari pria yang kini bersama mamanya. Peran ayah sudah mereka dapatkan dari pria itu saat ini dan saat ini mereka sudah melupakan peran ibu.
Sesampainya di kantor Barlin langsung membawa mereka. Menuju ruangan kantor dalam merayakan ulang tahun tahun perusahaan yang ke 10 tahun. Wanita itu menatap takjub dengan hiasan serta bunga-bunga tampak indah. Serta karangan bunga banyak terpampang di depan perusahaan, papan bunga sudah tidak terhitung lagi dengan banyaknya orang penting memberikan ucapan atas perayaan ulang tahun perusahan ke-10 tahun.
Para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut, menjadi heran dengan kehadiran anak-anak dan Rinda. Mereka tak menyangka bosnya, mendekati seorang perempuan yang sudah mempunyai anak.
"Selamat pagi semua ...," sapa Barlin berdiri di depan kue ulang tahun.
"Baiklah, pagi hari ini saya ingin menyampaikan sedikit sambutan. Atas perayaan ulang tahun perusahaan Barlin Group ini. Semoga di ulang tahun perusahan yang ke-10 tahun, semoga perusahaan ini semakin jaya dan sukses selalu. Saya juga disini ingin mengenalkan perempuan yang berdiri di samping saya, perkenalkan dia adalah Rinda. Wanita yang berdiri di samping saya ini adalah calon istri saya, beliau saat ini adalah seorang janda dan mempunyai tiga orang anak. Terima kasih atas partisipasi dan kerja sama kalian, sudah berkarir di perusahaan ini. Membantu menyukseskan perusahan ini dengan tenaga yang kalian sumbangkan," sambutan dari Barlin sekaligus memperkenalkan Rinda.
Sekejap mata Rinda seperti berkaca-kaca saat diakui di depan banyak orang, sebagai seorang kekasih dari Barlin. Berbeda dengan suami di rumah yang selalu menyembunyikan Rinda dan jarang membawa wanita itu dalam acara kumpul-kumpul suami.
__ADS_1
"Selamat datang Ibu Rinda dan anak-anak di perusahaan Barlin Group. Salam kenal dari kami semua." Sambutan salam kenal dari seluruh para karyawan.
"Terima kasih untuk semua, saat sangat merasa bersyukur. Sangat dihargai disini dan semoga sukses selalu untuk kita," balas Rinda matanya berkaca-kaca. Saat para karyawan Barlin menyambutnya dengan baik.
"Sama-sama."
"Mari kita potong kuenya dan makan bersama di perusahaan ini," tutur Barlin mempersilahkan seluruhnya untuk mengambil menu yang telah disediakan di meja.
Acara ulang tahun perusahaan Barlin Group berjalan lancar. Selesai acara Rinda tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Sangat berdecak kagum melihat kebaikan pria lajang yang menemaninya saat ini, pria itu sungguh baik.
"Terima kasih." Rinda memeluk Barlin dari belakang saat pria itu berjalan menuju lobby perusahaan, di depan anak-anak mereka sudah tidak malu lagi untuk mengumbar kemesraan.
"Buat apa mengucapkan terima kasih?" tanya Barlin memegang tangan wanita itu kembali ketika dipeluk.
"Kamu sudah memperkenalkan aku kepada banyak Orang, terima kasih sudah baik kepada anak-anak." Rinda hanya bisa mengeluarkan kata-kata terima kasih dan bibirnya terasa gemetar, dalam mengucapkan kata terima kasih.
__ADS_1
"Tidak perlu mengucapkan terima kasih sayang, aku tulus mencintai dirimu. Saat aku tulus mencintai seseorang, aku akan menerima masa lalu seseorang." Sedewasa inikah Barlin, sampai tidak ingin kehilangan orang tercinta.
Rinda memeluk dan mencium Barlin dari belakang. Saat ini wanita ini merasa nyaman dengan Barlin, bahkan rasa cinta terhadap suaminya